
"Nay minggu depan lu dan Nita kerumah gue ya " kata Revita pada Naya krna Nita lagi ngobrol sama Gilang
"Ada apa Rev, lu bikin acara apaan " tanya Naya penasaran
"Lu jangan kaget ya,jangan heboh dan jangan teriak "
"iyaa iyaa apaan sih jadi makin kepo deh ah "
"gue mau tunangan"
"WHATTTTTT!!! " Naya berteriak sampai sampai membuat semua temannya menoleh ke arah Naya dan Revita
"Anjirr gue bilang jangan teriak lu malah teriak sih dasar mulut mercon " kata Revita kesal
"Lu kenapa Nay " tanya Nita
"Hehehe maaf gaes gue ga papa cuma tadi Revita bilang kalau abangnya Revita suka sama gue ya gue kaget dong ya " kata Naya dengan pedenya
"Hahaha jangan ngehalu deh lu Nay ga mungkin ka Reno seleranya kek lu " sahut Gilang
"Setdah mulut lu Lang lemes bener " sahut Naya
Sebelum perdebatan itu berlanjut bel tanda masuk berbunyi pelajaran pun langsung dimulai
***
Di kantor Raymon dia sedang sibuk dengan tumpukan berkas dimejanya
tok...tok...tok...
"Masuk "
"Tuan ada hal penting yang akan saya sampaikan " kata Haikal
"Apa apa kal kenapa kelihatannya kamu sangat panik seperti itu "
"Iya tuan perdagangan senjata kita diluar negri mengalami masalah "
Mendengar itu Raymon langsung mengalihkan perhatiannya ke Haikal
"Ada masalah apa cepat katakan "
"Gudang kita yang diluar negri mengalami kebakaran tuan, dan kerugian yang kita hampir 1 M "
"Apa kamu bilang kebakaran? Bagaimana bisa terjadi "
"Saya masih mencari taunya tuan, tapi sepertinya ada seseorang yang sengaja membakarnya,krna semua cctv tidak berfungsi sama sekali "
"Brengse* siapa yang berani beraninya bermain main denganku " kata Ray penuh dengan emosi
"Sebaiknya tuan memeriksa kesana " kata haikal memberikan usul
"Baiklah siapkan jet pribadi sekarang "
"Tapi tuan, apa tuan tidak ingin berpamitan dulu dengan nona muda Revita " kata Haikal, seketika Ray diam mempertimbangkan omongan Haikal
"Benar juga kalau aku tidak pamit dengan bocah itu nanti dia marah marah, sekedar membujuknya saja susah sekali " batin Ray dalam hati
__ADS_1
"Baiklah,sekarang pergilah ke sekolah nona mudamu, jemput dia "
"Tapi tuan nona muda jam segini belum pulang " kata Haikal yang sudah terbiasa dengan jam pulang sekolah Revita
"Apa kamu sedang mencari alasan agar tidak menjemput calon istriku? " kata Ray dengan tatapan elangnya
Melihat tatapan tuannya Haikal menelan ludahnya dengan susah payah
"Baaikk tuan saya jemput nona sekarang " kata Haikal lalu berlalu meninggalkan ruangan Ray
"Asataga kenapa aku mempunyai bos seperti Raymon,coba kalau nona Revita membutuhkan supir pribadi, maka aku akan lebih memilih jadi sopir nona muda walau gajinya hanya setengah dari gajiku sekarang tak apa setidaknya tidak seperti uji nyali dan bertemu iblis setiap hari " guman Haikal di dalam mobil
Setelah beberapa menit kemudian Haikal sudah berada disekolah Revita tanpa menunggu lama ia langsung menuju ruang kepala sekolah
"Selamat siang asisten Haikal " sapa kepala sekolah
"Selamat siang saya kesini ingin menjemput Revita putri santoso "
"maaf tuan tapi ini masih jam sekolah "
"Apa kamu membantah perintah langsung dari tuan Raymon "
"Tidak tuan, baik akan saya panggilkan " kata kepala sekolah ketakutan
Kepala sekolahpun berjalan menuju kelas Revita
tok..tok..tok...
