Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
29.bertemu


__ADS_3

Sudah berbulan bulan sejak kejadian dikantin kemarin, alvin terus saja memikirkan vina. Bahkan alvin juga jarang makan. Sekalinya makan, cuma satu atau dua suap saja.


Mamanya sampai kuwalahan gara gara sikap alvin yang sudah seperti mayat hidup. Sepulang sekolah hanya mengurung diri dikamar.


Bahkan saat sekolahpun, alvin tidak fokus pelajaran, mengakibatkan nilainya jelek.


Alvin benar benar merasa bersalah, bagaimana tidak vina bekerja keras siang dan malam, hanya untuk mencukupi kebutuhannya.


Bahkan selama jalan sama alvin, vina tidak pernah ditlaktir alvin. Dia memakai uangnya sendiri.


Bukannya vina sombong, bukan.


Vina hanya tidak ingin dicap sebagai cewek matre seperti kata alvin dan teman temannya.


Soal sarah, alvin sudah memutuskannya, benar saja disupermaket waktu itu, alvin melihat sarah sedang bermesraan dengan cowok lain.


Sarah jadi malu sendiri kala menuduh alvin menghianatinya, justru dialah yang lebih dulu menghianati alvin.


Seperti maling teriak maling. Begitu kata pepatah.


Alvin sudah mencari vina kemana mana, tapi belom juga ketemu.


Bukan cuma alvin, tapi veri pun juga mencari keberadaan vina.


Waktu itu vina sempat bilang ke veri akan pindah keluar kota.


***


Vina_

__ADS_1


Hari berlalu begitu cepat, udah beberapa bulan sejak usai kesepakatan aku dan alvin.


saat ini aku lagi bekerja dicafe, cuma cafenya beda dari yang pas aku kerja dulu, karna aku gamau tante vivi maupun alvin dan yang lainya ketemu aku disana.


Cafe ini lumayan jauh dari kota, emang dikhususin buat wisatawan.


Seperti biasa aku melayani pengunjung yang datang


"Silahkan kaka, mau pesen apa?" Tanyaku sopan


"Capucinno aja deh mba" jawab pelanggan itu sambil mendongakkan kepalanya


Begitu kagetnya aku, ternyata dia cowok yang selama ini aku hindari. Dia alvin.


Tapi aku bersikap biasa aja, seolah olah tidak mengenalnya


"Vina" lirihnya


"Lo vina kan?" Tanyanya penasaran


Ya mungkin penasaran, karna sekarang aku sudah merubah penampilanku, yang biasanya aku cuek dengan baju ataupun riasan wajah, sekarang aku memakai riasan wajah, walaupun cuma sedikit dan ga menor menor banget.


"Maaf mungkin anda salah orang"


Aku langsung bergegas pergi


Didapur aku menyuruh temanku agar dia yang mengantar pesenan alvin. Bukanya aku gamau ketemu alvin, aku hanya takut kebawa perasaan lagi, dan bukanya menghindari alvin adalah kesepakatan kita dulu


Mudah mudahan alvin segera pergi dari cafe, agar aku bisa tenang kerjanya.

__ADS_1


Sudah hampir tutup cafe tapi alvin belom beranjak pulang, sampai sampai Satpam menyuruhnya pulang. Tapi alvin bilang masih menunggu seseorang, mungkin aku pikir dia lagi janjian sama temennya tapi temennya gak jadi dateng.


Jam pulangku memang pas jam dimana cafe ditutup, jadi aku pulang nunggu cafe ditutup.


Setelah berdebat dengan satpam, akhirnya alvin mau pergi juga.


Pemilik cafe menyuruhku pulang, karna cafe juga mau ditutup


Saat aku keluar dari cafe dan jalan pulang, tiba tiba ada yang mencekal pergelangan tanganku


Aku menoleh dan mendapati alvin disana


"Lo vina kan?" Tanya nya lagi, mungkin alvin masih penasaran


"Maaf, mungkin anda salah orang"


"Egga egga, lo jangan boong, gue tau lo vina" ucao alvin


"Terserah anda saja, saya mau pulang" ucapku sambil melepas cekalan alvin dan segera berjalan pergi


"Gue kangen sama lo"


Deg


"..." gue diam ditempat, ingin rasanya saat itu aku nangis. Tapi tidak. Aku gak boleh nangis. Aku harus menghindari alvin. Aku udah janji.


"Plis, maafin gue" ucap alvin lirih


Aku berbalik menghadap alvin, yang aku lihat mata alvin. Memang tak ada kebohongan disana, tapi aku tetap harus pada pendirianku.

__ADS_1


"Maaf, anda salah orang, saya bukan orang yang anda maksud" setelah mengucapkan itu, aku langsung berbalik dan melenggang pergi.


Tbc


__ADS_2