Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
26.hari ke 20 terakhir


__ADS_3

Sampai tiba hari ini, 20 hari sudah waktu yang ditentukan untuk alvin dan vina bersama, saat ini disaksikan teman temannya, alvin memberi jawaban atas kesepakatanya 20 hari yang lalu bersama vina.


Vina sudah siap dengan resiko nya. Vina tau hari ini alvin akan menolaknya, jadi vina harus terima konsekuensinya


"Kalian dengerin gue baik baik, gue udah putusin kalau hati gue tetep sama, ga ada yang berubah. Dan buat lo.." alvin menujuk vina dengan jari telunjuknya tepat didepan wajahnya


"Lo udah gagal buat gue jatuh cinta sama lo, sekarang lo tau kan, apa yang harus lo lakuin" lanjut alvin


Vina hanya menunduk, tak berani menatap mata alvin.


Hatinya kini bagai ditusuk ribuan jarum, bahkan bisa lebih dari itu, sakit sekali.


"Ya..gue akan pergi dari hidup lo, jika suatu saat nanti kita ketemu tanpa sengaja, gue akan berpura pura ga kenal sama lo, gue harap lo bahagia." Ucap vina


"Makasih atas kesempatan yangvlo kasih ke gue dan maaf karna selama ini gue hanya bisa buat lo risih, dan ganggu kehidupan lo" lanjut vina dengan air mata yang sudah membasahi pipinya.


Alvin terdiam, dia menatap mata vina dalam. Sejujurnya ingin sekali alvin memeluk vina erat, tapi entah kenapa gengsinya terlalu tinggi untuk melakukannya, bahkan untuk mengakui kalau hatinya sudah jatuh ke vina pun, dia malu.


Alvin malu kalau sampai dia dikatakan menjilat ludah sendiri.


Lagipula sarah masih sah menjadi pacarnya. Tidak mungkin alvin menerima vina.


Tiba tiba dari arah belakang vina..

__ADS_1


Byuuuurrr..


Satu ember penuh air disiramkan ke badan vina, siapa lagi pelakunya kalau bukan sarah.


Semua orang kaget termasuk alvin.


Alvin melotot tak percaya, pasalnya itu bukan rencananya. Bahkan alvin tak menyangka kalau sarah akan melakukan hal iti diluar dugaannya.


Kini alvin mencoba biasa aja, dan melenggang pergi gitu aja bersama geng nya, kecuali veri


Veri membuka jaketnya dan memakaikan nya ke vina, vina mendongak mendapati veri yang tersenyum kearahnya. Vina pun balas tersenyum.


Jangan lupakan alvin, yang sedari tadi ternyata masih memperhatikan gerak gerik vina dan veri. Hatinya sakit, tapi entah kenapa alvin merasa malu mengakuinya.


"Gak usah ver, gue kan bawa sepeda"


Memang sejak anak buah bang gio membakar sepedanya, veri membelikan sepeda untuk vina.


Karna kalau tidak ibu kost akan memarahinya. Untung ada veri yang membantunya.


Jadi vina berusaha mencari uang untuk membayar hutangnya ke veri, sebelum semuanya berakhir.


***

__ADS_1


Saat ini seperti biasa vina sedang bekerja dicafe milik keluarga veri.


Hari ini juga vina memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan mencari pekerjaan baru.


Dia juga harus pindah kost an, agar tidak lagi bertemu dengan alvin.


Sudah vina putuskan, dia akan pergi keluar kota, untuk menghindari alvin.


Vina hanya takut, nantinya dia bertemu lagi dengan alvin, jika masih berada dalam kota itu.


Ingin sekali veri melarang vina pergi, tapi apa daya, keputusan vina sudah bulat.


Veri bukan siapa siapanya, dia tak berhak melarang vina.


Semua sudah dipersiapkan oleh vina. Barang barangnya juga sudah dia kemasi.


Malam ini vina juga berhenti dari penyapu jalanan.


"Hah" vina menghela napasnya kasar, saat tau darah kembali keluar dari hidungnya.


Vina meraih obatnya dan meminumnya segera. Kemudian dia merebahkan tubuh mungilnya.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2