Kesayangan Raymon Alexander Raharja

Kesayangan Raymon Alexander Raharja
#64


__ADS_3

"Kal gimana kamu sudah mendapatkan info pelaku semua ini belum "


"Saya hanya mendapatkan info ini tuan "


"Siapa Nando,sepertinya aku tidak pernah mendengar nama itu "


"Dari info yang saya dapatkan dia orang bayaran seseorang sudah saya selidiki tapi sepertinya semua sudah terencana dengan baik sehingga susah untuk mencari info lebih "


"Sial dimana orang tersebut "


"Sudah saya bawa ditempat yang aman tuan "


"Bagus bawa aku menemuinya "


Hampir satu jam diperjalanan akhirnya mereka sampai disebuah gudang tengah hutan


"Orangnya ada didalam tuan " kata Haikal tanpa mengucapkan sepatah katapun Ray langsung berjalan menuju gudang


Sampai didalam Ray melihat seorang lelaki terikat disebuah kursi, dengan pelan dan tenang Ray mendekati lelaki itu


"Hay bung siapa namamu " tanya Ray santai


"haha kurasa tak perlu ku jawab kau sudah tau siapa aku "


"Ya kamu benar,berarti tak perlu basa basi lagi, siapa yang membayarmu melakukan ini "


"Sampai matipun aku tidak akan memberitahu mu "


"Rupanya kamu lebih menyayangi orang yang membayarmu daripada nyawamu sendiri " kata Ray sambil mengeluarkan pisau lipat dari sakunya


"Hahaha kau membunuhku itu lebih baik "


"Kau ingin bermain main denganku hah?" teriak Ray sambil memotong jari Nando


"Aaaaahhhhh bunuh saja aku bangsa* "


"Aku tidak suka membunuh dengan cepat aku lebih suka membunuh secara perlahan "


"Kau sudah membunuhku secara berlahan, apa kau tau Desi dia sudah bunuh diri dan itu semua gara gara lu brengs** "


"Desi? siapa itu Desi "


"Ternyata selain kau tidak punya hati, daya ingatku sangatlah rendah " kata Nando dengan senyum remeh


"Brengs** kau berani mengataiku " teriak Ray dan menggoreskan pisau dipaha Nando


"Ahhh shitt bedeba* kau Ray, Desi adalah salah satu wanita yang kau tiduri yang mencintaimu tapi kau malah menyianyiakannya " kata Nando dengan menahan rasa sakit


"Aku tidak peduli dia mencintaiku atau tidak, dia sendiri yang datang padaku menyerahkan tubuhnya lalu apa salahku, aku tak pernah menyuruhnya mencintaiku"


"Tapi paling tidak kau menghargainya bukan malah mencelakainya"


"Aku tidak akan mencelakai seseorang kalau bukan mereka duluan yang mencari masalah denganku,sudah cepat katakan siapa yang menyuruhmu atau aku benar benar akan membunuhmu sekarang juga "


"Bunuh saja hidupku juga sudah tidak berguna, aku sudah puas kau sudah kehilangan satu gudang, walau itu tidak berarti apapun untukmu tapi setelah ini kau akan benar benar kehilangan yang palinb berharga bagimu "

__ADS_1


"Apa maksudmu"


"Hahahaha kau akan kehilangan Revita anak kesayangan Santoso " kata Nanda dengan tertawa remeh


Sedangkan Ray mendengar nama Revita seketika emosinya memuncak


"Hahaha bersiap siaplah kau Ray, kau akan kehilangan Revita hahaha kehilangan Revita haha " kata Nanda


Mendengar itu Ray sangat geram


"Mati kau bedeba*!!!!" teriak Ray sambil menancapkan pisau dileher Nando dan menariknya sampai keperut


"Aaaaaahhh!!" teriak Nando kesakitan dan setelah itupun Nando meninggal


Ray langsung menarik dada kiri dan kanan Nando mengambil Jantungnya menggenggamnya dengan erat


"Tak akan ku biarkan siapapun menyakiti Revita atau akan ku buat jantung mereka lepas dari tubuhnya " kata Ray penuh dengan tekanan disetiap katanya


Sedangkan Haikal yang melihat adegan itu menelan ludahnya dengan susah payah


"Aku tidak menyangka tuan Ray akan melakukan hal seperti itu " batin Haikal dalam hati


Tidak puas dengan itu Ray mencongkel kedua mata Nando dengan senyuman devilnya, setelah itu dia menjilat jantung Nando dan memakannya sedikit


