
Byuurr
Satu ember penuh air disiramkan kebadan vina yang baru saja akan memasuki kelasnya, siapa lagi pelakunya kalau bukan sarah.
"Eh, anak kampung, gue udah peringatin sama lo ya, jangan deketin alvin"
"Gue gak deketin dia, memang kita ada kesepakatan" ucap vina
"Persetan dengan kesepakatan kalian, gue yakin ini cuma akal akalan lo aja kan, supaya bisa deket dengan mama alvin, dan lo bisa nguasain hartanya" sinis sarah
"Gue gak ada niat sedikitpun buat ngrebut harta alvin" elak sarah
"Halah, bullsit" bentak sarah lalu menjambak kasar rambut vina.
"Awww...lepasin" teman teman sekelas yang melihat hanya melongo.
Menyaksikan pembullyan sarah ke vina.
"Wooe..lepasin" teriak fani dari arah belakang.
Sarah menghentikan aksinya.
Lalu menatap fani tajam.
"Gak usah ikut campur lo"
"Gue berhak ikut campur, karna vina temen gue" ucap fani
"Hahaha.. temen lo bilang? Eh lo itu kaya, gak pantes temenan sama cewek miskin macam dia" ucap sarah sambil menunjuk vina.
"Mending lo cabut, sebelum gue panggil guru buat ngehukum lo" suruh fani
"Lo ngancem gue?" Tantang sarah,
Tapi setelahnya sarah pergi sebelum mengacungkan jari tengahnya ke fani.
"Lo gak apa apa vin?" Tanya fani khawatir
Vina hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Gue anter ke uks ya" vina mengangguk
"Wooe kalian, tau temen dibully tapi malah diem aja" omel fani ke semua temen temennya.
***
Setelah pulang sekolah, kini alvin mengajak vina ke pantai.
"Vin kamu tau gak, kalau senja itu indah" ucap vina sambil tersenyum menatap lurus kedepan.
Alvin diam menatap vina sekilas, lalu ikut menatap lurus kedepan.
"Aku suka banget sama senja, karna disitu aku bisa lihat sunset."
Masih dengan senyuman.
Alvin pun juga masih terdiam, mendengarkan ucapan vina.
"Tapi meskipun aku suka sunset, aku gak mau jadi sunset" belom memudarkan senyumnya, vina terus saja melanjutkan ucapannya.
Alvin mengernyitkan alisnya tanda bingung.
Kemudian memalingkan pandangannya, kembali menatap lurus kedepan.
Alvin menatap vina.
"Cantik" batin alvin. Tanpa dia sadari, alvin ikut tersenyum menatap vina.
"Coba deh kamu tutup mata, bentar lagi mataharinya mau tenggelam"
Suruh vina, yang juga menutup matanya.
Alvin mencoba menutup matanya, seperti vina.
"Hitung mundur dari sepuluh ya" ucap vina
"Sepuluh" ucap vina
"Sembilan" ucap vina
__ADS_1
"Delapan" ucap vina
"Tujuh" ucap vina
"Enam" ucap vina
"Lima" ucap vina
"Empat" ucap vina
"Tiga" ucap alvin menyauti
"Dua" ucap alvin lagi
"Satu" ucap mereka berdua
Lalu mereka membuka mata mereka masing masing.
Hari sudah gelap.
Bahkan senyuman vina pun sudah terlihat samar karna gelapnya malam.
Vina merasa ada yang keluar dari hidungnya, diusapnya ternyata darah. Segera vina membersihkannya, sebelum alvin mengetahuinya.
"Ayok pulang" ajak vina
"Kenapa pulang, baru juga magrib. Bukannya masih ada waktu sampai jam 9 malem" ucap alvin
"Iya, tapi aku ada PR banyak, jadi harus pulang lebih awal" ucap vina
Alvin mengangguk. Kini alvin mengantarkan vina pulang ke kost kost an.
Setelah sampai dikamar kost, vina langsung meminum obatnya. Direbahkannya tubuh mungilnya itu, dan segera memejamkan mata barang sejenak.
Kepalanya nya kini terasa sakit sekali. Tak lupa vina mengirimkan pesan singkat ke alvin
Alvin
"Met malem ya sayang, makasih untuk hari ini, love you"
__ADS_1
Tbc