
Beberapa hari setelah Cassandra pergi bersama Kevin dan Aura. Cassandra saat ini sibuk dengan toko kuenya. Karena ada pelanggan yang memesan cake sebanyak 200 potong. Sejak pagi Cassandra sudah sibuk dengan pesanannya. Pesanan itu akan di ambil pukul 9 pagi. Saat ini waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Cassandra di bantu oleh Ratih yang juga merupakan orang kepercayaan Cassandra dalam membuat cake. Mereka berdua asik membuat adonan sambil sesekali terlibat obrolan ringan.
"Ratih, Maaf ya Mbak ngerepotin kamu. Harusnya kan kamu jam 7 baru masuk. Ini dari jam 5 subuh kamu udah kesini buat bantu Mbak." Ujar Cassandra.
"Ga apa apa Mbak. Udah tugas aku sebagai pegawai disini untuk membantu Mbak." Jelas Ratih.
"Oia Mbak, aku kok udah lama ya gak lihat Pak Kevin ataupun Pak Bimo datang kesini. Biasanya mereka giliran apelin Mbak. Hehe.." Lanjut Ratih sambil terkekeh.
"Kamu kira Mbak apaan sampe di apelin 2 orang gitu." Balas Cassandra dengan nada bercanda.
"Ya abisnya mereka berdua tuh over protektif banget sama Mbak. Aku boleh nanya gak Mbak?"
"Dari tadi juga kamu udah nanya Tih."
"Sebenarnya pacar Mbak tuh yang mana sih? Pak Kevin atau Pak Bimo?"
"Bimo pasti marah loh kalau denger kamu manggil Bapak."
"Jawab Mbak. Aku penasaran banget soalnya. 22 nya ganteng pake banget. yang satu model. Yang satu pengusaha. Jadi Mbak milih model atau pengusaha nih?"
"Kasih tau gak ya."
"Dih Mbak malah semakin bikin aku penasaran."
"Doain aja yang terbaik buat Mbak."
"Iya deh Mbak. Semoga Mbak selalu bahagia terlepas dari siapapun itu."
Cassandra memang sangat dekat dengan Ratih, mungkin karena mereka sering bercengkrama berdua di dapur saat membuat cake. Mereka melanjutkan perkerjaan mereka. Sampai waktu sudah menunjukkan pukul 8 pagi. Deni sudah datang dan sudah mulai membuka toko. Lisna dan Maya pun sudah datang. Mereka bersiap di tempat mereka masing masing. Maya di belakang mesin kasir, Lisna sedang membersihkan rak untuk menyimpan cake yang telah di buat.
"Kalian udah sarapan?" Tanya Cassandra kepada 3 pegawai yang baru datang.
"Sudah Mbak. Mbak mau saya belikan sarapan?" Tanya Deni
"Boleh deh.Tolong belikan lontong sayur yang ada di depan ya Den. Kalian mau?" Tanya Cassandra
__ADS_1
"Ga usah Mbak saya sudah sarapan di rumah." Jawab Lisna
"Iya Mbak, saya juga sudah sarapan tadi di rumah." Sambung Maya
"Kamu sudah sarapan belum Den?" Tanya Cassandra kepada Deni
"Sudah Mbak. Saya sudah sarapan." Jawab Deni
"Ya sudah 2 saja Den. Ni uangnya. Sambelnya di pisah aja ya." Jelas Cassandra
"Iya Mbak siap." Deni pergi keluar untuk membeli pesanan majikannya.
Setelah Deni kembali, Cassandra dan Ratih segera memakan sarapan mereka sambil masih bercengkrama. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi.
"Lisna udah kamu siapin kan pesanan Bu Rida?" Tanya Cassandra kepada Lisna
"Sudah Mbak. Sudah di siapkan. Tinggal di ambil saja." Jelas Lisna.
"Ok. Mbak naik dulu, kalau ada apa apa kamu panggil Mbak aja ya." Ujar Cassandra sambil berlalu ke lantai atas di mana letak kamarnya berada.
"Saya mau ambil pesanan saya." Ujar Ibu tersebut kepada Maya yang berdiri di belakang meja kasir.
"Atas nama siapa ya bu?" Tanya Maya
"Atas nama Rida." Jelas Ibu paruh baya tersebut.
Maya segera memanggil Lisna untuk mengantar Ibi tersebut mengambil pesanannya.
"Lisna, ini Ibu Rida akan mengambil pesanannya. Tolong di antar ya Lisna." Ujar Maya kepada Lisna.