"permisi pak anton "
"Saya mau menjemput Revita,ia sudah ditunggu keluarganya " jelas kepala sekolah
"Baik, Revita silahkan kemasi barang barang kamu " perintah pak Anton
"Baik pak " kata Revita
"Ada apa Rev tumben lu dijemput " tanya Nita
"Gue ga tau, gue duluan ya gaes " kata Revita
"Saya permisi dulu ya pak " pamit Revita yang melewati pak Anton
"iya,hati hati dijalan "
Setelah itu Revita berjalan mengikuti kepala sekolah,sampai di ruang kepala sekolah Revita melihat Haikal
"Hay ka Haikal " sapa Revita dengan tersenyum
"Selamat siang nona Revita "
"Maaf pak, keluarga saya mana? bukan kah tadi bapak bilang keluarga saya menjemput saya " tanya Revita kepada kepala sekolah
"Tuan Haikal ini yang menjemputmu " jawab kepala sekolah
"Ha ada apa ka Haikal menjemputku " tanya Revita
"Saya kesini atas perintah tuan Ray untuk menjemput nona " jelas Haikal
__ADS_1
"Tapi... "
"Tidak ada tapi tapian nona lebih baik nona menurut saja "
"Baiklah "
"Mari nona " kata Haikal mempersilahkan Revita duluan sedangkan kepala sekolah masih bingung dan penasaran apa sebenarnya hubungan Revita dengan Raymon
"Silahkan masuk nona " kata Haikal membukakan pintu belakang mobil
"Tidak ka, lebih baik aku duduk didepan saja, kan kaka bukan sopir " jelas Revita dan langsung membuka dan masuk dikursi depan
"Tapi nona nanti kalau tuan Ray tau pasti marah "
"Biar nanti aku yang tanggungjawab cepatlah jangan membantah bukankah kita akan cepat cepat menemui tuan mu ka " jelas Revita
"Baiklah nona " kata Haikal pasrah
Haikal pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Ka ini mau kemana " tanya Revita krna Revita merasa ini bukan jalan ke kantor Raymon
"Tenang saja nona, nanti juga nona bakal tau kita akan kemana " jawab Haikal santai
Revita sebenarnya penasaran dan kesal krna jawaban dari Haikal yang tidak memberitahukan tujuan mereka,tapi mau gimana lagi Revita yakin Haikal tidak mau mengatakannya krna perintah Raymon
"Masih jauh tidak ka " tanya Revita yang merasa bosan
"Masih lumayan nona, kalau nona bosan nona bisa mendengarkan musik mungkin nona bisa tidur sebentar jika sudah sampai nanti saya bangunkan " jelas Haikal
"Baiklah " jawab Revita lalu ia memasang headphonenya mendengarkan lagi kesukaannya tidak butuh waktu lama Revita pun akhirnya tertidur
Haikal melirik nona mudanya yang sudah tertidur dengan pulas
"Pantas sana tuan Raymon sangat mencintai nona Revita, selain nona sangat cantik dia juga sangat baik, ini benar benar seperti malaikat yang manis, dan ini sangat langka iblis bisa mencintai seorang malaikat, semoga saja malaikat ini bisa mengubah watak iblis tuan Raymon " batin Haikal dalam hati
setalah hampir tiga jam perjalanan akhirnya mereka sudah sampai di tujuan
"Nona Revita bangun kita sudah sampai " kata Haikal membangunkan Revita
"Eh iya ka " kata Revita sambil mengerjapkan matanya
"Mari turun nona " kata Haikal membukakan pintu untuk Revita
"Wow ini kita dipantai ka " kata Revita dengan mata berbinar binar
"Iya nona, mari nona " kata Haikal mempersilahkan Revita duluan
"Ka dimana ka Ray bukankah tadi kaka bilang kalau ka Ray yang ingin ka Haikal menjemputku " tanya Revita
"Tidak tau sudah nikmati saja pemandangan indah ini"
"Ka Haikal benar " kata Revita dan ia langsung berlari menuju pinggir pantai
Krna asik bermain pasir Revita tidak menyadari kalau Haikal tidak ada, Revita melihat sekeliling tapi tidak melihat Haikal juga, Revita mulai panik krna dipantai itu tidak ada orang kecuali dia
"Ka Haikal kemana kenapa tidak ada, apa ka Haikal meninggalkanku " batin Revita, dia mulai gelisah dan takut krna tas dan ponselnya berada di mobil
__ADS_1