
Vina_
Pulang sekolah aku bergegas menuju cafe tempat aku bekerja, aku kerja dari jam 3 sore sampai jam 9 malem. Pulang sekolah aku jam 2 siang, perjalanan dari sekolah menuju cafe sekitar setengah jam. Jadi aku masih ada waktu setengah jam buat ganti baju dan istirahat sejenak.
Seperti biasa cafe hari ini sangat rame, sebenernya aku sangat capek, tapi aku ga boleh ngeluh, demi kesembuhan ibu, dan demi kelangsungan hidup aku disini.
Ngomong ngomong soal ibu, ibuku tinggal dikampung, dan aku tinggal dikota, aku merantau, karna dikampungku ga ada kerjaan yang bisa aku dapatkan dengan gaji yang lumayan. Lagian juga ibu suka ga tega lihat aku kerja. Ayahku sudah meninggal sejak aku kelas 2 SMP.
Saat itulah aku berusaha hidup mandiri, dengan mencari uang untuk kebutuhan hidupku dan ibu.
Saat aku melayani pelanggan
"Mau pesen apa ka? Silakan" tanyaku sopan dan menyodorkan buku menu ke pelanggan.
Dia menoleh, dan aku kaget. Tapi aku mencoba biasa aja dan profesional.
"Eh elo kerja disini juga, kiraen loper koran doank. Ck" ucap veri
Ya..pelanggan itu adalah veri, temen alvin, veri berbeda dengan temen temen alvin yang lain, disaat mereka mengejek, veri hanya diam dengan tatapan yang sulit diartikan.
"I-iyaa" jawabku takut
Takut dia membully ku ditempat kerja, kan ga lucu kalau sampai aku dikeluarin dari kerjaan.
"Ck. Santai aja lagi. Gue sendirian kok, gada alvin dan yang lainya."ucap veri menenangkan hati vina
__ADS_1
"Mau pesen apa?" Tanyaku
"Capucino aja deh" jawabnya
"Ditunggu"
Akupun bergegas pergi meninggalkan meja veri.
Setelahnya aku mengantarkan pesanan veri.
"Silahkan kak" ucapku ramah seperti ke pelanggan pelanggan lain
Saat aku ingin beranjak pergi, veri mencekal tanganku.
"Eeit..tunggu"
"Ada yang bisa saya bantu kak?"
Veri tersenyum.
"Lo temenin gue disini"
"Tap- tapi kak, saya masih harus bekerja" tolakku halus
"Gue gak mau tau, lo temenin gue disini. Titik"
__ADS_1
"Maaf kak, tapi nanti saya bisa kena marah sama pemilik cafe" aku menolak lagi
Veri tersenyum.
"Gak akan ada yang marahin lo" ucap veri
Veri langsung saja menarik tanganku, hingga aku duduk disampingnya. Jujur saja aku takut kena marah pemilik cafe ini, bukan cuma dimarahu, aku bahkan bisa saja dipecat dari pekerjaanku.
"Mas" panggil veri ke kepala pelayan cafe.
"Ambilin dia minuman, hari ini tugas vina nemenin gue disini" ucap veri kepada kepala pelayan
Kepala pelayan itu hanya manggut manggut saja, sedangkan aku, aku hanya bisa diam sambil menunduk. Aku takut sekali, dan aku yakin setelah kepergian veri, sudah dipastikan aku akan dimarahinya.
Ternyata veri menemaniku, hingga jam kerjaku berakhir.
Veri juga menawariku untuk diantar pulang, tapi aku menolak karna aku membawa sepeda.
Skip
Sampai rumah jam 21.30, aku membersihkan badanku yang terasa lengket. Dan setelahnya aku belajar, karna ada PR matematika buat besok disekolah.
Kulirik jam dihape jadulku 23.15
Aku mulai menguap, setelah membereskan buku buku ku, aku segera melangkah menuju kasur lantai. Memang aku tak memiliki kasur empuk seperti teman temanku, tapi kurasa ini sudah cukup hanya untuk mengistirahatkan badanku.
__ADS_1
Aku mencoba memejamkan mata, tapi pikiranku terus saja melayang ke alvin, padahal aku tau alvin tidak akan menyukaiku, tapi aku selalu berharap bisa dekat dan atau sekedar berteman dengannya.
Tbc