
Author_
Angin berhembus begitu kencang, suara gemuruh airpun juga ikut kencang, sesekali menyambar kaki mereka berdua
Langit yang sebentar lagi menampakkan keindahan sore hari.
Matahari yang sebentar lagi akan tenggelam, membuat semakin indah suasana sore ini dipantai.
Mereka berdua menikmati kebersamaan nya, sesekali mereka saling kejar kejaran, bercanda bersama, tertawa bersama, seakan akan mereka lupa, masih ada orang lain selain mereka disana.
Aah..begitu indah, ingin sekali vina berdoa kepada Tuhan agar dia diberi umur panjang untuk menikmati moment ini bersama orang yang selama ini di cintainya.
Diwaktu dan tempat yang sama juga, sepasang mata melihat kebersamaan mereka, membuat hatinya sakit, tapi dia juga merasa bahagia, melihat vina bisa bersama orang yang vina cintai.
Tiba tiba saja, ada yang menyentuh pundaknya. Dia pun menengok kebelakang.
"Lo yang sabar yah ver" ucap dika
Veri menghapus air matanya dengan punggung tanganya
Ternyata bukan veri atau dika saja yang ada disana, melainkan angga, fani, mama alvin, dan juga ibu vina.
Mereka datang seraya melihat vina bahagia bersama alvin.
Tadinya mereka melarang vina pergi, karna kondisi vina yang tidak memungkinkan untuk pergi, tapi vina tetep keukeuh minja ijin pergi bersama alvin.
Waktu itu dokter mengatakan kalau umur vina tinggal menunggu waktu, makanya keluarga vina, dan teman temannya setiap waktu merasa cemas akan keadaanya. maka dari itu mereka mengikuti kemana vina pergi. Takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
__ADS_1
Disisi lain alvin dan vina sedang tertawa bersama.
"Al, lo mau ga ngabulin satu permintaanku?"
"Emm.." alvin nampak pura pura berpikir
"Oke.. apapun itu aku bakal kabulin, tapi.."
Vina mengernyitkan dahinya.
"Tapi apa?"
"Mulai sekarang harus panggil aku-kamu ya" ucap alvin
Vina tersenyum lalu mengangguk pasti. Alvinpun juga ikut tersenyum senang.
"Sekarang kamu minta apa?" Tanya alvin
"Tentu sayang.. apapun itu, selama apapun yang kamu minta" ucap alvin seraya memberikan senyuman manisnya, dan dibalas senyuman oleh vina.
Mereka saling berpelukan, menikmati sunset.
"Al, maafin aku ya" ucap vina disela sela pelukannya dengan alvin.
"Harusnya aku yang minta maaf sama kamu" ucap alvin.
Kemudian mereka saling diam, menikmati senja.
__ADS_1
Kini matahari sudah terbenam, tapi vina tak bergerak dari posisinya saat ini.
Setelah dirasa cukup lama, alvin curiga tidak ada pergerakan pada vina
"Vin..vina..bangun sayang..vinaa" panggil alvin seraya menggerak gerakkan tubuh vina
"Vinaaaaaaaa" teriak alvin, dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
Teman teman, mama alvin, dan juga ibu vina semua menangis. Mereka menghampiri alvin yang masih memeluk erat vina.
"Sayaang kamu yang ikhlas yah, vina sudah ga ngrasain sakit lagi, vina udah bahagia disana, seberapa besar rasa sayang kita, Allah lebih sayang sama vina" ucap mama vina sambil menangis dan merangkul pundak alvin.
Betapa bahagianya jika seseorang mencintai kita dengan tulus.
Seberapa bahagiakah kalian menjalani cinta?
Semoga semua orang selalu bahagia dimanapun berada
...End...
Hai semua, ini cerita gue yang kedua.. maaf yah kalo feel nya ga dapet mohon dimaklumi
Ya wajar sih ..gue author amatiran. Haha
Makasih udah mau baca, and makasih juga vote nya.
Coment aja gapapa, ga usah ditahan. Ck
__ADS_1
Jangan lupa follow @DeeNoc
Semoga kalian selalu diberkahi Tuhan dan bahagia selalu.