Khairunnisa Anak Indigo

Khairunnisa Anak Indigo
part 54


__ADS_3

" astaghfirullah nak, terus sekarang bagaimana ini pak ustadz " tanya pak lurah


" astaghfirullah, kenapa kamu seperti itu nak, lalu ini bagaimana pak ustadz " tanya bu lurah juga yang sangat sedih melihat kondisi anaknya sekarang


" Astaghfirullahalazim " kata orang t ua nissa bersamaan setelah mendengar penyebab aldo jadi seperti ini


" begini pak, bu lurah. melihat kondisi dan keadaan aldo seperti ini sebenarnya tidak ada yang dapat kita lakukan lagi sekarang, kita hanya bisa menerima semuanya " kata pak ustadz


" iya bapak, Ibu lurah. sebaiknya kita tuntun ka aldo sekarang, hanya itu yang ka aldo butuhkan. dan maafkan nissa soal apa yang nissa lakukan tadi pada ka aldo, hanya itu yang dapat nissa lakukan untuk menghentikan kegilaan dan keganasan ka Aldo yang sudah di kuasai iblis, pak, bu. " kata nissa


pak lurah dan bu lurah hanya mengangguk saja mengiyakan, dan mereka berdua langsung menuntun anak mereka yang sudah tidak berdaya itu.


tidak beberapa lama bapak dan bu lurah menuntun aldo mengucapkan kalimat kalimat suci, dengan napas yang sudah tidak beraturan dan tubuh yang sudah tidak dapat bergerak lagi, aldo menghembuskan nafas terakhir nya dalam keadaan masih sama seperti tadi.

__ADS_1


" innalillahi wainnailaihi rojiun " kata mereka bersamaan.


" aldo... hiks hiks hiks.. " tangis bu lurah pecah


" nak, anak bapak hiks hiks hiks...." tangis pak lurah akhirnya juga pecah, sebagai seorang ayah yang sangat menyayangi anaknya iya begitu sangat kehilangan.


" maafkan nissa ka aldo, nissa tidak bisa menyelamatkan kakak, maafkan nissa yang sudah menyiksa ka aldo, hanya itu yang dapat nissa lakukan untuk menghentikan semuanya " kata nissa dalam hati


" sudah pak, bu lurah ikhlas anak kalian, mungkin ini lebih baik untuk anak kalian, yang sabar pak bu " kata pak ustadz


" kaka, hiks hiks hiks... " tangis adik adik aldo pecah saat mereka melihat kakak tertua mereka sudah pergi untuk selamanya.


aldo adalah anak tertua pak lurah dan bu lurah, dari empat ber sodara.

__ADS_1


pak lurah dan bu lurah hanya bisa mengangguk mendengar semuanya, mereka berdua menyesal karena tidak terlalu memperhatikan aldo, padahal dulu aldo adalah anak yang sangat baik dan patuh pada orang tua, tapi karena kesibukan mereka berdua yang jadi pemimpin desa membuat mereka melalaikan tugas mereka sebagai orang tua sehingga aldo salah jalan dan salah pergaulan, dan tanpa sepengetahuan mereka aldo sudah bersekutu dengan iblis, untuk mengebalkan tubuh dan menarik lawan jenis, mungkin ada larangan dan pantangan dari iblis itu yang dilanggar aldo, sehingga membuat aldo jadi seperti ini.


dan iblis itu adalah sosok yang sudah di hancurkan dan di musnahkan Fatimah dan aisyah tadi.


" begitulah sesuatu yang bersangkutan dengan iblis, hanya mendapatkan sementara apa yang kita inginkan, setelah itu penyesalan lah yang akan kita dapatkan. karena sesungguhnya yang berasal dari setan atau iblis hanya bersifat sementara, dan dari Tuhan yang maha Kuasa lah yang kekal dan hakiki. " kata ustadz dan nissa dalam hati.


setelah melihat semua itu pak ustadz langsung pamit untuk ke mesjid mengumumkan kematian aldo pada warga, sedangkan nissa dan kedua orang tuanya membantu pak lurah sekeluarga untuk mengurus semuanya.


setelah mendengar pengumuman yang di umumkan pak ustadz di mesjid, para warga pun berkumpul kembali ke rumah pak lurah untuk melayat dan membantu mengurus pemakaman aldo.


semua berjalan lancar dan hari itu juga jenazahnya langsung di makamkan di TPU, semua warga termasuk para kepolisian mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.


setelah semuanya selesai, para warga dan anggota kepolisian pun meninggalkan TPU, hanya keluarga yang masih berada di sana, sedangkan pak ustadz, nissa dan kedua orang tuanya langsung pulang ke rumah untuk beristirahat, karena semalaman mereka tidak tidur, begitu juga dengan para warga yang lainnya.

__ADS_1


sesampainya di rumah nissa dan orang tuanya pun membersihkan diri dan beristirahat sebentar. dan tidak terasa hari sudah menjelang magrib nissa dan kedua orang tuanya langsung bangun dan bergegas menjalankan kewajiban mereka sebagai umat muslim.


setelah sholat isya nissa dan kedua orang tuanya pun kembali beristirahat, karena merasakan tubuh mereka yang sangat lelah sekarang setelah semua yang terjadi.


__ADS_2