
Hidup berjalan dengan dinamis selama enam bulan ini.
Ada tawa kebahagiaan, ada semangat dan keceriaan, bahkan ada juga airmata kesedihan. Karena hidup ibarat perputaran roda, kadang ada diatas yang membuat manusia bersyukur dan bahagia, namun juga terkadang harus berada di bawah yang membuat manusia belajar artinya bersabar dan menerima keadaaan.
Begitu pula banyak hal yang terjadi di sekeliling Saga. Baik yang berputar di rumah utama, atau yang ada di luar sana. Semua bergerak, seirama dengan terbit dan tenggelamnya matahari.
Dalam kurun waktu bumi berputar selama enam bulan ini, beberapa kejadian akan terangkum secara singkat dibawah ini.
Tentu saja akan dimulai dari kabar sang putri.
Erina, sang putri kesayangan Tuan Saga dan Nona Daniah, bayi kecil yang mulai pandai duduk, dia mulai merayap ke mana-mana. Sudah tidak bisa diam.
Pipinya yang gembul, kakinya yang montok, rambut ikal bergelombangnya yang mulai panjang menutup telinga. Suster biasanya memakaikan jepit-jepit rambut lucu-lucu di rambut yang bahkan belum lebat itu. Namun, semua orang menyukainya. Amera bahkan membuatkan banyak jepit rambut khusus untuk Erina. Jen dan Sofia selalu mampir ke toko aksesori setiap kali mereka pergi ke mall.
Putri kecil Erina, membuat semua orang bahagia.
Di lantai atas, dikamarnya maupun di lantai bawah, sudah ada area bermain dengan busa yang tebal untuknya merayap. Erina sudah berceloteh, Nanana, bababa, seperti yang pernah Saga tanyakan pada para pengajar. Laki-laki itu masih belum bisa menerjemahkan bahasa bayi anaknya. Masih bertanya tentang kemungkinan alat penerjemah bahasa bayi.
Daniah hanya tertawa saja menanggapi, dengan sabar ibu muda itu menerjemahkan kata-kata Erina pada sang ayah. Saga yang biasanya hanya bicara hemm, hemm. Sekarang mulai sering mengajak bicara Erina dengan kalimat yang cukup panjang.
Isi memori hp Daniah hanya foto Erina, bahkan suster pun merekam jejak pertumbuhan Erina dengan sebuah kamera profesional. Vidio itu sering ditunjukkan Daniah pada Saga sebelum tidur.
"Sayang, Erin sudah bisa begini, dia sudah bisa begitu. Ya Tuhan lucunya sayang." Saga memang selalu menyempatkan waktu bermain dengan Erina, biasanya saat pagi sebelum berangkat ke kantor atau sepulang dari bekerja, asalkan dia tidak pulang terlalu larut. Tapi dia memang jauh mendapat laporan perkembangan Erina dari ibunya. Sambil dia mencumbui leher Daniah, atau menciumi area kesukaannya, Daniah akan bercerita tentang Erina.
Jawaban Saga masih tidak jauh-jauh dari kata hemm.
Seharian di rumah bersama Erina, tidak ada kata bosan untuk Daniah. Karena setiap hari, ada saja tingkah lucu dan hal baru yang yang menggemaskan dilakukan Erina. Gadis itu sudah tidak kepikiran hidup normal seperti yang pernah dia rengekkan di masa lalu. Saat ini menjadi ibu adalah hal luar biasa dan membahagiakan baginya. Inilah kehidupan normal yang ia inginkan. Menjaga Erina dan menjaga serta melayani bayi besarnya.
__ADS_1
Sesekali, tentu Saga mengajak Daniah keluar rumah. Terkadang bersama Erina dan suster. Namun tak jarang, kencan tanpa Erina tentunya. Berdua saja. Nggak berdua juga si, karena sopir ada di belakang kemudi siap mengantar mereka.
Sekedar informasi, Tuan Saga sudah menyelesaikan kursus menyetirnya. Namun dia belum menunjukkan kemampuannya pada Daniah dan Erina.
Cinta diantara kedua orang ini, sudah ibarat manusia hidup dengan udara. Tidak terpisahkan. Saga yang masih sangat posesif kalau berhubungan dengan istrinya, apa setelah Erina tumbuh selama enam bulan ini, keposesifannya berkurang. Tentu tidak sama sekali. Namun, Daniah sudah terbiasa dengan cara suaminya mencintainya. Hingga dia merasa baik-baik saja.
Selain Erina yang terus tumbuh, semua orang pun bergerak dengan aktivitasnya masing-masing.
Noah dan Tamara sudah melahirkan anak pertama mereka, perempuan juga. Sherira adalah nama Putri kecil Noah dan Tamara, yang kelak akan menjadi teman sepermainan Erina. Saat melahirkan Sherira, Noah yang biasanya anteng dan tenang juga jadi penuh drama seperti Saga. Mungkin bedanya dia tidak marah-marah dan menakuti para dokter dan suster. Tapi, Noah menangis sepanjang menunggu Tamara kontraksi dan menjalani pembukaan sampai melihatnya mengejan.
