Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
17.hari ke 11 ciuman


__ADS_3

Disekolah kini vina kembali diganggu oleh geng nya alvin.


"Eh cewek miskin dateng" ucap sarah mengejek vina


Vina hanya diam sambil menunduk.


"Udah sarapan belom? Jangan jangan lo puasa karna gak ada duit buat makan. Hahaha" tawa sarah diikuti teman teman alvin.


Vina melirik sekilas, alvin hanya diam saja, tidak seperti biasanya yang ikut menghina vina.


Veri pun juga sama halnya dengan alvin.


Tiba tiba sarah mendorong bahu vina, hingga membuat vina terjungkal kebelakang.


Alvin dan veri melotot tak percaya. Tapi alvin dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya itu.


"Yuk cabut" ucap sarah mengajak geng nya pergi.


Vina hanya diam. Dia tau jika melawanpun dia tak akan menang.


***


Pulang sekolah kini seperti biasa alvin mengajak vina jalan.


Entah kenapa hari ini vina merasa alvin berbeda.


"Mau jalan kemana?" Tanya alvin dengan nada lembut


"Gimana kalau kepantai lagi" ucap vina


"Kepantai lagi? Lo suka pantai?" Tanya alvin


"Emm.. enak aja buat curhat" ucap vina dengan senyuman.


"Yakali lo curhat sama pantai. Hahaha" alvin tertawa mendengar ucapan vina


Vina pun hanya membalas dengan senyuman.


Setelah sampai dipantai. Kini mereka berdua bercanda bersama, tertawa menikmati senja.


Bermain pasir layaknya anak kecil.


Sore ini benar benar indah bagi vina, mungkin juga bagi alvin.


"Al udah mau sunset tuh" ucap vina

__ADS_1


"Hmm"


"Hitung mundur ya.. sepuluh" ucap vina


"Sembilan" ucap alvin menyauti


"Delapan" ucap vina


"Tujuh" ucap alvin


"Enam" ucap vina


"Lima" ucap alvin


"Empat" ucap vina


"Tiga" ucap alvin


"Dua" ucap vina


"Satu" ucap mereka berdua


Kemudian keduanya membuka mata.


Terlihat sudah gelap suasana pantai. Bahkan mungkin hanya mereka berdua yang berada disana.


"Langsung pulang? Apa pergi kemana dulu?" Tawar alvin


"Kamu udah makan belom?" Bukannya menjawab, vina malah balik bertanya


"Belom" jawab alvin


"Gimana kalau kita makan dulu" ucap vina dan diangguki alvin.


"Mau makan dimana?" Alvin membuka suara saat berada diperjalanan


"Makan nasi goreng deket taman kota aja al, enak lho disitu" ucap vina tidak sadar kalau alvin itu orang kaya, mungkin alvin belom pernah makan dilesehan


"Eh..terserah kamu aja deh al" lanjut vina saat sadar sambil menggaruk pelipisnya


"Yaudah gak apa apa, diwarung lesehan juga" ucap alvin


"Kamu yakin?" Tanya vina memperjelas


"Hmm" alvin hanya bergumam dan mengangguk.

__ADS_1


Skip


Setelah sampai tempat tujuan


"Mang nasi goreng pedes 2 ya" ucap vina


"Eh neng vina, tumben berdua, biasanya sendirian" ucap mang dadang


"Iya mang" jawab vina singkat sambil tersenyum


"Yaudah, tunggu yak" alvin dan vina mengangguk.


Setelah pesanan mereka jadi, mereka menikmatinya dengan kidmat. Tak ada yang membuka suara sampai mereka selesai makan.


Kini alvin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Alvin mengantarkan vina pulang, karna jam sudah menunjukkan 20.45. Sebentar lagi waktu perjanjian mereka selesai.


Setelah sampai


"Makasih ya al, aku duluan"


Saat vina akan berbalik. Alvin mencekal tangan vina.


Lalu.


Cup


Bibir alvin menempel sempurna dibibir vina.


Bukan hanya menempel, alvin bahkan ******* bibir vina.


Lama kelamaan vina menikmati ciumam alvin. Dia membuka mulutnya guna memberi akses lidah alvin untuk masuk.


Setelah dirasa pasokan udara menipis, alvin menyudahi aksinya.


"Sorry" ucap alvin sambil menghapus lembuy sisa salivanya di bibir mungil vina.


Vina hanya mengangguk, lalu keluar dari mobil menuju kamar kost nya.


Malam ini begitu indah bagi vina, mungkin vina tidak akan bisa tidur malam ini.


Dia sangat bahagia, dia berharap alvin akan seterusnya baik kepadanya.


Tak lupa vina tetap mengirim pesan singkat ke alvin.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2