
Alvin hari ini mengajak vina kerumahnya, bukan. Bukan alvin yang mau, tapi tante vivi yang ingin bertemu dengan vina.
"Sayang kamu udah makan?" Tanya tante vivi
"Udah kok ma" jawab vina sambil tersenyum ramah.
"Gimana kedekatan kamu sama alvin?" Tanya tante vivi
"Baik kok ma" jawab vina, tante vivi hanya tersenyum lalu mengangguk menjawab ucapan vina.
"Hari ini kamu ikut foto keluarga ya?" Ajak tante vivi
"Tapi ma, kan vina bukan keluarga kita" jawab alvin
"Bentar lagi vina juga bakal jadi keluarga kita" jelas mamanya.
"Gak ah, alvin gak mau" tolak alvin
"Ma, sebaiknya aku gak usah ikut, lagian kan aku bukan keluarga ini" ucap vina mencoba menolak halus
"Gak gak, mama gak mau tau, pokoknya kamu ikut foto keluarga. Titik" ucap tante vivi
Setelah perdebatam kecil tadi, mau gak mau alvin dan vina mengikuti ucapan mama nya.
Mereka nya berpose layaknya keluarga besar.
Bukan tanpa alasan hari ini keliarga alvin melakukan foto keluarga, itu karena papa alvin yang baru saja datang dari london. Maka dari itu mama alvin memutuskan untuk berfoto bersama mumpung lagi ngumpul.
"Alvin kamu foto sama vina ya" suruh mama nya
"Gak ah ma.. apaan coba" tolak alvin
"Alvin" bentak mamanya
__ADS_1
"Iya iya" alvin pasrah
Akhirnya alvin dan vina berfoto bersama.
Vina yang canggung, karna sedari awal mereka tak pernah sedekat ini.
"Coba agak mendekat sedikit" suruh fotografer
Alvin berdecak sebal.
Lalu alvin mendekati vina.
"Coba mas alvin dari belakang, peluk mba vina nya" suruh fotografer
"Kenapa harus peluk sih?" Tanya alvin kesal
"Biar natural mas, di coba ya"
Mau gak mau alvin pasrah.
Tapi vina hanya diam saja.
Saat ini jantung vina benar benar maraton, pasalnya alvin memeluknya erat, dan wajah alvin yang juga dekat dengan wajahnya.
Bukan hanya vina, alvin pun merasakan hal yang sama, jantungnya kini berdetak lebih cepat, aroma vanila milik vina membuatnya 'nyaman' dengan posisi sekarang ini.
Tanpa disadarinya, alvin tersenyum tulus, vina pun sama, dia tersenyum manis.
"Oke ganti posisi" ucapan fotografer sontak membuat keternyamanan mereka berdua buyar.
"Ehem" alvin berdehem seraya menutupi kegugupannya.
"Cie salting" goda mama dan papa nya
__ADS_1
"Apaan sih ma" elak alvin
"Ganti posisi ya mas, saling berhadap hadapan" ucap fotografer
Alvin dan vina berhadap hadapan. Kali ini vina benar benar gugup. Bukan hanya vina tapi juga alvin yang merasakannya.
Tapi mereka mencoba biasa saja, meskipun yang lainnya melihat mereka kaku.
"Yang natural mas, mbak.. coba dengan senyum" suruh fotografernya
Alvin dan vina mencoba senyum, tapi tetap saja terlihat kaku dan canggung.
"Mungkin bisa lebih dekat, agar tidak terlihat kaku" arah fotografer lagi
Kini jarak alvin dan vina semakin dekat. Bahkan hembusan napas alvin kini dapat dirasakan vina.
Cekrek
Cekrek
Setelah sesi pemotretan, kini alvin mengantarkan vina kembali ke kost an. Dalam perjalanan vina hanya diam, sampai suara berat alvin membuatnya menoleh ke arahnya.
"Mau makan dulu gak?" Tanya alvin
"Hah? Emm.." vina gugup
"Makan dulu ya, gue laper" kali ini alvin berkata sedikit lembut, membuat jantung vina semakin berdegup kencang.
Alvin membelokkan kerumah makan terdekat. Setelahnya alvin mengantarkan vina ke kost an.
Si miskin
"Met istirahat ya, makasih buat hari ini. Love you"
__ADS_1
Alvin melihat pesan singkat dari vina, tanpa dia sadari seulas senyum terbit dibibirnya. Kemudian menaruh hapenya asal, dan memejamkan mata.
Tbc