Ayah baru yang pamer menggendong anak pertamanya ke semua orang. Dia spam foto di grup chat para bapak-bapak, ya walaupun ada yang jomblo dia tidak perduli. Pokoknya dia mau menunjukkan pada semua orang betapa bahagianya di menjadi seorang ayah.
Berlanjut ke pasangan yang lain.
Jen dan Revan belum ada perkembangan yang berarti, tapi mereka sudah diam-diam pacaran. Bukan diam-diam juga, toh Han juga tahu dan melaporkan semuanya pada Saga. Kalau kalian bertanya-tanya darimana Saga tahu kalau Revan menyukai adiknya, itu bukan karena dia peka dengan perasaan orang lain ya. Dia mana tahu urusan begitu. Tentu saja dia mendapatkan bocoran dan informasi itu dari Han. Darimana Han tahu, ya, dia kan tahu semua hal. Sudah ya, kalau Han aku juga angkat tangan nggak berani banyak bicara. đź¤
Sementara nasib kisah cinta Jen dan Revan masih remang-remang, berbeda dengan Harun dan Sandrina, orangtua mereka jauh lebih bergerak cepat ketimbang anak-anak mereka.
Walaupun rencana tinggal rencana. Para orangtua Harun dan Sandrina ingin segera mereka melangsungkan pernikahan, namun kesibukan Dokter Harun, serta padatnya jadwal Sandrina, membuat mereka mengundur pernikahan. Bukan membatalkan, karena hubungan kedua orang itu semakin dekat. Sudah pasang foto berdua di akun sosial media masing-masing. Di hadapan Sandrina sekarang, wujud Dokter Harun sudah normal adanya. Tidak ada cerita sok cool lagi.
Bergerak ke pasangan berikutnya. Bukan pasangan sebetulnya. Hanya seumuran. Yang satu adik laki-laki, yang satunya adik perempuan.
Jen dan Raksa sudah wisuda dan lulus kuliah. Sekarang keduanya mulai bekerja di kantor pusat Antarna Group, sebagai karyawan tetap. Mereka bekerja di lantai yang berbeda, namun selalu menyempatkan waktu makan bersama di kafetaria kantor. Terkadang Revan ikut nimbrung, kalau dia sedang tidak ada tugas keluar.
Jen dan Revan terkadang diam-diam lirik-lirikan saat bertemu di kantor.
Hubungan Raksa dan Jihan kekasihnya semakin menuju ke arah yang jauh lebih serius. Raksa sudah mengajak Jihan berkunjung menemui Daniah di kediaman Tuan Saga. Gadis bernama Jihan yang memang supel dan mudah akrab dengan semua orang, dengan cepat memikat hati Daniah. Seperti itulah perjalanan cinta Raksa yang cukup berjalan mulus. Walaupun sampai hari ini, belum pernah kata-kata walaupun sekedar basa-basi terucap dari mulut Raksa, kalau dia ingin menikah. Mungkin, dia sedang ingin menata karirnya terlebih dahulu.
__ADS_1
Pak Mun masih sehat dan bugar, sering bermain dengan Erina juga kalau putri kecil itu sedang ada di lantai bawah. Bersama dengan neneknya ibu dari Tuan Saga, dua orang tua itu selalu terhibur dengan celotehan Erina.
Oh ya, Haze dan Sofia, bagaimana kabar hubungan mereka?
Si imut Sofia sebentar lagi akan magang di anak cabang perusahaan Antarna Group. Dalam kurun waktu enam bulan ini hubungan mereka putus sambung, dua kali mereka bertengkar hebat gara-gara Haze yang mulai sibuk dengan aktivitas menyanyi dan dunia modelnya. Tapi dua kali juga mereka menangis dan berbaikan. Pokoknya masih seperti bocah pacaran.
Dan seperti itulah semuanya berjalan dengan normal.
Namun, di suatu siang. Di ruang kerja Saga, Han duduk berlutut dilantai, dia sedang memohon kepada Saga.
"Cih, apa yang kau lakukan."
"Tuan Muda, saya mohon pertimbangkan lagi, saya mohon tanyakan juga pendapat Nona Daniah bagaimana."
Saga mengeram di tempat duduknya, melihat Han dengan kesal. Padahal dia sudah terlihat marah, tapi bisa-bisanya Han tidak menghentikan apa yang mau dia bicarakan.
Hari ini Han membicarakannya lagi, walaupun tahu dia akan marah, tapi Han tetap mengungkitnya. Sebelumnya Saga sudah sempat marah dan menendang kaki Han. Dan sekarang, dia mengulanginya lagi.
Setelah sekian lama, Saga melihat lagi Han berlutut memohon padanya.
Apakah permohonan dari Sekretaris Han?
...đź’–Kesayangan Tuan Sagađź’–...
...đź’–Bagian Keduađź’–...
...Akan dimulai sekarang...
__ADS_1
Bersambung