"Kurasa jantung manusia lebih nikmat daripada jantung hewan " kata Ray pelan namun masih terdengar oleh Haikal, Setelah itu Ray menegakkan badannya dan berjalan mendekati Haikal dengan tangan yang masih berlumuran darah


"Kamu urus mayat orang tidak berguna ini jangan sampai meninggalkan jejak sedikitpun "


"Baik tuan " kata Haikal setelah itu dia pun menyuruh orang orang kepercayaannya untuk mengurus mayat Nando


"Aku ingin kehotel tapi kita pindah hotel saja "


"Apa ada yang terjadi tuan "


"Ya semalam bagaimana mungkin Sila berada dikamarku, dan dia memintaku untuk bertanggungjawab, tapi aku tidak merasa melakukan apapun sama dia " jelas Ray dengan muka bingung


"Maaf tuan apa mungkin semua ini ulah nona Sila "


"Kurasa bukan cuma Sila yang merencanakan ini semua "


"Lalu siapa bukan nona Sila bukankah kata tuan dia berada dikamar bersama tuan "


"Gausah terlalu formal kal kalau berdua gini "


"Ya baiklah, Lalu bagaimana Sila bisa tau kalau kita berada disini kurasa yang tau cuma kita dan Revita "


"Ya mungkin Sila memang merencanakan tapi pasti ada orang lain Sila tidak sepintar ini "


"Tapi tunggu, tadi Nando bilang kehilangan Revita? Apa maksud dari kata itu jangan jangan memang sengaja ada orang merencanakan ini agar aku jauh dari Revita,sehingga orang itu bisa mencelakai Revita "


"Oh iya Revita, tapi Reno tidak mungkin membiarkan ada orang yang menyentuh Revita kamu tau kan Reno begitu menyayangi Revita "


"Iya tapi lebih baik aku pastikan saja "


"Ya sepertinya itu lebih baik " kata Haikal

__ADS_1


Ray pun langsung mengambil ponselnya dan menelfon Revita


"Halo sayang kamu sekarang dimana " tanya Ray setelah tersambung dengan Revita


"Revita lagi dikantor ka Reno "


"Apa kamu tidak masuk sekolah? bukankah ini masih jam sekolah "


" Engga, kerjaan ka Reno menumpuk jadi Revita membantu kaka menyelesaikannya "


"Ya baiklah, kaka boleh bicara sebentar sama Reno " tanya Ray


"Boleh " jawab Revita lalu memberikan ponselnya ke Reno


"Ada apa " tanya Reno dingin kepada Ray


"Ini kenapa Reno begitu dingin terhadapku, pasti telah terjadi sesuatu disana " batin Ray dalam hati


"Bisakah kau sedikit menjauh dari Revita ada yang ingin aku bicarakan padamu " kata Ray, setelah itu Reno pun menjauh dari Revita


"Sudah, ada apa "


"Disini ada yang menjebak ku dan aku belum tau siapa, aku baru bisa mendapatkan satu tikus kecil dan dia bilang aku akan kehilangan Revita, aku takut salah satu dari mereka mencelakai Revita "


"Bukankah sudah aku katakan Revita tidak akan aman bersama mafia sepertimu, lebih baik lepaskan saja Revita bukankah kamu juga sudah bersama wanita lain "


"Wanita lain? apa maksudmu ? " tanya Ray bingung


"Sudahlah tidak usah pura pura tidak tau. "


"Apa maksudmu Sila sialan itu "


"Oh namanya Sila, lebih baik kau bersama Sila itu Revita tidak pantas untukmu "


"Sampai kapanpun aku tidak akan melepaskan Revita, aku hanya mencintainya tidak Sila atau wanita lain manapun "


"Kita lihat saja seberapa lama Revita akan bertahan untuk bersamamu "


"Sudahlah Ren aku tidak ingin berdebat denganmu, aku hanya meminta padamu tolong jaga Revita pastikan dia baik baik saja selama aku disini, Aku berjanji padamu akan membuktikan semuanya "


"Tanpa kau mintapun aku akan menjaga Revita dan akan ku pastikan dia baik baik saja ada ataupun tidak ada kamu "


"Terimakasih Ren "


setelah itu Reno memutuskan panggilannya dan menghampiri Revita


"Ka Ray bilang apa ka " tanya Revita penasaran


"Engga hanya masalah bisnis saja biasa dia meminta bantuan sama kaka mu yang cerdas ini "


"Huh dasar sombong "


tok...tok....tok...


"Ya masuk "

__ADS_1


"Permisi tuan diluar ada tuan Raka ingin bertemu dengan tuan "


__ADS_2