Khairunnisa Anak Indigo

Khairunnisa Anak Indigo
part 45


__ADS_3

" begitu ya pak, tapi mau bagaimana lagi, kami harus melanjutkan hidup kami di desa " kata agus yang juga di anggukan oleh wati


" tidak apa - apa itu hanya kepercayaan para sebagai orang saja, dan untuk masalah yang seperti itu kita serahkan saja pada yang maha Kuasa " kata pak supir itu yang langsung di anggukan oleh agus wati, dan juga nissa.


" pantas saja tadi aku melihat arwah paman, kenapa baru tadi paman memperlihatkan dirinya, apa paman tidak mau membuat ku bertambah sedih maka dari itu ia tidak menampakkan dirinya, padahal selalu ada di sekitar kami selama ini " kata nissa dalam hati.


setelah itu mereka hanya diam dengan pikiran masing-masing di dalam perjalanan.


setelah menempuh beberapa jam akhirnya nissa dan kedua orang tuanya pun sampai di desa mereka dan taksi tadi pun mengantarkan mereka sampai di depan rumah mereka.


" terimakasih banyak pak, sudah mengantarkan kami, mau mampir dulu " kata agus yang langsung keluar dari taksi bersama istri dan anaknya setelah membayar ongkos taksi nya kepada supir itu.


" sama - sama pak agus, lain kali saja. ya sudah saya kembali lagi ke kota permisi pak agus, bu wati dan nak nissa. assalamu'alaikum " kata supir itu


" Walaikum salam, hati - hati pak " kata nissa dan kedua orang tuanya dan di anggukan oleh supir itu dan langsung pergi dari sana.


sebenarnya agus dan pak supir taksi tadi sudah sangat akrab, karena sudah sering menjadi langganan agus dan ahmad bila ingin pergi ke kota, atau ahmad yang ke desa mengunjungi agus dan keluarga nya.


dan supir tadi pun sudah mengetahui kalau ahmad sudah meninggal.


setelah taksi itu pergi nissa dan orang tuanya pun masuk kedalam rumah mereka untuk membersihkan diri dan beristirahat.


hari pun berganti sekarang nissa dan orang tuanya sedang sarapan bersama setelah sarapan pak agus pun mempersiapkan perlengkapan yang akan iya bawa ke sawah, sedangkan nissa dan wati membersihkan rumah.

__ADS_1


tok tok tok..


" assalamu'alaikum pak agus pak... " panggil seseorang di luar


" siapa di luar pak, kayanya ada tamu " kata wati di dalam


" iya bu bapak lihat dulu ya " kata agus


agus pun keluar membukakan pintu


" eh bu siti ada apa bu " tanya agus


" tolong saya pak agus, tolong saya " kata bu siti yang terlihat sangat khawatir.


" eh bu siti, ada apa bu kenapa terlihat sangat panik sekali " kata wati yang juga baru datang dari dalam.


" begini bu wati, saya mau minta tolong sama pak agus " kata siti


" minta tolong apa bu, apa yang bisa saya bantu " tanya agus lagi


" tolong saya pak agus, suami saya pergi dari kemarin dan sampai sekarang belum kembali, tolong bantu saya mencarinya pak agus " kata siti dengan terlihat sangat khawatir.


" memangnya suami ibu pergi kemana " tanya wati lagi

__ADS_1


" begini pak agus bu wati, kemarin.... "


( plash back on ) :


" bu bapak mau pergi merantau ke kota " kata pak rahmat yang sambil memasukkan semua bajunya ke dalam ransel


" kenapa baru bilang pak, memang harus sekarang " tanya siti pada suaminya


" iya bu, bu bapak minta jarum " kata rahmat yang sudah selesai menyiapkan keperluan nya dan siap berangkat


" untuk apa jarum pak " tanya siti heran


" sudah lah bu tidak usah banyak bertanya, berikan jarum yang baru " kata rahmat


" ini pak jarum nya " kata siti memberikan jarum yang masih baru, meskipun masih bingung.


setelah mengambil jarum dan membungkusnya dengan kain putih bersih lalu memasukkan nya ke dalam saku bajunya pak rahmat pun berpamitan pergi.


" bapak pergi dulu bu " kata rahmat yang langsung pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam.


bu siti pun sangat bingung dan heran melihat pak rahmat yang tidak biasanya seperti itu, lalu siti pun mengikuti pak rahmat dari belakang.


" lo kenapa bapak pergi ke kebun belakang, bukan nya kalau mau ke kota lewat depan dan menggunakan taksi, ini kenapa malah ke kebun belakang " kata siti yang sangat heran dan bingung.

__ADS_1


__ADS_2