
Vina_
Kubuka mataku perlahan cahaya mentari masuk kecelah celah kamarku. Bergegas siap siap mandi, dan setelahnya aku berangkat pagi untuk bekerja sebagai loper koran sebelum kesekolah.
Ya aku memang bekerja untuk memenuhi kebutuhanku, dan juga ibuku yang sering sakit. Beruntung aku mendapat beasiswa disekolah SMA Pelita. Sekolah yang tergolong elit, dan sebagian besar anak orang kaya yang bersekolah disana.
Aku vina suganda, biasa disapa vina.
Setelah pekerjaanku selesai, aku bergegas menuju sekolah karna jam sudah menunjukan pukul 6.45, ku gayuh sepeda dengan cepat menuju sekolahan, beruntungnya tempat kost an ga jauh dari sekolahan dan tempatku bekerja.
Aku berjalan menuju kelas ku XI IPA 1, kelas unggulan dengan orang orang pintar. Saat dikoridor sekolah seperti biasa aku selalu diganggu grombolan cowok, dan satu cewek yang sudah dipastikan itu geng nya alvin prambudi, biasa dipanggil alvin.
Dia anak dari pemilik yayasan ini. Sudah dipastikan juga segrombolan anak anak itu adalah orang kaya semua, dan cewek yang disampingnya adalah sarah amelia, biasa dipanggil sarah, yang tak lain adalah pacar alvin.
"Ck. Ada cewek miskin nih" ejek alvin dengan menyunggingkan senyumnya
"Mana bau lagi, udah mandi belom sih lo? Atau jangan jangan lo ga mandi ya, karna bayar air mahal. Jadi lo berhemat. Hahaha" hina sarah diakhiri tawa nya
__ADS_1
"Hahahahahaha.... " tawa semua geng alvin, kecuali veri
Geng alvin terdiri dari angga, veri, dan dika
"Heh miskin, napa lo diem aja. Hah? Budeg ya lo, apa jangan jangan lo ga beli korek kuping, buat bersihin kuping lo? Hahaha" ejek alvin sembari mendorong bahu ku, mengakibatkan aku terjungkal kebelakang, dan pantatnya mencium lantai.
Aku hanya menunduk saja, ga berani melawan, karna mau melawan seperti apa tetap aku akan kalah.
Secara aku ini miskin, mau makan aja susah, sedangkan mereka orang kaya.
Karna sudah biasa dihina seperti itu, aku sudah kebal, tidak menangis, tapi tetep aja hatiku rasanya sakit dihina sama orang yang aku sayang dari dulu.
Ada salah satu teman alvin, yang mungkin tidak terlalu minat untuk menghinaku, karna setiap geng alvin mengejek bahkan menghinaku, hanya dia yang diam. Yang lainnya menertawaiku.
Veri.. ya mungkin hanya dia yang sedikit lebih baik dari temab temannya.
Setelah menghinaku, mereka berlalu begitu saja menuju kelas.
__ADS_1
Memang kita gak sekelas, tapu entah kenapa alvin begitu membenciku.
Apa hanya orang miskin sepertiku yang tidak berhak sekolah disekolahan favorit seperti SMA Pelita ini.
Sampai dikelas aku disambut baik oleh teman sebangkuku, namanya fani.
"Pagi vina" sapa nya ramah
"Pagi fan" sapaku balik, sambil menekuk wajahku
"Kenapa lo pagi pagi udah cemberut aja" tanyanya
"Biasa" jawabku singkat
"Diganggu lagi sama geng alvin?"
"Hmm" jawabku hanya dengan gumaman
__ADS_1
Memang fani itu kaya, tapi dia tidak sombong, fani juga pintar. Sama sepertiku, cuma bedanya dia anak orang berada, sedangkan aku hanya kalangan rendahan. Jangankan untuk biaya sekolah, untuk makan saja aku harus bekerja keras.
Tbc