Ketika Takdir Kembali Memilih

Ketika Takdir Kembali Memilih
Kalau Begitu Lihat


__ADS_3

Dian menatap diam ke luar jendela mobil. Hari ini ia berangkat menggunakan sopir dengan beberapa pengawal di mobil belakang. Hidup lamanya kembali! Selamat tinggal sederhana. Ughh ... Dian menahan diri untuk tidak mengumpat. Betapa menyebalkannya Nico yang sudah menyiapkan semua ini.


Ia tidak perlu hal ini, oke! Tanpa pengawal saja orang sudah takut padanya.


“Dian, Tuan Nico bertanya apa kau memiliki asisten pribadi di kantor?” Dian hanya melirik malas pria di depannya. Roby bahkan mengikutinya sebagai sopir.


“Tuanmu ingin apa lagi? Suruh aja orang-orang itu pergi. Aku akan sangat berterima kasih.”


Roby menahan tawanya. “Tuan menyiapkan asisten untuk—”


“Tidak perlu!” potongnya. “Kalian tidak perlu repot-repot mengurusku. Percuma saja, tidak akan ada yang tahan," ujar Dian malas.


Aku tidak terkejut, batin Roby.


Wanita ini terlalu impulsif dan semena-mena. Wajar jika orang lain menghindar daripada menjadi korban.


Keduanya kembali hening. Roby fokus menyetir, begitupun dengan Dian yang kembali mengamat ke luar hingga tubuh keduanya tersentak ke depan bersamaan saat Roby mengerem secara mendadak.


"Dian, kau tidak apa-apa?!" Roby panik. Ia terkejut karena beberapa kendaraan yang melaju di depannya berhenti tiba-tiba.


"Sepertinya ada kecelakaan di depan," tebak Roby melihat keramaian disana. Jelas sekali ada dua perempuan yang beradu mulut. Mereka masing-masing pemilik mobil yang menjadi topik utama.


Dian tidak merespon, hanya bibirnya yang menyunggingkan senyum menyeringai. Wanita ini telah menangkap semuanya.


"Lebih dekat," ucap Dian kemudian. Roby menurut dengan memajukan mobilnya. "Stop!" Mobil berhenti tepat di sebelah kedua perempuan itu.


Kedua perempuan itu seketika terdiam kebingungan melihat mobil itu. Tak lama kaca mobil tersebut turun perlahan, menampilkan wajah cantik yang sedang tersenyum.


"Katakan biaya kerusakannya, biar aku yang membayarnya,” ucap Dian enteng.

__ADS_1


"What?!" Perempuan itu terkejut.


"Kalian menghalangi jalan. Lagipula tidak ada yang mau mengaku. Kita tidak tahu harus menunggu berapa lama lagi." Ucapan Dian diangguki oleh para pengendara lain yang juga berhenti karena macet.


“Dia yang menabrakku lebih dulu!”


“Hei! Kau menghentikan mobilmu tiba-tiba!”


“Diam!” bentak Dian, membuat keduanya tersentak kaget. “Ingin tahu siapa yang salah?” tanya kemudian. Keduanya menggeleng.


“Kalau begitu lihat.” Dian menepuk pundak Roby kuat, memerintahkan laki-laki itu pindah dari posisi kemudi.


“Dian—"


“Menyingkir!”


Melihat ada yang tidak beres, segera Roby memasang seatbelt. Benar saja! Dian tanpa takut langsung menginjak pedal gas dengan kecepatan laju, mengarahkan ke arah dua perempuan yang segera menghindar sejauh mungkin. Dan ....


Brakk!!


Semua orang terperangah di tempatnya menyaksikan kenekatan Dian. Wanita itu tanpa ragu menabrakkan mobilnya pada kedua mobil perempuan yang bertengkar tadi. Alhasil kerusakan parah tidak dapat dihindarkan. Keduanya syok bukan main melihat mobil mereka sudah tak secantik awal. Mobil yang dikendarai Dian pun tidak lagi utuh.




#Ilustrasi


“Ya Tuhan,” gumam Roby ikut syok di kursi penumpang.

__ADS_1


Dian keluar dengan wajah puasnya.


“Ka— kau!” Wajah perempuan itu memerah menahan amarah. Tangannya menunjuk Dian yang sangat santai.


“Sudah rusak,” ucapnya dengan wajah sedih yang dibuat-buat.


“Wanita gila!” umpat perempuan itu.


“Thanks!”


“Sekarang lihat wajahku baik-baik. Katakan saja berapa yang harus kubayar dan datang ke tempatku atau kalian bisa menghubungiku.” Tanpa senyuman seperti sebelumnya, Dian melenggang pergi disusul para pengawal.


“HEI!” teriak perempuan itu.


“Memangnya dia siapa! Ya Tuhan mobilku!”


“Dia Diandra Selena, kan,” gumam perempuan yang lainnya.


Perempuan yang memaki sejak tadi langsung terdiam. Tunggu, sepertinya ia ingat wajah itu.


“Astaga, kau benar! Pantas saja dia begitu berani.”


"Kau ingin melaporkannya?”


“Kau gila! Lebih baik aku meminta uang daripada melapor.”


“Cepat singkirkan mobilmu!”


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2