Ketulusan Cinta (Alvina)

Ketulusan Cinta (Alvina)
20.hari ke 14 sakit


__ADS_3

Vina_


"Heh bocah, akhirnya kita ketemu disini. Hahaha" tawa pria pria itu


Aku kaget setengah mati


"Bang Gio" lirih ku tapi masih bisa didengar bang gio


"Hahaha..masih inget lo sama gue ternyata" ucap gio


"M-maaf bang, aku belom punya uang" ucapku takut


"Apa lo bilang, belom ada duit? Mau sampai kapan? Hah? ini udah kelewat jauh dari jatuh tempo kesepakatan kita, gue gamau tau, sekarang juga lo bayar utang lo" bentak bang gio


"Tapi bang aku beneran belom ada uang" ucapku


"Seret dia" ucap bang gio geram dan menyuruh anak buahnya menyeretku


Dibawalah aku disebuah gedung tua, tepatnya gedung yang udah ga terpakai, lumayan jauh dari jalan raya.


Aku diikat, dan ditampar berkali kali sampai sudut bibirku mengeluarkan darah segar.


"Bayar utang lo *******" geram bang gio


"Aku beneran belom punya uang bang" ucapku lirih sambil menahan rasa sakit


Plak


Aku kembali dipukulnya.


"Ambil cambuk" suruh bang gio ke anak buahnya

__ADS_1


Setelah cambuk sudah ada ditangan


"Mau berapa lama lagi waktu yang lo butuhin, biar bisa bayar utang. Hah?"


Cetaarrr


Suara cambuk itu mengenai badanku, rasanya sakit sekali.


Enggak badan, enggak hati dan perasaan, semua terasa begitu sakit.


Bang gio terus saja menyiksaku dengan cambuknya, sampai aku tak tahan lagi.


Tiba tiba..


Braakkk


Pintu gedung itu didobrak paksa oleh seseorang


"Veri" lirihku dengan senyuman yang masih bisa kuperlihatkan kepadanya.


"Lepasin dia" ucap veri lantang dengan wajah dingin nya


"Waaoo ada pahlawan nih. Hahaha" kata bang gio di lanjutkan tawa nya beserta anak buahnya, membuat kesunyian gedung, menjadi rame penuh tawa


"Gue ga punya banyak waktu, apa yang lo mau" ucap veri


"Lo tanya apa yang gue mau?" Tanya bang gio dengan nada mengejek


"Asal lo tau cewek ini udah utang duit ke gue 3 bulan yang lalu, dan cewek ini gabisa bayar utangnya"


Lanjut bang gio

__ADS_1


"Berapa utang dia, biar gue yang bayar" tanya veri tetap dengan nada dinginya


"10 juta, ditambah bunga nya selama 2 bulan, total nya 14juta. Apa lo sanggup bayarnya bocah ingusan"


"Gue bakal bayar sekarang, mana no.rekening lo" jawab gio


Dan akhirnya veri yang membayar utang aku, aku merasa bersalah, dan ngrepotin veri.


Ikatanku dilepas veri, dan dia menuntunku berjalan, aku hendak menolaknya, aku takut dia akan marah jika seragamnya ikut terkena darah.


Sepedaku sudah hangus terbakar, siapa lagi yang bakar kalau bukan anak buah bang gio, padahal itu sepeda milik ibu kost, yang dipinjamkan buat aku.


Hari ini bener bener hari kesialanku mungkin, semua nya sakit.


"Makasih, gue bakal ganti nanti tapi nyicil yah" ucapku pada veri


"Ga usah dipikirin. Gue anter kerumah sakit" ucap veri datar


Aku menggeleng,


"Ga usah ver, cuma luka kaya gini aja dikompres es batu juga udah sembuh besoknya"


"Lo yakin? Ini luka lo parah loh"


Aku senyum, dan menganggukkan kepala


"Gue gak apa apa kok ver" tolak halus gue


"Kalau gitu gue anter lo balik" ucap veri final


Dan aku cuma menganggukkan kepala sebagai jawaban.

__ADS_1


Tidak ada obrolan saat didalem mobil, hingga sampai depan kost an ku.


Tbc


__ADS_2