Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
34.pendekatan 5


__ADS_3

Lagi lagi vina mendengus kesal.


"Maaf, saya disini mengontrak, lagian ini sudah malam, kita juga lawan jenis, apa kata tetangga nanti kalau anda menginap disini. Lagipula disini tempatnya sempit dan kumuh, apa anda tidak merasa risih karnanya" ucap vina panjang lebar.


Alvin terdiam mendengar ucapan terakhir vina. Dia merasa vina telah mengingatkannya tentang ucapannya waktu dikantin dulu.


Kini alvin benar benar merasa bersalah kepada vina.


Pada akhirnya alvin mengangguk.


"Ya udah deh, gue pulang dulu ya, besok besok gue boleh kan main kesini" tanya alvin


Vina mengangguk ragu.


"Thanks ya" ucap alvin, lalu mendekati vina.


Cup


Alvin mencium vina, **********, mengerti tak ada balasan dari vina, alvin menggigit kecil bibir vina, membuatnya mau tidak mau membuka mulutnya, alvin mengabsen seluruh isi mulut vina. Vina hanya diam tak membalas, dan tak menolak. Setelah dirasa cukup, alvin menghentikan aksinya, Lalu dia memeluk vina erat.


"Gue kangen sama lo" ucap alvin disela sela pelukannya


Tanpa alvin ketahui, sedari tadi vina sudah meneteskan air matanya.


Sebelumnya vina hanya diam tak membalas pelukan alvin, sampai akhirnya sedikit demi sedikit tangannya mulai naik keatas memegang punggung alvin.

__ADS_1


Vina membalas pelukannya.


Vina hanya berharap, kali ini ciuman serta pelukan alvin tulus, bukan ajang taruhan seperti waktu itu.


Setelah lama berpelukan, vina menunduk, sambil mengusap air matanya. Dia tidak ingin alvin mengetahui kalau vina menangis.


Tapi naas, ternyata alvin mengetahuinya.


"Kok malah nangis?" Tanya alvin sambil mengelus lembut pipi vina dengan ibu jarinya.


Alvin tersenyum.


"Emangnya lo gak kangen sama gue?" Tanya alvin sambil tersenyum jail.


Vina hanya menunduk. Dia tidak menjawab, tanpa menjawabpun, harusnya alvin sudah tau gimana saat ini perasaan vina.


Alvin mencebikkan bibirnya.


"Padahal pengen banget berduaan sama lo, lagian ini udah bukan malem lagi. Udah jam 3, berarti udah pagi" jelas alvin


"Emm..sebaiknya anda segera pulang" ucap vina


"Iya iya, gue pulang ya..eh, apa gue tunggu didepan kontrakan aja ya, biar tetangga gak curiga"


Vina melotot. Bisa bisanya alvin bicara seperti itu, apa dia gak sekolah?

__ADS_1


"Hari ini senin, bukankah anda masih harus sekolah?" Ucapan vina sontak membuat alvin menepuk dahinya


"Oiya gue lupa, seharian sama lo terus sih, jadi lupa waktu deh" ucap alvin sambil tersenyum lebar.


"Gue balik dulu ya, besok pulang sekolah, kita ketemu lagi" pamit alvin. Lalu mencium singkat bibir mungil vina, dan kemudian mencium kening vina lembut.


Vina yang diperlakukan seperti itu hanya terdiam.


Mungkin malam ini, vina tidak akan bisa tidur, karna perlakuan alvin kepadanya.


Tapi waktu itu, dia juga sama seperti ini. Tidak bisa tidur memikirkan perlakuan alvin, yang ujung ujungnya membuatnya harus menangis dan bersedih beberapa bulan.


Vina menutup pintu, dan mematikan lampu nya, dia merebahkan diri dikasur lantai.


Badannya sangat lelah, apalagi pikirannya, yang akhir akhir ini terus saja memikirkan perilaku alvin.


Vina bingung, darimana alvin tau kontrakannya. Bukan hanya itu, alvin juga tau tempat kerjanya, diminimarket, dan ditaman kota.


Apa alvin mencari tahu tentangnya'pikir vina.


Vina geleng geleng kepalanya cepat.


Tidak mungkin, alvin tidak mungkin mencari tahu keberadaan vina, apalagi alvin itu sangat membenci vina.


Tapi ciuman dan pelukan tadi, apa maksudnya?

__ADS_1


Tbc


__ADS_2