
Setelah selesai makan, anak anak kembali bermain. Aura pun ikut berbaur bermain bersama anak anak panti. Sedangkan Cassandra, Bimo dan ibu panti duduk di dekat anak anak yang sedang bermain. Mereka hanya mengobrol saja sambil memperhatikan anak anak yang sedang bermain.
"Kalian pacaran?" Tanya ibu panti sambil melirik ke arah Bimo dan Cassandra secara bergantian.
"Tidak bu, kami hanya teman saja." Sahut Cassandra.
"Dia calon isteri bos besar dari tempat Bimo kerja jadi model bu. Cuma, kita sudah sangat dekat. Meskipun tadinya Bimo juga ingin Cassandra jadi milik Bimo. Tapi aku sadar, kalau perasaan aku ke Cassandra hanya sekedar kagum. Aku hanya melihat dia sebagai adik aku. Bukan sebagai wanita." Jelas Bimo.
"Terus aku apa kalau bukan wanita?" Tanya Cassandra.
"Monyet." Ucap Bimo asal sambil tertawa melihat Cassandra yang cemberut.
"Ibu, masa Bimo bilang aku monyet. Mana ada monyet cantik kaya aku." ucap Cassandra kepada ibu panti.
"Kalian ini ada ada saja." ucap ibu panti sambil menggelengkan kepala.
"Dih ngadu." ucap Bimo lagi.
"Biarin." jawab Cassandra lagi.
"Aura pasti lebih mirip ayahnya. Soalnya gak mirip sama kamu." Ucap ibu panti sambil memperhatikan Aura dan anak anak lain yang sedang bermain.
"Aura lebih mirip sama ibu kandungnya. Sama mas Kevin juga gak mirip." Jawab Cassandra.
"Maksudnya gimana?" Tanya ibu panti lagi.
"Aura tuh anak mas Kevin dari isteri sebelumnya. Isteri mas Kevin udah meninggal. Makanya Aura mengira kalau Sandra ini bundanya dia." Bimo yang menjelaskan.
"Ibu kira Aura anak kamu. Soalnya kalian sangat dekat selayaknya ibu dan anak." jelas Ibu panti.
"Iya bu. Aku bersyukur jika anak dari lelaki yang akan menikahiku sangat menerima aku dengan baik." ucap Cassandra lagi.
"Kamu sangat baik. Bisa menerima calon suami kamu meskipun dia sudah berstatus duda." ucap ibu panti sambil menatap ke arah Cassandra sambil mengelus bahu Cassandra.
"Aku gak pernah melihat orang dari statusnya bu. Yang penting dia sayang sama aku, mau nerima aku apa adanya. Dan aku juga nyaman sama dia. Itu udah cukup bu buat aku." jelas Cassandra lagi.
"Kamu sangat baik sekali." ucap ibu panti kepada Cassandra.
__ADS_1
"Oh iya, bagaimana kabar Silmi?" tanya ibu kepada Bimo.
"Gak tau bu. Aku sama dia putus. Terakhir aku jalan sama dia pas kita ke panti tempo hari. Setelah itu aku ada kerjaan di Yogyakarta. Pas aku disana dia telfon tiba tiba mutusin aku gitu aja. Ya udah dengan senang hati aku terima." jelas Bimo.
"Kok dengan senang hati?" tanya ibu terlihat heran.
"Aku udah gak nyaman sama dia buk. Dia tuh selalu atur atur aku. Kalau aku dekat dengan wanita, pasti di labrak oleh Silmi. Cassandra juga pernah jadi korban Silmi. Sandra sempet di tampar oleh Silmi. Karena ngira aku selingkuh sama Sandra. Eh pas tau aku dari panti asuhan dia langsung mutusin gutu aja." Jelas Bimo.
"Ya baguslah kalau kamu bisa lepas dari wanita seperti itu. Berarti dia hanya ingin harta kamu saja. Tidak tulus mencintai kamu." Ucap ibu panti.
"Iya bu. Aku juga sangat bersyukur." timpal Bimo.
Mereka asik mengobrol. Hingga tak terasa waktu magrib pun tiba. Mereka semua melaksanakan salat magrib berjamaah dengan Bimo sebagai imamnya. Setelah selesai, Bimo mengajarkan anak anak panti belajar. Sedangkan Cassandra mengobrol dengan ibu panti.
