
Di tempat lain setelah nissa berhasil mengalahkan mahluk yang sudah mengurung pak kiai itu, sembilan dukun yang mengirimkan itu pun kini terluka parah dan sebagian ada yang sudah meninggal karena tidak kuat menahan serangan dari nissa kemarin. sedangkan orang dengki yang sudah melakukan semua itu pun juga langsung meninggal, setelah beberapa hari sadar dari koma, iya masih ingin balas dendam pada keluarga ahmad sehingga tidak puas dengan hanya satu orang pintar, tapi iya meminta sembilan orang pintar untuk memenuhi balas dendam nya pada ahmad.
dan usahanya pun berhasil, tapi hanya sebentar lalu nissa mengembalikan semuanya.
sebenarnya kehidupan pak ahmad hanya sederhana, iya bekerja menjadi ketua BPD di daerahnya, dan semenjak sakit ahmad pun mengundurkan diri dari jabatannya, oleh karena itulah ahmad tidak mau di bawa berobat ke rumah sakit, dan hanya melakukan pengobatan herbal di rumah saja bersama pak kiai, karena ahmad tidak ingin menjadi beban untuk keluarga nya. sedangkan pesangon dan gajih terakhir nya, ia gunakan untuk berobat herbal dan ongkos sehari - hari bersama istrinya.
meskipun begitu ada saja orang yang iri dengki terhadap ahmad, karena tidak suka melihat ahmad hidup bahagia bersama istrinya. meskipun tidak memiliki anak ahmad dan melati tetap bahagia dan mensyukuri pemberian Tuhan pada mereka.
**
kembali ke nissa
setelah cukup lama berkunjung sekaligus berpamitan pada pak kiai, agus dan keluarga nya pun berpamitan untuk pulang karena harinya sudah sore.
__ADS_1
Dan seperti kemarin nissa pun kembali melihat makhluk tak kasat mata itu saat perjalanan pulang ke rumah paman nya, tapi kali ini nissa hanya diam saja dan pura-pura tidak melihat semuanya.
sesampainya di rumah mereka pun membersihkan diri setelah itu wati, melati dan nissa pun langsung ke dapur memasak untuk makan malam. dan setelah selesai memasak mereka pun sholat maghrib berjama'ah bersama, setelah sholat maghrib mereka pun makan malam bersama dan sehabis makan mereka pun duduk di ruang keluarga mengobrol bersama sambil menunggu waktu isya.
" bi, kenapa bibi mau pulang ke desa, kenapa tidak tinggal di sini saja, ini kan rumah bibi " tanya nissa
" terlalu banyak kenangan bibi bersama paman mu di sini nissa, bibi hanya ingin memulai kehidupan baru bibi bersama orang tua bibi di desa " jawab melati dengan menghembuskan nafas beratnya, karena masih merasakan kesedihan yang mendalam.
" rumah ini peninggalan satu - satunya dari ka ahmad Ti, dulu sebelum ka ahmad meninggal ia pernah berkata sampai kapan pun kami tidak akan menjual rumah ini. rumah ini hasil jerih payah kami berdua, meskipun kami tidak memiliki anak, dan aku pun tidak memiliki saudara, dan hanya kamu saudara ka ahmad satu - satunya, kami pun sepakat untuk mewariskan rumah ini pada nissa, karena hanya nissa juga satu - satunya keponakan kami yang sudah kami anggap sebagai anak kami sendiri.
maka dari itu, sesuai amanah almarhum, bibi serahkan rumah ini padamu nissa, dan bibi akan kembali ke desa untuk bersama orang tua bibi " kata melati
" tapi kenapa secepat ini bi " tanya nissa lagi
__ADS_1
" bibi hanya tidak mau berlarut - larut dalam kesedihan nissa, dan bibi akan memulai menata hidup bibi mulai dari awal lagi di sana. " kata melati
" ya sudah kalau itu keputusan ka melati, kami menghargai nya, dan masalah rumah ini, biarkan dulu kita tinggalkan, dan setelah nissa menikah dan berkeluarga baru ia akan memenuhi amanah ka ahmad untuk mewarisi rumah ini dan menempatinya kembali. " kata agus
" benar jadi biarkan saja dulu rumah ini, yang penting tidak terjual seperti kehendak almarhum " kata melati yang juga di anggukan oleh wati
sedangkan nissa hanya diam saja mendengarnya.
waktu isya pun tiba, mereka pun melaksanakan ibadah bersama dan selalu mendoakan almarhum ahmad agar lebih tenang di sisi yang kuasa.
setelah selesai sholat mereka pun istirahat di kamar, dan seperti kemarin nissa pun tidur bersama melati lagi untuk menemaninya.
dan ketika nissa dan melati hendaklah memejamkan mata agar segera tidur, Tiba-tiba.....?
__ADS_1