Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
31.pendekatan 2


__ADS_3

Kini alvin berada didalam minimarket tempat vina bekerja. Benar kata ibu tadi, vina bekerja disana.


Alvin mengambil minuman dingin, dan mendekat kearah vina, yang sedang menata barang di rak.


"Mbak, minuman isotonic habis ya?" Tanyanya


"Masih kok mas" jawab vina lalu menoleh kearah sumber suara.


Vina melotot tak percaya, ternyata yang barusan bertanya adalah alvin.


Secepat mungkin vina merubah ekspresi wajahnya menjadi biasa dan ramah.


Sedangkan alvin malah senyum senyum sendiri, melihat vina yang jadi salah tingkah.


"Ad-ada disebelah sini mas" jawab vina dengan gagap sambil menunjukkan minumannya.


Vina merutuki mulutnya yang gagap itu.


Buru buru vina kembali bekerja, namun pergelangan tangannya dicekal alvin.


"Kerja disini juga?" Tanyanya


Vina hanya mengangguk. Diliriknya alvin yang masih tersenyum.


"Pulang jam berapa?" Tanya alvin lagi


Bukannya menjawab pertanyaan alvin, tapi vina justru berusaha melepaskan tangannya dari cekalan alvin.


"Maaf mas, saya harus kembali bekerja. Permisi"


Alvin melepas cekalannya, dan membiarkan vina menyelesaikan pekerjaannya dulu.


"Gue tunggu didepan yah" alvin sedikit teriak, karna vina yang sudah berada lumayan jauh darinya.

__ADS_1


Vina tidak menjawab ucapan alvin, dia tetap fokus pada pekerjaannya.


Skip


Sudah waktunya pulang, vina bergegas membereskan barangnya, karna dia harus segera menuju cafe.


"Eeitt..mau kemana lo" alvin mencekal tangan vina yang baru saja akan menaiki angkot.


"Maaf, saya harus segera pergi" ucap vina sembari berusaha melepas cekalan alvin


"Neng jadi naik gak?" Tanya supir angkot


"Gak jadi bang" bukan vina yang menjawab, bukan. Tapi alvin. Vina melotot bingung.


Angkot pun kembali berjalan, meninggalkan vina.


"Gue anter" ucap alvin datar, dan langsung menarik vina menuju mobilnya.


"Maaf, saya bisa pergi sendiri" tolak vina halus, dia ingat kata kata alvin waktu dikantin, kalau setiap kali membawa vina, mobilnya langsung dicuci.


Vina berbalik, dan langsung berjalan menjauhi alvin.


Alvin tidak tinggal diam. Dia mengekori vina.


Sampai ada angkot lagi, vina menaiki angkot itu. Saat duduk didalam angkot, vina tersentak, ternyata alvin mengikutinya.


Tapi vina enggan bertanya, dia memilih untuk diam.


"Punya duit receh gak, gue gak ada duit receh nih" ucap alvin setengah berbisik.


Lihat saja, dalam kondisi seperti ini, alvin masih bisa merepotkan vina.


"Emm" vina menjawab dengan gumaman.

__ADS_1


"Tunggu kek" teriak alvin, saat mereka sudah turun dari angkot.


Dari jalan raya, sekitar 100meter baru sampai cafe. Jadi vina berjalan menuju cafe.


Alvin mensejajarkan langkahnya dengan vina.


"Lo biasa naik angkot desak desakkan gitu emang?" Tanya alvin


"Emm" vina menjawab dengan gumaman


"Apa tiap hari lo juga jalan kaki kek gini" tanyanya lagi


"Emm" lagi lagi vina menjawab dengan gumaman.


"Gak ada jawaban lain emang?"


"Maaf, saya harus bekerja sekarang" ucap vina karna mereka sudah sampai dicafe.


Vina segera mengganti seragamnya dan mulai bekerja.


Sedangkan alvin, dia duduk dikursi pengunjung, tak lupa dia menelpon sopirnya untuk mengambil mobilnya diminimarket.


"Silakan kak, mau pesen apa?" Tanya pelayan cafe


"Gue mau pesen, tapi dia yang ngelayanin" ucap alvin, sambil menunjuk vina.


"Maksud kakak, vina?"


"Emm"


"Ooh..baiklah kak, saya akan panggilkan vina"


Setelahnya pelayan itu memanggil vina. Alvin tersenyum kegirangan.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2