Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
24.hari ke 18 bertemu


__ADS_3

Pagi ini sekitar jam 8 vina keluar dari sebuah rumah sakit, karna obat yang selalu dikonsumsinya telah habis.


Tak disangka dia bertemu seseorang yang akhir akhir ini dia hindari


Vina yang mengetahuinya langsung manampilkan senyuman manisnya,


Meskipun dihatinya sangat sakit dan ingin menangis.


Bohong kalau saat ini vina tak merindukan sosok cowok tampan dihadapannya sekarang ini.


"Gue tau lo marah sama gue" ucap alvin tiba tiba


Vina yang kagetpun segera menjawab dengan senyuman


"Kenapa harus marah?" Tanya vina sembari menaikan satu alisnya


"Udah deh ga usah boong, gue tau akhir akhir ini lo ngindarin gue kan?


Gue minta maaf" ucap alvin datar.


Ya alvin tau waktu itu ucapanya didengar vina, dan veri yang ngasihtau alvin soal itu, karna waktu itu ternyata veri melihat vina dibalik tembok kantin


"Kenapa harus minta maaf, kamu ga salah kok, lagian aku bukan siapa siapa kamu, jadi aku ga berhak buat marah sama kamu" ucap vina diiringi senyuman manisnya


"...." alvin tidak menjawab

__ADS_1


"Emm kalau gitu aku pergi dulu yah, masih ada urusan" lanjut vina


"Mau kemana lo? Bukanya kita masih ada kesepakatan yah kalau lo lupa? Lagian tinggal 2 hari lagi kelar" kata alvin


"Emm..iya maaf, tapi aku bener bener ada urusan, hari ini kamu free, kamu bisa pergi dengan temanmu, atau pergi dengan sarah? Kata vina


"Oke..kalau gitu lo mau pergi kemana, biar gue anter" tawar alvin


"Ga usah al, makasih, aku naik angkot aja" ucap vina langsung pergi begitu saja, tapi kemudian tanganya dicekal oleh alvin


"Itu apa yang lo bawa" tanya alvin melihat vina membawa kresek keluar dari rumah sakit


"Ooh..ini cuma vitamin kok, ya udah kalau gitu, aku pergi ya" pamit vina dan melenggang pergi menjauhi alvin yang masih terdiam dengan pikiran penuh tanya


Vina buru buru pergi dan menaiki angkot yang kebetulan lewat didepannya kini.


Ada apa dengan hatinya?


Alvin merasa kalau saat saat ini vina benar benar membencinya.


Jujur saja ada rasa sesal alvin menghina vina waktu itu.


Kalau boleh bicara tentang hati, mungkin hati alvin kini sudah milik vina, tapi entah kenapa, alvin masih terlalu gengsi untuk menyadarinya.


Sebenarnya vina sangat merindukan alvin, tapi mau bagaimana lagi, alvin sangat membencinya. Ucapan alvin pas dikantin waktu itu benar benar membuatnya sakit.

__ADS_1


Sebegitu buruk kah dirinya dimata alvin, apa tidak ada sedikit rasa untuknya dihati alvin?


Sepanjang perjalanan vina terus saja menangis, tak peduli orang di sekitarnya yang juga menaiki angkot yang sama, memperhatikannya.


Sampai di kost an, vina langsung saja meminum obatnya, karna sedari tadi kapalanya sudah sangat sakit.


Setelahnya vina duduk dikursi meja belajarnya.


Vina memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.


Tes


Satu tetes darah keluar dari hidungnya.


Vina menangis. Rasanya benar benar sakit. Kini dia mencoba merebahkan tubuhnya dikasur lantai miliknya.


Memejamkan mata sejenak, agar nanti dia bisa merasa lebih baik.


Bayang bayang alvin selalu berputar putar dibenaknya.


Ingin sekali vina bersama alvin disisa hidupnya, tapi itu tidak akan terjadi.


Alvin yang dipikir vina sudah mulai mencintainya, ternyata hanya memanfaatkannya sebagai ajang taruhan.


Mata vina mulai terpejam. Bukan, vina bukan tidur. Melainkan pingsan, karna sakit yang dideritanya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2