Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
28.cinta


__ADS_3

Alvin_


Veri menceritakan semua perjuangan vina, semua pengorbanan vina buat gue, gue hanya bisa diam. Gak tau mesti ngomong apalagi.


Gue sempet tanya ke veri pas malem malem dia nganter pulang vina, ternyata saat itu vina bener bener lagi terpuruk. Entah kenapa gue ngrasa bersalah banget sama vina, secara hari itu juga gue malah nyakitin hati dia.


Jujur aja, hati gue pengen banget nrima vina, tapi entah kenapa ego gue milih buat nolak dia. Hati gue juga sakit saat lihat veri ngasih jaketnya ke vina.


***


Sepulang dari cafe, diperjalanan gue lirik udah jam 9 malam, gue cek hape gue, gak ada pesan dari vina.


"Biasanya vina ngirim pesan jam segini" gumam gue dan masih fokus menyetir.


Gue berhenti disupermarket terdekat, buat beli minum.


"Sayang kamu mau pilih rasa anggur apa strowberry" suara seorang wanita dibalik rak belakang alvin.


Gue berhenti saat denger suara itu. "Kayak kenal" gumam gue


"Aku anggur aja deh yank" jawab seorang pria


Gue langsung ceck dibalik rak sebelah.


"Shit" umpat gue, saat tau dugaan gue bener.


***


mama yang ngelihat gue pulang, ngikutin gue sampai kamar.


"Kamu kenapa sayang kok sedih gitu" tanya mama khawatir


"Ma.. apa menurut mama alvin beneran suka sama vina?" Mama tersenyum menanggapinya

__ADS_1


"Tanyakan itu semua sama hati kamu, jangan tanyakan mama" ucap mama sambil tersenyum


"Alvin kangen sama vina ma"


"Kalau kalian jodoh, suatu saat nanti kalian pasti ketemu" ucap mama menenangkan


Gue coba rebahin badan gue dikasur. Mencoba meremin mata, karna besok gue harus sekolah.


Skip


Author_


Alvin kini hanya memikirkan gimana keadaan vina. Bahkan saat ini alvin hanya mengaduk aduk makanannya saja, tanpa memakannya sedikitpun.


Kejadian itu tak luput pengamatan dari sarah dan teman temannya.


"Sayang kamu kenapa sih, dari tadi melamun aja" tanya sarah


"..." alvin diam


"..." alvin tetap diam melamun


Brak


Meja digebrak angga, seraya berdiri


Semua orang dikantin menoleh kepadanya. Begitu juga dengan alvin yang saat itu langsung tersentak.


"Lo apa apaan sih?" Tanya alvin emosi dan ikut berdiri dari duduknya


"Lo yang apa apaan" jawab angga kesel, dan sedikit meninggikan suaranya.


"Maksud lo apaan?" Tanya alvin tak kalah membentak

__ADS_1


"Dari tadi lo sibuk ngelamun, lo sibuk sama pikiran lo, sampai sampai lo lupain kita, sebenarnya lo anggap kita itu apa?" jelas angga dengan nada tinggi.


Semua orang dikantin hanya bisa melihat pertengkaran 2 sahabat itu.


"..." alvin diam


"Gue gak tau, apa yang gue rasain" ucap alvin lesu, lalu duduk kembali sambil mengusap wajahnya gusar.


"Kalau lo ada masalah, lo cerita ke kita, biar kita tau, kita bisa ngrasain bareng" kali ini dika menyauti


Angga menarik kerah baju alvin, agar alvin berdiri.


"Lo kenapa hah? Jawab gue" ucap angga emosi


Alvin diam, semua orang diam.


"Gue kangen vina, gue cinta dia, gue harus cari dia" ucap alvin lirih, dan masih bisa didengar teman temannya.


"Apa?" Ucap sarah mempertegas


Angga melepas cengkramannya dari kerah alvin secara perlahan. Angga masih sibuk dengan pemikirannya, kenapa bisa seorang alvin menyukai vina, yang jelas jelas setiap hari alvin membully nya.


Sarah mendekat kearah alvin.


Plak


Satu tamparan mendarat mulus dipipi alvin.


"Maksud kamu apa? Tega kamu hianatin aku?" Ucap sarah marah


Alvin memegang pipinya yang baru saja ditampar sarah, bukannya marah, alvin malah menyunggingkan senyumnya.


"Lalu apa bedanya sama lo?" Tanya alvin santai

__ADS_1


Tbc


__ADS_2