Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
13.hari ke 7 pasar malem


__ADS_3

Kini disekolahan vina sedang duduk dirooftop menikmati bekalnya.


Memang saat istirahat berlangsung, vina lebih sering membawa bekal kesekolah.


Menurut vina itu akan menghemat pengeluarannya.


Alvin yang ingin merokok dirooftop tak sengaja melihat vina yang dengan lahapnya menyantap makanannya.


Dia bersembunyi dibalik tembok.


"Alhamdulillah kenyang juga" ucap vina lirih tapi masih bisa didengar alvin.


Setelahnya vina membereskan perlengkapan bekalnya.


Kini vina memposisikan dirinya untuk tidur.


Dia mencoba memejamkan matanya sejenak. Tidak lupa vina mengatur alarm agar tidak tertinggal pelajaran.


Memang istirahat hanya 15menit, tapi waktu itu bisa dimanfaatkan vina untuk beristirahat.


Saat memejamkan matanya.


"Ehem.." dehem alvin


Vina kembali membuka matanya.


"Alvin" lirih vina


"Ini sekolah, kenapa malah tidur" tanya alvin


"Eh..itu daripada gak ada kerjaan kan, ya mending tiduran" jelas vina, alvin hanya diam


"Kamu gak makan?" Tanya vina


"Gak" jawab alvin cuek


"Kenapa?" Vina sedikit khawatir


"Bukan urusan lo" jawab alvin sedikit kasar.

__ADS_1


Vina hanya menunduk, alvin yang mengetahui raut wajah vina sedih, kembali bersuara.


"Mending lo cabut sana, gue mau ngerokok" usir alvin.


Vina pun hanya pasrah, lalu melenggang pergi meninggalkan alvin.


***


Pulang sekolah kini alvin mengajak vina jalan lagi.


"Mau kemana?" Tanya alvin


"Kepasar malem ya al, kata ibu kost sih, dideket taman kota ada pasar malem"


Alvin hanya mengangguk, lalu mengarahkan mobilnya ke tempat tujuan.


Pasar malem ini begitu ramai sekali, pasalnya cuaca yang mendukung, dan anak anak remaja yang juga ikut meramaikan.


"Al, mau masuk rumah hantu gak?" Tanya vina


"Gak ah, males" jawab alvin cuek


"Apaan sih lo, ngapain takut, gue gak takut sama sekali" sebenarnya alvi itu penakut, makanya dia memilih tidak masuk rumah hantu. Bisa ilang citra dia sebagai cowok macho.


"Ya udah ayok, masuk" ajak vina ngeyel


"Enggak. Sekali enggak tetep enggak. Mending lo sendiri sono, gue tungguin disini" jawab alvin


Vina cemberut.


"Yah mana seru kalau sendirian" ucap vina lesu


"Ayolah al, kita masuk bareng ya" rengek vina


"Oke, tapi nanti didalem, lo jangan peluk gue kalau takut, awas aja lo" ancam alvin


Vina hanya mengangguk.


Mereka akhirnya memutuskan untuk masuk rumah hantu.

__ADS_1


Setelah masuk..


"Vin lo dimana?" Tanya alvin lirih


"Aku disamping kamu alvin" ucap vina


"Jangan jauh jauh, entar lo nyasar" peringat alvin agar vina tak berjalan jauh darinya.


Memang didalam rumah hantu, terlihat gelap, namun masih bisa melihat jalanan. Dan ruang ruangnya.


Entah kenapa alvin kini merasa sangat takut sekali, saat memasuki ruangan kamar.


"Vin" panggil alvin


"Hmm" vina hanya menjawab dengan gumaman


"Huaaahahaha" tawa hantu itu


"Aaaaakkkh..." teriak alvin lalu memeluk erat vina yang berada tepat disampingnya.


"Duuaaarr" terdengar suara petir


Alvin semakin mengeratkan pelukannya.


"Jangan tinggalin gue plis" ucap alvin lirih dengan nada ketakutan.


"Al, tenang..ini cuma rumag hantu, hantunya aja boongan" ucap vina


"Kita keluar dari sini" ucap alvin


"Kita gak bisa keluar, kalau gak nerusin langkah kita al"


"Gue gak bisa disini lama lama, ayok buruan" ucap alvin ketakutan.


Vina hanya menggeleng gelengkan kepalanya, didalam gelapnya rumah hantu itu.


"Tadi aja sombong, sekarang ketakutan" Batin vina


Mereka melanjutkan perjalanan, dengan alvin yang terus saja menggandeng tangan vina erat. Dan Keringat dingin yang membasahi pelipisnya.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2