Khairunnisa Anak Indigo

Khairunnisa Anak Indigo
part 27


__ADS_3

Duaarrrt.....


seperti suara ledakan bom terdengar sangat keras di atas rumah Ahmad


dor dor dor...


suara gedoran dinding di segala arah


" suara apa itu pak, ibu takut " kata Wati yang sangat terkejut dan ketakutan


" tenang Bu lebih baik sekarang kita berdoa memohon perlindungan kepada Allah " kata Agus yang juga mulai takut


" suara apa itu " kata melati yang juga ketakutan


" itu suara banaspati yang dikirim oleh seorang untuk menyerang kita, pak Bu, bibi. dan semuanya tidak bisa masuk karena rumah paman sudah di pasang pagar gaib nya " kata Nissa yang mengerti


" ya Allah, siapa yang sudah berbuat seperti ini " tanya melati


" yang jelas orang yang tidak suka dengan ka Ahmad dan keluarga kita " jawab Agus


" sekarang kita harus bagaimana pak " tanya Wati yang sangat ketakutan


" besok bapak hubungi kiai Soleh, untuk memeriksa ka Ahmad dan sekaligus mengobatinya, kita gunakan obat herbal saja, karena ka Ahmad tidak mau ke dokter " kata Agus


" iya pak, terus sekarang ini bagaimana pak " tanya Wati lagi


" nanti berhenti dengan sendirinya Bu " kata Nissa


mereka pun beristirahat dengan rasa sedikit tegang dan takut, karena bermacam-macam suara yang terdengar ingin menghantam rumah itu tapi selalu gagal.

__ADS_1


malam pun telah berganti pagi, sekarang mereka sedang sarapan bersama, dan setelah itu melati, Wati dan Nissa membantu membersihkan tubuh Ahmad agar lebih segar, sedang Agus langsung pergi ke tempat Kiai Soleh.


tidak lama kemudian Agus dan kiai Soleh pun datang.


" assalamualaikum Bu " salam Agus


" walaikum salam, bapak pak Kiai. mari silahkan masuk " kata Wati


mereka pun masuk dan duduk di ruang tamu, dan Nissa pun datang membawakan minuman.


" assalamualaikum pak Kiai " sapa Nissa sambil mencium tangan pak Kiai


" walaikum salam nak, bagaimana kabar mu " tanya Kiai


" Alhamdulillah baik pak Kiai " jawab Nissa


" Alhamdulillah syukurlah kalau begitu, oh ya dimana paman mu " tanya Kiai


" baiklah saya ingin bertemu dan melihatnya " kata Kiai


" iya mari silahkan pak kiai " kata Agus


mereka pun langsung mengantarkan Kiai Soleh untuk menemui Ahmad.


" assalamualaikum Ahmad, bagaimana kabar mu " tanya Kiai


" walaikum salam, yah beginilah pak Kiai " jawab Ahmad


kiai Soleh pun mendekati dan melihat serta memegang kaki Ahmad.

__ADS_1


" Kita akan coba sembuhkan dengan ramuan herbal ya, dan kamu juga harus menjalankan terapi dari saya, kamu bersedia " tanya Kiai


" iya pak Kiai saya bersedia, asalkan jangan bawa saya kerumah sakit. " kata Ahmad yang kekeh tidak mau di bawa ke rumah sakit.


" baiklah mulai besok saya akan mulai pengobatannya, dan kamu Nissa persiapkan diri mu, nanti malam kita akan menghadapi orang - orang yang hendak berbuat jahat pada keluarga kalian, kamu mengerti kan maksud saya " kata Kiai Soleh


" mengerti kiai " jawab Nissa


" ya sudah kalau begitu saya pulang dulu, saya akan mempersiapkan pengobatan untuk besok, saya pamit semua, assalamualaikum " kata Kiai


" terimakasih kasih banyak pak kiyai, walaikum salam " jawab mereka semua.


dan Agus pun kembali mengantarkan Kiai Soleh pulang ke rumahnya.


" memangnya apa yang akan kamu lakukan nanti malam Nissa" tanya Wati


" Nissa dan pak kyai hanya ingin mengembalikan apa yang sudah orang jahat itu perbuat pada keluarga kita Bu " jawab Nissa


" maksud mu " tanya Melati


" seseorang sudah memanfaatkan kondisi paman yang lagi lemah ini, untuk menghancurkan membunuh paman lewat jalan halus bi " kata Nissa


" astaghfirullah, tega sekali mereka, kenapa mereka melakukan semua itu " tanya Wati


" seperti kita Bu, mereka juga iri dengki pada paman, dan tujuan mereka memang untuk menghancurkan keluarga kita " jawab Nissa


" astaghfirullah, semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT amin " kata Wati


" amin " kata Nissa, melati, dan Ahmad

__ADS_1


tidak lama Agus pun kembali, setelah mengantarkan pak Kiai pulang tadi.


__ADS_2