
"Al..apa perlu kerumah sakit?" Tanya vina lagi, saat melihat alvin hanya terdiam.
"Lagian lo sih, sok jagoan banget pake acara bantuin gue, ujung ujungnya lo yang terluka kan" omel vina
"Harusnya lo biarin preman itu gangguin gue, gue bisa kok atasi mereka" vina masih saja mengoceh
"Lo ngapain coba mesti balik lagi, bukannya tadi lo udah pergi?" Vina lagi lagi mengoceh
Alvin tersenyum.
"Akhirnya, lo kenal juga sama gue"
Ucapan alvin sontak membuat vina melepaskan tangannya dari bahu alvin.
Sekarang gantian vina yang terdiam. Sangking khawatirnya, dia sampai lupa kalau dia akan berpura pura tidak mengenal alvin.
"Maaf, saya harus pergi sekarang" pamit vina
"Kali ini lo gak akan gue maafin" ucap alvin
Vina mengernyitkan dahinya.
"Obatin dulu luka gue, baru gue maafin" ucap alvin kemudian menghela napasnya
"Lagian gue kayak gini kan juga gara gara nolongin lo" lanjut alvin.
Vina terdiam, bukannya vina gak mau tanggung jawab, tapi vina sudah telat untuk bekerja.
Mengerti akan kebingungan vina, kini alvin lagi lagi membuka suara.
"Gue anter lo kerja dulu, baru setelah pulang, lo obatin gue. Gimana?" Tawar alvin
__ADS_1
Vina lagi lagi terdiam, sebelum akhirnya dia mengangguk pelan.
***
Kini vina sedang menikmati roti dan air minum yang dia bawa dari rumah, memang sengaja dia membawa bekal itu untuknya, disaat istirahat dari pekerjaannya menyapu jalanan.
"Ehem..nih gue bawain nasi goreng" ucap alvin sambil menyodorkan nasi bungkus
"Makasih, tapi saya sudah makan roti" tolak vina halus
"Tapi gue sengaja beli 2 lho..buat lo 1, kalau lo gak mau, mubadzir dong nasinya" ucap alvin sedikit memaksa
Vina menghela napasnya, cowok disampingnya ini benar benar membuatnya ingin segera memeluknya. Jujur saja vina kangen, vina rindu alvin. Tapi vina harus tau diri, dia hanya lah cewek miskin, jelek, bau, dan kampungan.
Akhirnya dengan paksaan, vina mau memakan nasi goreng itu.
Setelah pekerjaannya selesai, alvin mengantarkan vina kekontrakannya.
Vina mengernyitkan dahinya.
"Bisa tau?" Gumam vina pelan yang masih bisa didengar alvin.
Alvin tersenyum.
"Apa sih yang gue gak tau tentang lo" ucap alvin dengan bangganya. Seakan akan alvin tau semua tentang vina.
Vina hanya diam menanggapi alvin.
Setelah sampai depan kontrakan.
"Makasih" ucap vina
__ADS_1
"Vin, hidung lo..." alvin sengaja menggantungkan ucapannya
Vina yang mengerti langsung memegang hidungnya.
"Darah" gumam alvin pelan
Vina segera mengambil tissu yang berada dimobil alvin. Dan menutup hidungnya agar darah tak menetes terus.
"Maaf, saya masuk dulu. Ayo" ajak vina, karna vina harus mengobati luka alvin.
Sesampainya didalam kontrakan, vina bergegas kekamar mandi, dan membersihkan darahnya, dia pergi kekamar untuk meminum obatnya.
Sedangkan alvin hanya diam duduk diruang tamu. Memang kontrakan vina, sudah ada barang barang dari pemilik kontrakan.
Vina mengambil kotak p3k, lalu menghampiri alvin.
"Iissh..Pelan pelan" ucap alvin, saat tak sengaja vina sedikit menekan lukannya
"Maaf" ucap vina singkat
Alvin memperhatikan vina yang telaten mengobati luka diwajahnya.
Dia tersenyum.
Vina yang sedari tadi tau jika diperhatikan alvin, jadi salah tingkah.
"Sudah selesai, anda bisa pulang sekarang" usir vina sambil mengemasi peralatan p3k
"Udah malem, apa gak boleh, gue nginep sini" ucap alvin, sambil menaikkan alisnya sebelah.
Vina menatap alvin yang sedang tersenyum jail kepadanya.
__ADS_1
Tbc