
Kini semua orang kembali berkumpul di ruang keluarga setelah selesai dengan urusan masing-masing. Beberapa di antara mereka dilanda keingintahuan mengenai kedekatan wanita berbeda usia ini. Mita juga telah mengganti pakaian Lily yang kotor.
Mereka awalnya terkejut melihat keakraban Dian dan Lily. Padahal tadi Lily begitu takut pada Dian. Begitupun Dian yang terlihat dingin. Bukankah terlalu cepat keduanya akrab? Nico dan Roby saja tidak percaya jika itu memang Dian.
Mita terutama Nico terus saja menatap Dian yang terlihat sangat santai dengan ponselnya. Tidak ada tanda wanita itu akan bicara atau semacamnya. Mungkin hanya Roby yang sejak awal lebih memperhatikan.
"Aku harus pulang. Pekerjaanku banyak," ucap Dian memecah keheningan.
Baru akan beranjak, suara Nico menghentikan pergerakannya. "Siapa yang mengizinkan?" Wanita ini masih berani saja.
"Aku tidak perlu izinmu!"
"Aku suamimu, Dian!"
Sial! Dian lupa jika sudah menandatangani surat pernikahan.
Dian menatap kesal kearah Nico, lalu tatapannya beralih pada Lily yang menatap mereka polos.
"Kau tidak pulang? Sudah sore. Ibumu tidak mencarimu?"
__ADS_1
Mita seketika sadar. Lily masih disini. Jika terlambat mengantar pulang, khawatir ibunya Lily tidak akan memberi izin lagi.
"Biarkan saya yang mengantar Lily, Nyonya." Roby menawarkan diri
Mata Dian tak lepas memandangi Lily dan Roby yang berjalan keluar hingga menghilang di balik pintu. Hal itu juga tak lepas dari pengamatan Nico.
"Sepertinya kau sangat peduli padanya," ujar Nico.
"Aku sedikit iri padanya." Dian tersenyum tipis. "Dia bukan siapa-siapa, tapi keluarga asing menerimanya dengan baik," lanjutnya lagi.
Hal itu membuat Mita merasa tersindir. Dulu ia tidak mau menerima cucu kandungnya sendiri, tapi Lily yang hanya gadis biasa tanpa identitas jelas bisa ia terima dengan tangan terbuka. Ia sadar Dian dan Nico takkan semudah itu memaafkan dirinya.
Bagai dihantam ribuan duri, Mita merasakan dadanya kembali sesak. Sudah terlambat untuk menyesal lagi. Kenyataan Dian telah menggugurkan mereka tidak bisa ditepis. Ini semua adalah kesalahan dirinya di masa lalu.
"Maafkan Mama, Dian." Mita menyesal.
"Sebaiknya jangan terlalu dekat dengan Lily. Kulihat dia hanya gadis biasa saja. Aku khawatir dia campakkan karena tidak kaya," sambung Dian.
"Sudah cukup!" ucap Nico dingin. Ia tidak suka pembahasan yang mengarah pada bayinya. Baginya itu adalah luka yang tak dapat ditutupi atau bahkan sembuh sekeras apapun dirinya mencoba.
__ADS_1
Dulu dirinya tidak mengharapkan kehadiran mereka. Bukan karena tak ingin, tapi ia tak pernah memikirkan hal tersebut mengingat bagaimana hubungannya dengan Dian dulu hanya sebatas perjanjian belaka. Keduanya sepakat untuk berteman sampai hari perpisahan tiba. Tapi siapa sangka makhluk kecil tanpa sengaja ikut terlibat dalam hubungan rumit ini.
Mirisnya makhluk-makhluk kecil itu hanya hadir untuk sementara. Dan penyebab itu semua karena keegoisan orang tuanya sendiri! Nico selalu berusaha menghindari Mita yang secara tidak langsung adalah penyebab kematian buah hatinya. Ya, dirinya begitu membenci sejak Mita mengakui perbuatannya bersama Melly. Jika tidak ingat siapa dia, Nico mungkin sudah membunuh ibunya sendiri.
Maaf ... papa belum bisa melindungi kalian.
Itu sebabnya Nico bertekad untuk mengembalikan mereka kembali dengan membuat Dian hamil. Ia ingin menebus kesalahannya dengan memberi kasih sayang dan cinta yang tiada habisnya untuk calon anaknya di masa depan.
Melihat Mita yang menangis di depannya tak membuat Nico iba sama sekali. Kesalahan sang ibu memang sudah fatal di atas kewajaran dirinya. Selama bertahun-tahun ia mencari keberadaan Dian, berharap anak mereka hidup dengan baik yang rupanya hanya harapan semu.
Betapa terpukulnya dirinya mengetahui itu semua. Masih pantaskah ia disebut ayah?
"Sudah beberapa kali kukatakan agar menjaga jarak dariku jika ingin aku masih disini. Jangan sampai aku semakin membencimu." Nico memberi peringatan. Ia belum bisa memaafkan sang mama. Bagaimanapun wanita itu yang telah melahirkannya. Ia tak bisa membalas selain menjauhkan diri dari sang ibu.
Jangan sampai ia lepas kendali seperti apa yang telah dilakukannya pada Melly. Wanita licik yang sekarang pasti sudah menjadi gelandangan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dialog nya gak banyak ya Say. Sengaja aku memberi narasi untuk memperjelas cerita. Dengan begitu tidak ada yang akan mengeluh kalau ceritanya tidak jelas.
__ADS_1
#Note: Bab tidak panjang. Hanya orang sabar yang menerima kenyataan 😜