Ketika Takdir Kembali Memilih

Ketika Takdir Kembali Memilih
Singkat, namun Membekas


__ADS_3

Keributan terjadi di sekitar kolam renang sebuah sekolah menengah. Seorang siswi terkapar tidak sadarkan diri di lantai ubin. Beberapa orang mencoba membuatnya sadar setelah tenggelam. Tak lama siswi tersebut terbatuk mengeluarkan air yang tertelan.


Uhuk ... uhuk ....


Siswi itu tersadar sambil menunjuk seorang gadis yang berdiri di belakang kerumunan.


"Dia– dia mendorongku," ucapnya terbata-bata.


"Siapa?" Orang-orang memperhatikan sekeliling.


"Diandra–" Nyaris berbisik.


Semua orang terdiam saat mengetahui siapa yang dimaksud. Para guru pun saling menatap dengan raut wajah kebingungan satu sama lain. Semua orang saling berbisik tanpa berani mengeluarkan suara.


"Kenapa kalian diam saja. Dia ingin membunuhku!" jerit siswi tersebut.

__ADS_1


Siapapun tahu gadis itu bukan seseorang yang bisa mereka singgung. Dia punya kekuasaan yang mampu membuat mereka tak berkutik. Kejadian berbahaya seperti ini bukan lagi pertama kalinya. Meskipun mencoba melawan, gadis itu akan lolos tanpa bersusah payah.


Terbukti saat Diandra hanya tersenyum setiap siswi itu menudingnya.


"Dia menjatuhkan dirinya sendiri. Aku tidak mendorongnya." Satu jawaban dari Dian sudah berhasil menutup mulut semua orang. Tidak ada yang akan berani menyalahkannya.


"Ada cctv disana," tunjuknya. "Kalian bisa melihatnya sendiri." Bahkan jika Dian bersalah, mereka tak mampu berbuat apa-apa.


Begitulah kehidupannya. Saat kau memiliki kekuasaan, kau bisa menundukkan hukum. Membalik kebohongan menjadi kebenaran dan sebaliknya. Dirinya yang bersih sudah rusak. Untuk apa menjadi gadis baik jika semua orang sudah menganggap buruk. Tidak peduli seberapa kuat kita membuktikan kebenaran, tidak akan ada yang mempercayainya.


Namun dibalik semua itu, tantangan dan ujian tak henti-henti menghampiri. Ia mulai lelah dan membenci dirinya sendiri, hingga perbuatan buruk pun tidak lagi membuatnya takut. Didikan orang terdekatnya telah ikut andil membuatnya menjadi manusia tak berempati.


"Siswi itu tidak mati, kan? Aku akan memberi kompensasi sebagai bayaran. Jadi masalah ini aku anggap selesai. Lagipula dia yang lebih dulu menganggu putriku," putus Rea pada kepala sekolah.


Orang tuanya selalu melindunginya dari masalah yang sekiranya mampu merusak reputasinya kelak sebagai pewaris mereka. Jangan berpikir ia dilindungi karena peduli. Sebagai gantinya Dian akan dihukum di belakang layar hingga kekayaan yang mereka miliki tak mampu membayar setiap rasa sakitnya.

__ADS_1


Semua terus berlanjut hingga ia remaja. Memasuki sekolah akhir hingga hampir memasuki perguruan tinggi. Namun karena satu keputusan, semua berubah. Di usianya yang ke delapan belas, keluarganya mengharuskannya menikah dengan seorang pria yang tidak dikenal.


Cukup kehidupan tenangnya yang terusik. Jangan masa depannya. Ia masih bisa lari dari siksaan, tapi pernikahan tidak akan menjadi pilihannya!


Namun lagi-lagi, dunia seolah tidak pernah memihak. Tuhan pun seolah enggan ikut campur menolongnya. Saat mencoba lari, ia justru dihadapkan dengan pilihan berat. Pilihan yang tidak mampu ia tolak!


"Malam ini aku ingin melihat surat nikah sudah ada di mejaku! Kau dan gadis itu!"


Perkataan itu membuat semua harapannya runtuh. Dian tidak tahu harus melangkah kearah apa selanjutnya. Jika mundur, ia harus dihadapkan dengan pilihan orang tuanya, namun jika melangkah kembali, ia harus dihadapkan dengan orang-orang besar ini.


"Panggil aku papa. Mulai sekarang kau bagian keluarga kami."


"Kami akan melindungimu. Jadi jangan takut. Kakek disini bersamamu."


Hatinya yang mati mulai tergerak. Ia hampir melupakan jati dirinya yang buruk bersama mereka. Ia kembali merasakan kehangatan. Hingga jatuh cinta pada orang yang salah tak dapat ia hindarkan.

__ADS_1


Semua terasa singkat, namun membekas dalam ingatan. Hanya mereka yang merasakan tahu seperti apa rasanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2