Khairunnisa Anak Indigo

Khairunnisa Anak Indigo
part 15


__ADS_3

" memangnya siapa yang sudah melakukan perbuatan seperti itu pada kami kek " tanya Agus


" tetangga kalian sendiri, dan dialah yang sudah membuat Nissa sampai seperti ini, maka dari itu kakek datang untuk menjaga Nissa, karena keturunan keluarga kita dari keraton dan darah nya mengalir di dalam tubuh Nissa, maka saat ini banyak sekali orang-orang jahat dan berilmu hitam ingin mendapatkannya " kata kakek


" ya Allah, kenapa harus Nissa kek " tanya Agus


" itu sudah takdir cucuku, dan kita hanya bisa menerimanya, tugas kalian sekarang adalah menjaga dan mendidik Nissa dengan baik, agar ia selalu berada di jalan yang benar " kata kakek


" dan bagaimana dengan teman Nissa yang tak kasat mata itu kek, apakah tidak berbahaya " tanya Wati yang khawatir pada anaknya


" insya Allah tidak cucuku, mereka adalah orang yang kakek tugaskan untuk selalu menjaga dan menemani Nissa, dan juga akan membantu Nissa untuk mempelajari dan menggunakan kemampuan yang ia miliki " kata kakek


" benar pak Bu, kami akan selalu menjaga dan melindungi Nissa, jadi ijinkan kami untuk selalu bersama Nissa " kata fatimah yang juga merasuki tubuh Nissa


" baiklah tolong selalu menjaga dan melindungi kami kek, karena kami tidak mengerti dengan hal - hal yang seperti itu " kata Agus yang juga di anggukan oleh Wati


" baiklah cucuku, kalau begitu kakek pamit dulu, selalu jaga ucapan dan tingkah laku kalian, agar tidak menyinggung orang lain " kata kakek


" baik kek terimakasih nasehatnya " kata Wati

__ADS_1


" ya sudah kakek pergi assalamualaikum " salam kakek


" walaikum salam " jawab Agus dan Wati bersamaan.


setelah itu Nissa pun kembali membuka mata, dan mereka langsung istirahat di kamar.


dikamar, biasa setelah Nissa memejamkan matanya dan tidur, jiwanya langsung pergi ke alam gaib untuk belajar mengaji dan bermain bersama teman - teman sebayanya di sana.


dan langsung pulang setelah mendekati azan subuh, meskipun begitu siangnya Nissa tidak merasakan cape atau pun ngantuk pada siang hari, karena hanya jiwanya yang pergi sedangkan raganya masih istirahat dan tidur di kamar nya.


ke esokan paginya, Agus dan Wati pergi ke pasar, dan meninggalkan Nissa sendirian di rumah.


" iya sayang, tutup pintunya dan kunci, supaya tidak ada orang yang masuk seperti kemarin ya " kata Wati


" iya pak Bu kalian jangan lama-lama ya" kata Nissa


" ya sudah bapak sama ibu berangkat assalamualaikum " pamit Agus dan Wati


" walaikum salam " jawab Nissa

__ADS_1


setelah kepergian orang tua nya, seperti yang dikatakan oleh ibunya tadi Nissa langsung menutup dan mengunci pintu rumahnya dan berdiam diri di dalam.


saat Nissa hendak membuka gorden kaca rumahnya, Nissa terkejut tiba - tiba ada tetangga nya di depan rumah dan mengelilingi rumahnya.


" itu kan Bu Ros dan suaminya, mau apa mereka di depan rumahku, eh kenapa mereka mengelilingi rumaku, apa yang sedang mereka lakukan " kata Nissa sangat pelan


" itulah orang nya yang selalu dan ingin menyakiti keluarga mu " kata Fatimah yang tiba-tiba muncul di samping Nissa


" dan sekarang mereka sedang berusaha membuka pagar gaib yang ada di rumah mu ini, supaya bisa menyakiti kalian lagi " kata Aisyah yang juga tiba - tiba muncul di samping Nissa


" astaghfirullah, kalian selalu saja muncul tiba-tiba dan mengagetkan ku. Tapi benarkah yang kalian katakan tadi, jadi mereka lah orangnya, sekarang aku harus bagaimana " kata Nissa yang masih mengelus dada nya karena kaget


" kita lihat dulu apa yang akan mereka lakukan setelah ini, baru kita bertindak " kata Fatimah yang juga di anggukan oleh Aisyah


" baiklah, ya Allah lindungilah keluarga ku, jauhkanlah dari segala yang tidak baik ya Allah " doa Nissa yang khawatir dengan keselamatan keluarga nya


" amin " jawab Fatimah dan Aisyah bersama


mereka bertiga pun masih mengintip Bu Ros dan suaminya yang mengelilingi rumah Nissa sebanyak tiga kali dan langsung pulang setelah itu.

__ADS_1


__ADS_2