"Iya Maya." Jawab Lisna. "Mari bu saya antar ke meja disana." Lanjut Lisna.
Ibu tersebut mengikuti langkah Lisna yang akan mengantar mengambil pesanannya. Di lihatnya Cassandra sedang menuliskan sesuatu di meja tersebut.
"Maaf Mbak, ini Ibu Rida akan mengambil pesanannya." Ujar Lisna kepada Cassandra.
__ADS_1
"Iya sebentar. Mbak ambil dulu." Cassandra mengambil beberapa kotak cake yang sudah di pesan.
"Ini Bu pesa.." Cassandra tertegun melihat siapa yang datang memesan cake tersebut.
"Kamu. Ngapain kamu disini? Kamu kerja disini ternyata. Berarti benar apa kata Wanda. Kamu mendekati Kevin karena ingin mengejar hartanya saja. Ternyata kamu hanya seorang pegawai rendahan." Ujar Ibu Rida yang tak lain adalah Mami dari Kevin.
"Maaf Bu, Ini pesanan anda." Ucap Cassandra tanpa menghiraukan ucapan Bu Rida.
"Jangan sampai aku lihat pegawai rendahan seperti kamu mendekati anak saya lagi." Ujar Bu Rida. "Saya gak sudi anak saya dekat dengan wanita murahan seperti kamu yang hanya menginginkan harta anak saya saja." Lanjutnya.
"Maaf bu, Jika anda hanya ingin menghina bos saya sebaiknya anda pergi dari sini. Anda sudah menganggu kenyamanan pelanggan yang lain." Ujar Lisna
"Bos? Jadi wanita murahan ini adalah bos kalian? Pasti kamu gak bayar sewa ruko ini kan. Pasti kamu ngemis ngemis biar dikasih ruko ini pada Kevin. Apa jangan jangan kamu menyerahkan tubuh kamu sama Kevin sampai sampai dia gak mau dinikahkan dengan Wanda." Lanjut Bu Rida.
Tak lama kemudian Kevin datang. Karena setiap hari setelah mengantar Aura ke sekolah, Kevin selalu datang ke toko Cassandra. Kevin melihat Mami nya sedang berkata yang tidak tidak kepada Cassandra.
"Mami cukup." Teriak Kevin. "Aku gak sangka mami bisa merendahkan seseorang seperti itu. Aku juga gak tau mami bisa berkata kasar seperti itu. Mami yang aku kenal itu mami yang sopan terhadap siapapun tanpa melihat status. Mami yang aku kenal selalu berkata lembut. Bukan mami yang seperti sekarang ada di hadapan aku." Lanjut Kevin.
"Akhir akhir ini kamu selalu berani membantah mami Kevin. Pasti karena wanita murahan ini kan." Ucap mami sambil menunjukkan tangan nya kepada Cassandra. "Kalau sampai saya lihat kamu masih berdekatan dengan Kevin, saya pastikan hidup kamu gak akan tenang." Lanjutnya.
Bu Rida segera keluar dari toko tanpa membawa cake yang sudah ia pesan. Cassandra mulai meneteskan air matanya dan segera berlari ke lantai 2 dimana kamarnya berada. Kevin segera mengikuti langkah Cassandra. Namun terlambat, Cassandra sudah mengunci pintunya sehingga Kevin tak bisa masuk dan meminta maaf atas apa yang sudah mami nya katakan. Kevin mengetuk dan memanggil Cassandra dari balik pintu.
Tok.. Tok.. Tok..
"Sandra.. Aku mohon buka pintunya. Biarkan aku masuk." Ujar Kevin.
Tok.. Tok.. Tok..
"Nona.. Aku minta maaf atas apa yang sudah mami tuduhkan sama kamu. Aku mohon jangan jauhi aku Nona. Jika perlu kita pergi sejauh mungkin dari mami. Aku gak mau kehilangan kamu Nona."
Tiba tiba Deni datang menghampiri Kevin.
"Pak maaf menganggu. Jika saran saya, lebih baik anda membiarkan Mbak Cassandra untuk menenangkan dirinya sejenak. Anda bisa menunggu di bawah. Tak enak jika anda berteriak teriak di bawah ada pelanggan."
"Baiklah." Ujar Kevin. "Nona. Aku pergi dulu Nona. Aku bakal kasih waktu buat kamu. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku sayang kamu Nona." Ujar Kevin sambil berlalu keluar dan meninggalkan toko Cassandra.
__ADS_1