Khairunnisa Anak Indigo

Khairunnisa Anak Indigo
part 34


__ADS_3

Setelah selesai bersiap Nissa dan kedua orang tua nya pun langsung pergi ke kota. Di perjalanan Wati tak henti - hentinya menangis, dan Agus selalu menenangkan Wati untuk tabah dan ikhlas menerima semuanya. sedangkan Nissa hanya diam saja sambil melihat ke arah jalanan.


setelah menempuh waktu beberapa jam akhirnya Nissa dan kedua orangtuanya sampai di kota tepatnya di kediaman pak Ahmad, dan di sana sudah datang banyak para pelayat dan bendera kuning pun terpasang di depan rumahnya.


dengan menangis Wati di rangkul Agus masuk ke rumah duka, sedangkan Nissa berjalan di belakang orang tua nya sambil menahan air matanya yang hendak keluar dari tadi.


begitu mereka masuk Wati dan Nissa pun langsung menangis duduk dan memeluk jenazah Ahmad yang sudah terbaring kaku di hadapan mereka.


tidak ada kata - kata yang dapat Nissa dan kedua orangtuanya katakan, hanya tangisan yang mengiringi kepergian Ahmad yang begitu mendadak.


setelah kedatangan Nissa dan kedua orangtuanya tidak lama jenazah Ahmad pun akan segera di kebumikan, ada sedikit rasa tidak rela di hati melati, Nissa Wati dan Agus. atas kepergian Ahmad yang sangat mendadak. tapi mau bagaimana lagi mereka harus merelakan semua.

__ADS_1


acara pemakaman pun sudah selesai di laksanakan, dan malam ini adalah malam pertama mereka mengadakan tahlilan di rumah Ahmad, begitu banyak yang datang dan hadir di acara itu untuk mendoakan almarhum. Wati terus memeluk melati mereka sama-sama merasakan kesedihan yang mendalam, sedangkan Agus sibuk menyambut para tamu, dan Nissa saat ini duduk sendiri di belakang rumah pamannya itu.


" sudah jangan terlalu bersedih kasihan almarhum paman mu, bila terus kau tangisi " kata Fatimah yang muncul di sebelah Nissa


" benar Nissa, ikhlas kan pamanmu, mungkin ini yang terbaik untuk beliau, sudah cukup beliau menahan penyakit yang menggerogoti tubuhnya selama ini. makanya relakan beliau, beliau sudah tenang dan nyaman di sana " kata Aisyah yang juga baru muncul di sana.


" iya ka, Nissa hanya masih terkejut dan merasa tidak percaya dengan semua ini, ini begitu mendadak. Padahal sebelum kami pulang beberapa hari yang lalu, paman sudah lebih baik, kondisi nya juga sudah sangat baik, makanya Nissa dan kedua orang tua Nissa bisa pulang dengan tenang meninggalkan Paman, namun tidak di sangka itu adalah pertemuan terakhir kami sama paman hiks hiks hiks.." kata Nissa sambil menangis


" benar dan kita harus ikhlas menerima semuanya " kata Aisyah


" iya ' kata Nissa sambil mengangguk membenarkan semua perkataan kedua temannya itu.

__ADS_1


Tidak terasa malam ini adalah malam ke tujuh acara tahlilan di rumah almarhum Ahmad, dan seperti biasa Nissa selalu duduk sendiri di belakang rumah dan masih merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian paman yang sangat Nissa sayangi itu.


" sudah jangan bersedih, ikhlas paman. paman sudah tenang sekarang " kata roh Ahmad yang tiba-tiba muncul duduk di sebelah Nissa


" astaghfirullah, paman hiks hiks hiks kenapa paman baru datang menemui Nissa hiks hiks hiks. " kata Nissa yang terkejut dan langsung menangis senang bisa melihat roh pamannya.


" tidak apa-apa nak, bilang sama bibi dan orang tua mu, ikhlas kan paman ya, agar paman bisa pergi dengan tenang " kata Ahmad


" iya paman hiks hiks hiks, Nissa sayang paman hiks hiks hiks " kata Nissa


" sudah jangan menangis lagi, paman juga sangat menyayangi mu nak, dan menyayangi semuanya, selamat tinggal sayang, yakinlah di akhir nanti kita pasti akan berkumpul bersama kembali. paman pergi ya, ingat selalu doakan paman di setiap saat kamu berdoa, hanya itu yang butuhkan, paman pergi nak assalamualaikum " kata Ahmad yang mulai hilang bersama cahaya yang langsung terbang ke atas langit.

__ADS_1


" walaikum salam, paman hiks hiks hiks , Nissa janji Nissa akan selalu mendoakan paman, semoga paman mendapat tempat terbaik di sisinya hiks hiks hiks..." kata Nissa sambil melambaikan tangan mengiringi cahaya yang terbang semakin tinggi ke langit itu.


__ADS_2