Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
22.hari ke 16 rumah sakit


__ADS_3

Besok paginya seperti biasa disekolahan, cuma yang membedakan hari ini vina tidak masuk sekolah, dan mungkin akan seterusnya.


Alvin sebenernya bertanya tanya kenapa vina bisa ga masuk, karna gak biasanya anak serajin vina bisa bolos.


Pas ditanya ke kelasnya, kata fani vina gada keterangan. Fani juga gatau kenapa vina tiba tiba bolos, dan tidak memberinya kabar sama sekali.


Diwaktu yang sama, saat ini vina sedang menahan rasa sakitnya, hidungnya terus saja mengeluarkan darah, kepalanya pusing, badan nya terasa remuk, hatinya juga sangat sakit. Lengkap sudah penderitaan vina. Tapi vina ga boleh ngeluh, vina ga boleh nyerah gitu aja, tapi bagaimanapun vina berusaha menahan rasa sakit, tetap saja vina itu seorang cewek biasa.


Vina mencoba meraih obatnya yang berada dilaci meja belajarnya. Namun naas, sebelum obat itu sampai ditangannya vina sudah tidak sadarkan diri.


Pada akhirnya vina pingsan dikamarnya.


Beruntung pemilik kost datang ke tempatnya, niatnya tadi ingin menanyakan perihal uang kost, tapi melihat vina pingsan, ibu kost langsung panik dan membawanya ke rumah sakit terdekat.


Saat dirumah sakit vina dinyatakan mempunyai kanker hati, dan harusnya vina dirawat dirumah sakit, tapi vina menolak, karna vina tau dia tak punya cukup biaya.


Tapi vina belom diijinkan pulang hari ini.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan pukul 13.45, dan sebentar lagi sekolah pulang, vina dengan posisi berbaring diranjang pasien, segera mengambil hape nya dan mencari nomor seseorang disana, setelah ketemu vina segera mengirimkan pesan singkatnya.


Alvin


"Al, maaf yah hari ini aku ada acara, jadi hari ini kamu free, kamu bisa pergi dengan teman teman kamu,


love you"


Begitulah isi pesan vina untuk alvin.


Vina merasa dirinya memang harus pergi jauh dari kehidupan alvin, agar alvin bahagia.


Kini vina sendiri diruangan berbau obat itu. Memikirkan nasib kedepannya.


Dia harua mencari sekolahan baru yang lebih murah, dan dia juga harus mencari pekerjaan baru agar bisa membiayai sekolahnya, ibunya dan juga membayar hutangnya ke veri.


Jujur saja vina tidak enak hati, karna veri sudah berkali kali menolongnya. Meskipun veri adalah teman alvin, tapi cuma veri yang tidak ikut membully nya.

__ADS_1


Bahkan waktu itu veri mau menemaninya jalan jalan, disaat alvin memilih jalan bersama sarah pacarnya.


Tidak dapat dipungkiri, saat itu ingin sekali vina melarang alvin, memilih jalan dengan sarah, hatinya sangat sakit melihatnya, tapi apa mau dikata, sarah lebih dulu berpacaram dengan alvin.


Kalau bukan karna mama alvin, vina juga tidak akan bisa sedekat ini dengan alvin.


Harusnya vina bersyukur bisa dekat dengan pujaan hatinya.


Meskipun pada akhirnya mereka tidak akan bersama. Vina harus sadar siapa dia, dan siapa alvin.


Vina hanyalah kalangan bawah, berbeda dengan alvin dan teman temannya. Mereka dari kalangan atas.


Vina tau, dicabutnya beasiswa itu pasti ulah sarah, yang tidak terima karna vina sudah dekat dengan alvin.


Ibu arum itu adalah mama sarah, dia juga yang berdonasi menyumbangkan beasiswa disekolahan SMA Pelita.


Vina mencoba memejamkan matanya, dia ingin mengistirahatkan badannya sejenak, sebelum nanti dia harus bekerja lebih giat lagi. Untuk mencukupi kehidupannya dan ibunya. Tak lupa dia juga harus membayar utang ke veri.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2