
Malam pun tiba, seperti yang dikatakan nya siang tadi, setelah sholat isya Nissa langsung beristirahat dan memejamkan matanya, seketika Fatimah dan Aisyah membawa jiwa Nissa pergi ke alam gaib untuk menemui kakek buyutnya yang ada di dalam mesjid yang selalu Nissa kunjungi itu.
Sedangkan Wati Juga berbaring di sebelah Nissa.
Dalam sekejap mereka sudah berada di alam gaib dan mereka pun langsung masuk ke dalam mesjid untuk menemui kakek buyut Nissa.
" assalamualaikum ke, maaf kalau Nissa mengganggu " kata Nissa yang sudah masuk kedalam mesjid itu
" walaikum salam cucuku, kakek tahu apa tujuan mu datang menemui kakek " kata kakek
" benarkah ke, jadi kakek sudah tahu apa yang terjadi, lalu bagaimana ke " tanya Nissa
" tidak apa-apa cucuku, kakek sudah mengobati bapak kamu, dan biarkan ia sendiri dulu sekarang, agar orang mengira rencananya berhasil " kata kakek
" lalu dimana bapak sekarang kek " tanya Nissa lagi
" bapak mu berada di tempat yang aman sekarang, dan bilang pada ibumu agar tidak menghawatirkan bapak mu, karena kakek akan selalu menjaganya, dan tugasmu sekarang adalah melawan setiap serangan yang mereka lakukan terhadap kamu dan ibumu " kata kakek
__ADS_1
" kenapa semua ini terjadi pada keluarga Nissa kek, apa salah kami kenapa mereka selalu menyakiti kami " kata Nissa
" sabar cucuku, mereka begitu karena iri dan dengki pada keluarga mu, dan sifat itu tidak bisa mereka hilangkan karena sudah mendarah daging, mereka akan bahagia kalau melihat kalian menderita, tapi mereka akan sakit hati bila melihat kalian bahagia. maka dari itu syukurlah apa pun yang yang terjadi agar kalian selalu kuat menghadapinya, dan selalu berdoa dan minta perlindungan pada Allah, dan Allah pasti akan selalu menjaga kalian " terang kakek
" terimakasih banyak kek, insyaallah Nissa ikhlas menerima semuanya, dan Nissa akan hadapi apapun yang terjadi nanti dengan semampu Nissa, terimakasih banyak kek, sudah menjaga bapak Nissa " kata Nissa
" sama - Sama cucuku, sekarang kembalilah mengaji dan belajar kekuatan yang kamu miliki gih, teman - temanmu sudah menunggu. " kata kakek
" iya kek, ya sudah Nissa ke sana dulu ya ke assalamualaikum "
" walaikum salam " jawab kakek
" semoga kamu dan keluarga mu selalu kuat cucuku, karena mereka tidak akan pernah berhenti menyakiti keluarga mu sampai kapanpun, karena mereka sekarang berhati iblis, dan tidak punya rasa perikemanusiaan lagi, yang sabar cucuku ini ujian untuk keluargamu. " kata kakek dalam hati sembilan melihat Nissa menjauh dan berkumpul bersama dengan teman-teman nya.
Setelah selesai belajar mengaji dan bermain sepuasnya dengan teman - temannya, seperti biasa Nissa pun di antara pulang oleh Fatimah dan Aisyah jin yu selalu bersama dan mendampingi.
Ketika Nissa membuka mata Nissa kaget ternyata semalam ibunya ikut tidur bersamanya, dan tidak lama setelah Nissa bangun azan Subuh pun berkumandang, Nissa segera membangunkan ibunya untuk shalat subuh bersama.
__ADS_1
" Bu bangun Bu, sudah waktunya sholat subuh, bangun Bu " kata Nissa yang membangunkan ibunya.
" eemmmhhh kamu sudah bangun sayang, apa waktu subuh sudah tiba " kata Wati sambil mengucek mata dan mengusap wajah nya.
" iya Bu, baru saja azan Subuh berkumandang, yu kita sholat dulu " ajak Nissa "
" benarkah, iya sayang yu " kata Wati yang langsung bangun dan di susul oleh Nissa
mereka berdua pun sholat subuh berjamaah, setelah selesai sholat Wati pun menanyakan pada Nissa apa yang di katakan oleh kakek buyutnya.
Nissa pun menceritakan dan mengatakan semuanya BNI pada ibunya, tentang apa yang di beritahu dan di jelaskan oleh kakek buyutnya.
" benarkah begitu Nissa, syukurlah kalau bapak kamu baik - baik saja, ya sudah nak kita terima saja dan kita hadapi bersama semua ini, ini adalah ujian untuk kita, ibu yakin di balik semua ini pasti ada hikmahnya, kita harus kuat sayang " kata Wati sambil memeluk anaknya.
" benar Bu, begitu lah yang kakek buyut katakan pada Nissa "
" ya sudah tidak apa-apa sayang, yu kita masak, nanti kita pergi ke kebun bersama ya, bantu ibu memetik sayuran untuk di jual di pasar " kata Wati
__ADS_1
" iya Bu " jawab Nissa