Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
15.hari ke 9 air terjun


__ADS_3

Hari ini senin, hari ini juga vina libur sebagai loper koran, karna setiap senin, dia harus berangkat lebih pagi untuk mengikuti upacara disekolahannya.


Vina memang anak teladan, dia tidak pernah sedikitpun membolos, kecuali dalam keadaan mendesak.


Saat semua murid mengikuti upacara, alvin sekilas melirik ke arah kelas vina. Entah kenapa alvin melakukan hal itu.


Sebenarnya alvin sedikit takut kalau vina melaporkan kejadian kemarin ke mamanya.


Alvin takut vina mengadu ke mamanya, karna sudah meninggalkannya di kedai es cream, dan malah jalan bersama sarah.


Alvin berniat nanti akan menemui vina dan mengancamnya.


Setelah kegiatan upacara selesai, para murid istirahat setengah jam sebelum dimulainya pelajaran.


Kini vina sedang berada diperpustakaan mencari buku, untuk dipelajarinya. Karna jam pelajaran pertama nanti, kelasnya mengadakan ulangan harian.


"Heh miskin, sini lo" panggil alvin tiba tiba dari arah belakang


Vina melangkah mendekati alvin yang sudah berdiri dua meter dibelakangnya.


"Ada apa?" Tanya vina


"Jangan coba coba lo ngadu ke mama soal kejadian kemarin. Ngerti lo"


Vina hanya diam.


"Kalau sampai lo ngadu, lo akan tau akibatnya" ancam alvin

__ADS_1


Vina mengangguk patuh.


Setelahnya alvin melenggang pergi begitu saja.


Vina pun melanjutkan membaca buku nya.


***


Pulang sekolah kini alvin mengajak vina ke tempat yang ada air terjunnya. Entah kenapa suasana hati alvin diliputi rasa cemas dan takut, terlebih rasa bersalah hanya karena meninggalkan vina dikedai es cream kemarin.


Setelah sampai diair terjun.


"Al, sini.." ucap vina antusias, dia senang bisa ketempat ini.


Alvin berdecak kesal, pasalnya disitu banyak sekali pengunjung yang datang, dan kelakuan vina bener bener kayak cewek kampungan. Alvin merasa malu sekali membawa vina ketempat itu.


Alvin yang mengetahui perubahan raut wajah vina, hanya cuek. Tak memperdulikannya. Dia melangkah mendahului vina.


Kini alvin dan vina berada tepat dibawah air terjun itu.


"Aaaaa" alvin berteriak senang, seakan akan beban nya hilang.


Begitu juga dengan vina, vina sangat senang dia bisa ketempat ini bersana alvin.


Setelah dirasa cukup puas, vina dan alvin menepi, kebetulan sekali vina tidak membawa jaket. Alhasil dia kini merasa kedinginan. Karna air terjun yang tergolong dingin.


Alvin yang mengetahui bibir pucat vina, lantas memberikan hoodie nya ke vina.

__ADS_1


"Nih pake" ucap alvin sambil melempar hoodie nya ke arah viba


"Ga usah al, kamu aja yang pake" tolak vina


"Gak usah sok kuat, gue gak mau gendong lo. Entar yang ada lo malah ngrepotin gue lagi. Udah pake buruan" suruh alvin


Akhirnya vina memakai hoodie milik alvin, kebesaran memang, tapi gak apa apa lah. Toh itu juga sebagai penghangat tubuhnya.


Setelah dirasa cukup untuk bersenang senang, alvin dan vina memutuskan untuk pulang, karna hari juga sudah mulai gelap.


"Mau makan dulu gak?" Tanya alvin


"Gak usah deh al, aku makan dirumah aja, tadi masak soalnya" jawab vina. Bukan apa apa, saat ini vina harus berhemat, karna ibunya kembali sakit, dia harus mengirimi ibunya uang, untuk berobat.


Alvin hanya manggut manggut saja.


Setelah sampai dikost an vina. Vina turun dari mobil alvin.


"Mau mampir dulu gak al?" Tawar vina


"Gak usah, gue langsung balik aja" tolak alvin.


Setelah kepergian alvin, vina lalu masuk kamarnya, tak lupa dia mengirimi pesan singkat ke alvin


Alvin


"Makasih ya sayang, untuk hari ini. Love you"

__ADS_1


Tbc


__ADS_2