Khairunnisa Anak Indigo

Khairunnisa Anak Indigo
part 26


__ADS_3

" ya sudah kalau begitu aku pulang dulu ya Bu Mita, Zahra " kata Nissa


" iya, sekali lagi terimakasih banyak Nissa, kamu sudah membatu menyembuhkan ibu " kata Mita


" iya Nissa terimakasih banyak ya " kata zahra juga


" iya Zahra, ibu sama - sama. ya sudah Nissa pulang ya assalamualaikum " pamit Nissa


" walaikum salam " jawab Mita dan Zahra bersamaan


Nissa pun langsung pulang kerumahnya, dan ia pun langsung ke dapur memasak makanan, hari pun sudah hampir sore kedua orang tua Nissa pun sudah kembali dari sawah.


hari - hari Nissa pun berlalu seperti biasanya, setelah kedatangan Agus yang telah pergi mendadak itu, tidak pernah terjadi apa - apa lagi pada keluarga Nissa, tidak terjadi sesuatu lagi.


selama hampir setengeh tahun sudah keluarga Nissa menjalani hidup dengan tenang dan damai, tidak ada lagi teror - teror yang menggangu mereka. kehidupan mereka pun mereka jalani dengan rasa bahagia dan saling menyayangi.


hari ini tepat enam bulan mereka merasakan hidup damai, dan sekarang mereka sedang bersantai di ruang keluarga sambil nonton tv


tring tring tring..


suara ponsel Wati berbunyi.


" halo assalamualaikum ka " jawab Wati

__ADS_1


" walaikum salam Wati, cepat kesini Ti, ka Ahmad sakit " kata melati


" innalilahi, ka Ahmad sakit apa ka " tanya Wati yang sangat cemas


" kata dokter, diabetes dan kolesterol ti. cepat kesini ya " kata melati


" ya Allah ka Ahmad, kenapa baru sekarang periksa ka " kata Wati


" ya begitulah Kaka mu Wati, sudah parah baru bicara. ya sudah kalian cepat kesini ya Kaka tunggu " kata Wati


" iya ka kami langsung pergi ke sana sekarang, assalamualaikum " kata Wati yang langsung mengakhiri telponnya


" walaikum salam " kata melati yang juga langsung mematikan ponselnya.


" iya Bu, ayo sekarang kita siap - siap " kata Agus yang langsung di anggukan oleh Wati dan Nissa


setelah sudah siap semua mereka pun berangkat menggunakan taksi dan langsung pergi ke kota.


sesampainya di kota, tepatnya di depan rumah Ahmad, mereka pun langsung turun dan masuk.


tok tok tok...


" assalamualaikum ka " salam Wati

__ADS_1


cekklek..


"walaikum salam, eh kalian sudah sampai. ayo masuk " kata melati


" iya ka, ka Ahmad sekarang di mana " tanya wati


" ada di kamar Ti, sudah beberapa hari sakit, tapi tidak mau di bawa kerumah sakit " kata melati


mereka pun langsung ke kamar untuk melihat kondisi Ahmad


" assalamualaikum ka, gimana kabar Kaka, kenapa bisa begini ka, kenapa tidak mau ke rumah sakit, hiks hiks hiks..." tanya Wati sambil menangis melihat kondisi kakak nya yang terbaring lemah


" iya ka, kita ke rumah sakit ya " ajak Agus


" paman, ayo kita berobat ke dokter paman Nissa tidak tega melihat kondisi paman yang seperti ini, hiks hiks hiks..." kata Nissa sambil menangis juga


" aku tidak apa-apa Wati, Agus, paman tidak apa-apa Nissa. paman tidak mau di bawa ke rumah sakit, aku mau di rawat di rumah saja, sudah kalian jangan menangis, paman tidak apa-apa " kata Ahmad


kondisi Ahmad saat ini sangat memprihatikan, karena penyakit diabetes nya yang sudah parah, sehingga membuat kaki sebelah Ahmad sedikit mengalami kebusukan, dan tidak bisa berjalan. belum lagi penyakit lainnya yang membuat kondisi nya sangat lemah.


melati, Wati dan Nissa pun dengan telaten merawat Ahmad, setiap hari mereka membersihkan luka di kakinya.


hingga malam tiba dan mereka makan malam, setelah selesai mereka pun bersiap untuk istirahat, tapi tiba-tiba...?

__ADS_1


__ADS_2