Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
37.permintaan


__ADS_3

Vina_


Saat ini aku lagi dirumah sakit, sebenernya aku gamau ngrepotin banyak orang, aku lebih nyaman dikontrakan. Disana aku bisa istirahat, tidur nyenyak, dan ga bau obat kayak gini.


Saat aku buka mata, yang aku lihat pertama kali ada alvin, aku senyum ke arahnya, dan dia membalasnya.


Gatau kenapa rasa rasa nya aku lelah, aku capek, badan aku rasanya udah ga kuat.


Sejenak aku diam menyaksikan mereka menungguku, mama alvin, alvin, dan ibu.


Ya ibu datang, itu berarti mereka termasuk ibu udah tau kalau aku sakit kanker.


Aku lihat ibu mengusap air matanya, jujur itu membuatku sakit, andai aku ga pingsan dan berakhir dirumah sakit, mungkin ibu ga akan tau dan ga akan sedih.


Aku memang manusia gak guna, selalu saja ngrepotin orang lain.


Huft.. aku menghela napas kasar


Hari ini mau gak mau, boleh gak boleh aku memaksa untuk pulang, setelah 3 hari dirawat dirumah sakit.


Karna saat ini, sepertinya aku sudah tidak tahan lagi. Sebelum aku mengakhirinya Aku meminta alvin mengantarkan kesuatu tempat.


Sebelum ketempat itu aku meminta alvin mengantarkan kerumah veri.

__ADS_1


***


Ting nung..


Bunyi bel rumah veri, tak lama ada yang membuka kan pintu, ternyata wanita paruh baya, yang aku yakini dia adalah asisten rumah tangga disitu


"Eeh den alvin, masuk aja den, den veri lagi dikamarnya"


"Emm..gak usah mbok, bisa panggilin veri ga?"


"Yaudah kalau gitu, tunggu sebentar yah den, non, biar saya panggil den veri, silahkan masuk dan duduk dulu den, non"


Setelahnya kami masuk kerumah veri yang begitu besar, kami duduk disofa ruang tamu. Tak berselang lama veri pun muncul dari lantai atas menuju ruang tamu.


Kami tidak menjawab.


"Gimana keadaan lo, udah baikan?" Tanya veri


"Udah kok" jawabku dengan senyuman


"Emm..ini ver, gue kesini mau bayar utang gue yang waktu itu"


Ya aku bayar utang ke veri dengan uang tabungan dari pas aku sekolah dasar, tadinya uang itu mau aku pake buat biaya kuliah kelak, tapi sepertinya umurku tak sampai kuliah.

__ADS_1


"Vin..kan kemarin gue udah bilang, lo ga usah pikirin soal duit itu, gue ikhlas kok bantu lo, lagian nih ya lo gam lihat apa, harta gue udah banyak, bukan nya sombong sih, tapi duit segitu gak ada apa apanya buat gue, jadi lo gak usah pikirin yah"


"Tapi ver ini kan gue utang, jadi mau gak mau harus gue balikin" aku tetep keukeuh nyodorin duit di atas meja. Meskipun veri terus menolak, tapi aku tetep maksa buat dia mau nrima.


Alvin hanya terdiam melihat perdebatan kecilku dengan veri.


"Udah trima aja, niat vina kan baik" kini alvin ikut berbicara


"Tapi kan gue udah iklasin" ucap veri


"Plis trima ya, gue gak mau diakhirat sana, ditagih sama malaikat" ucapku spontan, membuat alvin dan veri langsung beralih menatapku


Aku yang ditatap hanya memasang wajah cengo. Lalu nyengir.


"Lo ngomong apaan sih vin" ucap alvin


Gue geleng geleng kepala


"Enggak, bukan apa apa" ucapku datar.


Dan pada akhirnya veri mau menerima uangnya.


Setelahnya aku menuju tempat yang ingin sekali aku kunjungi akhir akhir ini dengan alvin.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2