"Bu maaf ada yang ingin saya tanyakan. Tapi maaf sebelumnya jika saya lancang." ucap Cassandra kepada ibu.
"Bertanyalah. Tidak perlu sungkan." jawab ibu panti.
"Apakah ada foto Bimo saat pertama di temukan bu?"
"Ada nak. Kebetulan semua anak yang baru datang ke panti ini akan di foto hanya untuk mengenang awal mereka berada disini. Dan mungkin saja suatu saat nanti di perlukan. Sebentar nak, biar ibu ambilkan." ucap ibu panti sambil berlalu ke arah dalam panti.
"Aku akan foto ini dengan ponsel aku. Boleh bu?"
"Silahkan nak. Kenapa, apakah kamu mencurigai sesuatu tentang Bimo?"
"Tidak bu, hanya untuk kenang kenangan saja."
Karena waktu semakin larut, Cassandra dan Bimo memutuskan untuk kembali ke Bandung.
"Aku pamit bu, tak terasa ini sudah malam. Aura juga ternyata sudah tertidur di sofa sejak tadi."ucap Bimo sambil mencium tangan ibu panti.
"Hati hati nak. Jangan ngebut bawa mobilnya." ucap ibu panti sambil mengusap kepala Bimo.
"Ini aku ada rezeki sedikit bu, alahmdulillah kemarin aku dapat bonus. Lumayan untuk tambahan di panti buat kebutuhan anak anak. Dan ini khusus untuk ibu." ucap Bimo sambil memberikan 2 amplop kepada ibu panti.
"terima kasih nak. Semoga rezeki mu di lancarkan."
__ADS_1
"Aamiin."
"Sandra juga pamit ya bu, ibu sehat sehat ya. Maaf Sandra ga bawa apa apa. Sandra ga tau kalau tujuan Bimo kesini." ucap Cassandra sambil mencium tangan ibu panti.
"tidak apa apa nak. Ibu bahagia kamu mau menginjakkan kaki mu disini."
Setelah berpamitan, Cassandra segera menuju mobil Bimo dan duduk di belakang agar Aura bisa lebih nyaman saat diperjalanan sambil tertidur di oaha Cassandra.
"Mau makan dulu ga?" tanya Bimo.
"Laper sih. Tapi kasian Aura kalau kita berhenti untuk makan dulu."
"ya udah, nanti aku beli martabak atau roti bakar aja ya. Lumayan kan buat ngeganjel perut. Aku juga laper soalnya."
"Kalau engga beli makan yang kaki lima aja Bim. Kita bisa makan di mobil."
"Boleh deh. Mau nasi goreng, ayam goreng, sate atau seafood?"
"terserah kamu aja lah."
"Tuh di depan ada nasi goreng, pas bersebelahan sama yang jual martabak."
"Ngapain beli martabak juga?"
"Takutnya nanti Aura laper kalau bangun. Seenggaknya ada sesuatu yang bisa dia makan."
"Oke deh. Aku ngikut aja."
"Mau pake pedes ga?" Tanya Bimo saat sudah memarkirkan mobilnya di dekat penjual nasi goreng.
"Pake dong. Tapi jangan terlalu pedes ya."
"Siap. Kamu tunggu disini aja. Nanti aku bawain kesini nasi gorengnya kalo udah siap." Hanya di balas anggukkan kepala oleh Cassandra.
Sambil menunggu pesanan tiba, Cassandra mengirim pesan kepada Kevin. Memberitahukan jika mereka akan pulang terlambat. Kevin juga meminta agar Aura dan Cassandra pulang ke kediaman Kevin.
"Ini tuan puteri, nih air minum nya juga. Kalau martabak masih proses. Aku pesen yang rasa keju. Aura suka ga ya?" ucap Bimo sambil memberikan nasi goreng kepada Cassandra.
__ADS_1
"kebetulan dia pecinta keju. Makasih makanannya."
Mereka makan dengan khidmat. Sampai makanan mereka habis juga martabak yang dipesan sudah matang, mereka melanjutkan perjalanan.