
Ketika nissa dan melati hendak memejamkan mata agar segera tidur tiba-tiba mereka di kejutkan dengan suara anak ayam yang sangat berisik sekali di luar rumah
" suara apa itu niss " tanya wati
" itu suara anak ayam bi" jawab nissa
" kenapa ada anak ayam di luar ya niss, padahal setahu bibi para tetangga di sini tidak ada yang memelihara ayam " kata melati yang heran dengan suara itu
" sudah bi biarkan saja, ayo kita tidak saja " kata nissa yang sudah mulai mengerti darimana asalnya suara itu
" tapi berisik sekali niss, mana bisa tidur bibi " kata melati
" biarkan saja bi, ayo kita tidur sekarang " kata nissa yang mulai merinding lagi dan segera ia menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuh nya untuk bersembunyi
melihat nissa yang seperti itu melati pun mulai mengerti, seketika melati pun merinding dan segera masuk ke dalam selimut juga sama seperti nissa.
__ADS_1
" nissa suaranya berisik sekali, sebenarnya itu apa sih niss " tanya melati sambil berbisik saat mereka sudah berada di dalam selimut berdua.
" pokoknya itu sesuatu bi, nissa tidak mau menjelaskannya, bibi paham kan lebih baik kita diam saja sekarang " jawab nissa sambil berbisik juga pada melati
tidak lama suara berisik anak ayam itu pun hilang, dan mereka berdua pun bisa tidur dengan tenang dan lebih awal malam ini.
pagi pun menjelang, setelah sholat subuh mereka pun memasak untuk sarapan, setelah sarapan mereka pun bersiap - siap untuk pulang ke desa. setelah taksi yang di pesan agus datang mereka pun akan segera pergi
" selamat tinggal ka melati, semoga kita bisa bertemu lagi " kata wati yang sedang memeluk melati.
" iya Ti, meskipun ka ahmad sudah tidak ada, kamu tetap menjadi adik ku. semoga kita bertemu lagi " balas melati yang masih berpelukan sama wati
" iya sayang, sampai kapanpun kamu tetap menjadi anak bibi, nanti kalau kamu sudah mendapatkan jodoh dan segera menikah, jangan lupa kabari bibi ya, bibi pasti akan datang. bibi sangat menyayangimu nissa " kata melati yang juga sambil memeluk nissa
" nissa juga sangat sayang sama bibi, iya bi nissa janji. " balas nissa
__ADS_1
" ya sudah mari kita berangkat taksinya sudah menunggu dari tadi " kata agus yang langsung di anggukan oleh mereka semua.
setelah memandang sebentar rumah kenangan bersama ahmad, melati pun masuk ke dalam taksi dan melambaikan tangan pada nissa dan kedua orang tuanya. Melati pergi lebih dulu dengan taksi sendiri karena tujuan mereka berbeda, dengan membawa sejuta kenangan dan kesedihan yang masih mendalam terhadap almarhum suaminya.
sedangkan nissa dan kedua orang tuanya pun masih memandang rumah peninggalan ahmad itu juga sebentar, agus dan wati pun masuk lebih dahulu ke dalam taksi sedangkan nissa masih melihat ke arah rumah itu, dan tidak sengaja nissa melihat arwah ahmad berdiri di depan pintu rumahnya sambil melambaikan tangan pada nissa, nissa pun mengangguk dan tersenyum ke arahnya.
" ayo masuk nissa " kata agus
" eh iya Pak " kata nissa yang terkejut mendengar agus memanggil.
nissa pun langsung masuk ke dalam taksi dan duduk di sebelah ibunya, taksi pun mulai berjalan dan nissa masih memandang ke arah jendela taksi sambil melihat rumah serta arwah pamannya yang mulai semakin jauh dan sampai tidak terlihat lagi.
" kenapa pak agus sekeluarga cepat sekali meninggalkan rumah almarhum pak ahmad, bukannya sebelum genap empat puluh hari rumah tidak boleh di kosongkan " kata supir taksi itu saat di perjalanan
" tidak apa - apa pak, kami hanya terlalu lama saja sudah meninggalkan rumah kami di desa " jawab agus
__ADS_1
" memangnya kenapa pak " tanya nissa
" menurut kepercayaan orang di kampung saya, kalau arwah orang yang sudah meninggal sebelum genap seratus hari masih berada di sekitar rumahnya, dan sebelum genap empat puluh hari arwah orang itu masih berada di rumahnya, hanya saja kita tidak bisa melihatnya . makanya kalau bisa jangan sampai di kosongkan " kata supir itu.