
Matahari pun sudah terbit menyinari bumi, sedangkan nissa dan melati masih setia memejamkan mata karena masih sangat mengantuk akibat tidak tidur semalam.
tidak terasa jam pun menunjukkan pukul sebelas siang, nissa pun membuka matanya dan langsung bangun. begitu pun dengan melati iya juga membuka matanya dan langsung bangun untuk membersihkan diri dan mandi.
setelah bersih dan segar mereka berdua pun keluar kamar untuk menemui agus dan melati. saat melati membuka pintu kamarnya, dan bertepatan juga dengan wati yang juga membuka pintu kamarnya dan langsung keluar bersama agus.
" kamu juga baru bangun wati, agus " tanya melati yang melihat mereka yang juga lebih segar seperti habis mandi
" iya kalian juga baru bangun ka, nissa " tanya wati
" iya kami baru tidur setelah sholat subuh tadi " kata melati
" sama kami juga baru bisa tidur setelah azan dan sholat subuh tadi " kata wati yang juga di anggukan agus
" apa bapak sama ibu mendengar dan terganggu suara tadi malam sehingga tidak bisa tidur " tanya nissa
" iya dan setelah suara itu menghilang baru kami bisa tidur, apa kalian juga mendengarnya " tanya wati
" iya " jawab melati yang juga langsung di anggukan oleh nissa
" ya sudah jangan di bahas lagi, sekarang kita kedapur saja memasak, yu niss, ka melati " ajak wati yang langsung di anggukan mereka
sedangkan agus duduk di ruang keluarga sambil nonton TV. setelah masakan selesai mereka pun makan bersama.
" oh ya ka melati, setelah ini kaka gimana " tanya wati yang sambil makan
__ADS_1
" rencananya aku akan pulang ke desa dan berkumpul bersama orang tua ku di sana. Ti " jawab melati
" kami juga akan segera kembali ke desa ka " kata agus yang juga di anggukan oleh Wati
" rencananya besok, hari ini mau silaturahmi ke tempat pak kiai dulu untuk berpamitan " kata agus lagi
" kalau begitu aku ikut ya, aku juga mau sekalian berpamitan pada pak kiai, dan mau pulang besok juga " kata melati
" ya sudah nanti setelah dhuhur kita sama - sama ke sana ya ka " kata wati yang langsung di anggukan melati
sedangkan nissa hanya diam saja mendengar mereka bicara dan hanya pokus menyelesaikan makanan nya.
setelah selesai makan tak terasa dhuhur pun tiba dan setelah membersihkan bekas makan mereka, mereka pun langsung sholat dhuhur berjamaah bersama.
dan seperti rencana mereka tadi mereka pun langsung pergi bersama ke rumah pak kiai sholeh.
" assalamu'alaikum pak kiai " panggil agus yang baru smpai bersama mereka.
" Walaikum salam, sebentar " jawaban dari dalam
setelah mendengar jawaban dari dalam mereka pun menunggu sebentar di depan rumah pak kiai.
ceklek...
" eh ada tamu, oh pak agus dan keluarga, silahkan masuk " kata yanti
__ADS_1
" terimakasih bu, oh ya pak kiai ada " tanya agus
" oh ada, silahkan masuk dan duduk dulu memangnya ada apa " tanya yanti
" tidak ada apa-apa bu, kami hanya ingin bersilaturahmi saja " kata melati
" oh gitu, ya sudah sebentar ya ibu panggilkan dulu " kata yanti yang langsung di anggukan oleh mereka semua.
yanti pun masuk ke kamar memanggil kiai dan juga Anaknya yang sedang mengaji bersama.
setelah selesai mengaji bersama pak kiai dan aditya pun keluar kamar menyusul yanti yang sudah keluar lebih dulu untuk menemui mereka.
" eh kamu gus, beserta keluarga memangnya ada apa nih ko rame - rame kesini tumben " kata pak kiai
" iya pak kiai kami datang ingin bersilaturahmi dan sekaligus berpamitan. bagaimana kabar pak kiai sekarang sudah sehat " kata agus
" alhamdulillah saya sudah sehat dan baik - baik saja. berpamitan memangnya mau pada kemana " tanya kiai lagi
" rencananya besok kami mau pulang ke desa pak kiai " kata agus yang juga di anggukan oleh wati
" saya juga rencananya besok mau pulang ke desa orang tua saya dan langsung tinggal di sana, pak kiai " kata melati
" oh gitu, ya sudah semoga lain waktu kita bertemu lagi ya agus, wati, melati dan kamu nak nissa. " kata kiai yang langsung di anggukan oleh mereka semua
" silahkan minum dulu " kata yanti yang datang dari dalam membawa minuman untuk mereka
__ADS_1
" terimakasih bu " kata agus dan keluarga
mereka pun minum dan mengobrol bersama, dan hanya nissa dan aditia yang sama - sama diam mendengarkan para orang tua berbicara, dan sesekali aditia mencuri pandang dan tersenyum pada nissa.