
Vina_
Hari ini rasanya beda dari biasanya, semenjak alvin menyetujui kesepakatan kemarin, aku sangat bahagia sekali, bahkan aku tidur sampai larut karna memikirkan kejadian kemarin.
Meskipun alvin memberi syarat kalau jangan sampai anak anak sekolah tau, karna alvin malu. Dan aku harus jaga jarak dengan alvin seperti biasanya
Ga sabar pengen cepet cepet pulang, karna kencan pertama dengan alvin dimulai nanti setelah sekolah usai.
Aku terus memikirkan hal itu, dengan senyum senyum sendiri sampai ga sadar fani merhatiin dari tadi
"Kenapa lo vin, aneh banget. Kesambet?" Tanya fani penuh selidik
"Gue mau cerita penting nih, gue lagi bahagia benget"
"Cerita apaan?" Fani penasaran
"Gini nih..." lalu aku menceritakan semuanya dari awal.
Fani pun memberi semangat kepadaku
Skip
Tiba saatnya pulang sekolah
Aku menaiki sepedaku menuju kost kost an, setelah sampai aku bergegas mandi dan ganti baju karna sebentar lagi aku bakal dijemput alvin buat kencan. Duuh ga sabar deh
Ngomong ngomong soal kerja, aku udah diijinin sama mama alvin cuti selama kesepakatan kemarin, karna ternyata pemilik cafe tempatku bekerja adalah teman sekaligus sahabat mama alvin, jadi pemilik cafe tidak keberatan.
Dan veri ternyata anak dari pemilik cafe, pantes aja kemarin aku gak dimarahin sama bosku.
Ngomong ngomong soal upahku bekerja, mama alvin memberiku imbalan, katanya sebagai upah biar alvin ga deket deket sama sarah.
__ADS_1
Tadinya sih aku nolak, tapi karna tante vivi maksa, pada akhirnya aku trima tawarannya. Toh aku juga seneng bisa deket dengan alvin.
Egois gak sih?
Tiin..tiin..
Suara tlakson mobil alvin
Alvin udah ada didepan kost an, aku segera keluar dari kost.
Dan langsung masuk kemobil alvin
Aku mencoba mengajak bicara alvin, tapi alvin cuma balas sekenanya
"Al kita mau jalan kemana?" Tanyaku girang
"Mall" jawab alvin singkat
Aku hanya manggut manggut saja
"Oiyaa kamu udah makan?" Tanyaku
"Belom"
"Gimana kalau kita cari makan dulu" ajakku
"Hmm"
Gumam alvin
aku mencoba menggandeng tangannya, dan segera ditepis oleh alvin
__ADS_1
"Apa apaan sih lo?" Bentak alvin
"Ya kan kita pacaran al" ucapku sedih
"Denger baik baik ya, kita pacaran cuma didepan mama, jangan coba berani lo sentuh gue se.di.kit.pun" ucap alvin dengan penekanan dikata terakhir
"I-iyaa" kata gue takut.
Saat disalah satu tempat makan.
"Al kamu suka udang gak, nih" gue coba nyuapin udang kemulut alvin
Kembali ditepis kasar oleh alvin, mengakibatkan udang beserta sendok jatuh kelantai.
Semua mata tertuju pada kami.
"Gak usah sok perhatian gitu sama gue, jijik gue nya" ucap alvin
Aku tengok kanan kiri, semua mata melihat kearah kami, aku hanya diam menunduk, lalu melanjutkan makan.
Setelah selesai, alvin mau bayarin makanannya, tapi aku bilang makanannya biar aku yang bayar.
Bukannya sombong sih, tapi aku gak mau dicap cewek matre atau hanya sekedar memanfaatkan alvin.
Aku juga gak mau ngrepotin alvin. Apalagi alvin juga masih punya sarah, bisa bisa aku dianggep pelakor nantinya.
Saat diperjalanan pulang, tidak ada obrolan dari kami.
Alvin fokus menyetir, begitu juga denganku. Aku memilih menunduk, karna sejak kejadian tadi pas makan, aku jadi ngerasa bersalah sama dia.
Sampai didepan kost kost an, aku turun.
__ADS_1
"Emm.. al makasih yah, udah ajak jalan" tanpa menjawab alvin langsung melajukan mobilnya kencang.
Tbc