Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
25.hari ke 19


__ADS_3

Vina tau besok alvin tidak akan menerima nya sebagai pacar, itu berarti vina harus siap siap pergi jauh dari kehidupan alvin, karna itu kesepakatan mereka waktu itu.


Seperti sebelum sebelumnya, kini vina sedang bekerja dicafe milik keluarga veri.


Dengan telaten vina membersihkan meja pengunjung.


Setelah jam kerjanya dicafe selesai, vina meraih hapenya dan mengirimkan pesan singkat ke alvin


Alvin


"Met malem ya al.. love you"


Begitulah isi pesan untuk alvin. Sebelum akhirnya vina bergegas untuk bekerja sebagai penyapu jalanan.


Vina menaruh hape kedalam tasnya, dan mulai mengerjakan pekerjaannya. Lelah memang, tapi ini semua dia lakukan agar cepat mendapatkan uang, dan bisa membayar hutangnyabke veri.


Sekarang vina tidak lagi berniat untuk melanjutkan kuliah, karna entah kenapa vina merasa umurnya tidak akan lama lagi. Mengingat hampir setiap hari kini badannya semakin melemah.


Disisi lain, sedari tadi alvin mencoba menghubungi vina. Namun naas hape vina mati. Padahal baru saja vina mengiriminya pesan singkat. Alvin pun sudah ke kost an vina, tapi kost an nya kosong.


Vina belom pulang.


Jujur saja alvin sangat khawatir terhadap vina. Apakah rasa itu sudah mulai muncul? Ataukah hanya rasa khawatir terhadap teman? Harus nya dia tidak sekhawatir ini dengan gadis miskin itu. Tapi entah kenapa dia enggan mengakuinya.


Saat ini alvin sedang berada ditempat tongkrongannya bersama veri dan teman temannya yang lain.

__ADS_1


"Men lo napa sih, murung aja dari tadi" tanya angga ke alvin


"Hah? Gu-gue gak papa" jawab alvin gagap. Dia merutuki mulutnya saat ini.


"Cerita ke kita kita kalau ada masalah" ucap angga lagi


"Hmm" alvin hanya bergumam menanggapi ucapan temannya itu.


Sedangkan veri sedari tadi hanya memperhatikan gerak gerik alvin.


Mungkin hanya veri yang mengetahui alasan kegundahan alvin saat ini.


***


Air minum kini sudah ditegak vina. Dia sedang istirahat dari pekerjaannya, sebelum setengah jam lagi vina harus memulai kembali dan menyelesaikannya.


Memang benar dia sudah pamit pulang kepada teman temannya setengah jam yang lalu. Dan kini tanpa sengaja dia melihat vina yang sedang duduk dipinggir jalan, dekat taman.


Veri mendekati vina yang saat ini sedang memakan sebungkus roti.


"Vin" panggil veri


Vina pun menoleh. Dia menelan ludahnya kasar, bagaimana bisa dia bertemu veri disini. Jujur saja bukannya malu, tapi vina takut veri akan memberi tahu alvin.


Seperdetik kemudian vina menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Udah jam 2 pagi, tapi lo masih aja kerja" tanya veri datar


Alih alih menjawab vina justru menatap veri lalu tersenyum, dan balik bertanya


"Lo sendiri ngapain jam 2 masih kluyuran"


"Gue kan cowok, wajar gue kluyuran malem malem" ucap veri seraya menaikkan alisnya sebelah dan melipat kedua tangannya didepan dada.


Vina tersenyum lagi, lalu manggut manggut.


"Gue lanjut kerja dulu ya" pamit vina saat jam istirahatnya sudah selesai


"Tiap hari lo kerja kayak gini?" Tanya veri yang berada tepat disamping vina yang sedang menyapu jalanan.


"Hmm" vina hanya menjawab dengan gumaman


"Emang gak capek?" Tanya veri lagi


"Gak kok, gak capek. Lebih capek lagi ngejar alvin" ucap vina keceplosan


"Eh?" Vina nyengir


"Curhat buk?" Goda veri.


Setelahnya veri ingin mengantarkan vina pulang, tapi vina menolak karna dia membawa sepedanya.

__ADS_1


Besok adalah hari keputusan tentang perasaan alvin. Semoga saja vina bisa melewati hari esok.


Tbc


__ADS_2