
Cassandra masih berada di acara ulang tahun Aura. Wanita paruh baya yang sejak tadi melihat tidak suka ke arah Cassandra menghampiri Kevin yang sedang berada di dapur.
"Mami gak suka ya kamu deket deket sama wanita yang kamu bawa itu." Ujar wanita paruh baya itu yang tak lain adalah ibu dari Kevin
"Mami kenapa sih? Ini hidup aku mih. Aku juga berhak ngatur hidup aku sendiri."
"Mami gak mau tau. Pokoknya kamu harus nikah dengan wanita pilihan mami. Nak Wanda itu wanita yang hebat, dia sudah punya bisnis nya sendiri, bahkan mall yang dia dirikan hampir setara dengan mall yang kamu punya. Dia juga sangat menyayangi Aura. Mami yakin dia bisa menjadi pengganti Anita."
"Udah lah Mih aku cape debat terus sama Mami. Aku udah pernah bilang sama Mami, aku akan menikahi wanita yang bisa merebut hati anak aku. Bukan cuma baik saat di depan aku seperti wanita yang Mami bawa."
"Apa maksud kamu Kevin?"
"Aura gak suka sama Wanda Mih. Dia bahkan terlihat gak nyaman saat bersama Wanda. Dia terlihat seperti tertekan karena segala peraturan yang Wanda buat untuk Aura. Sedangkan saat bersama Cassandra, Aura bisa tertawa lepas Mih. Aku hanya ingin kebahagiaan untuk anak aku."
"Pokoknya keputusan Mami udah bulat. Kamu akan menikah dengan Wanda."
"Terserah mami. Mami selalu memaksakan kehendak mami sendiri. Sampai kapan mih aku jadi boneka mami? Aku juga berhak atas hidup aku. Aku berhak menentukan wanita yang akan bersanding dengan aku. Mami harus setuju dengan wanita pilihan aku. Baik itu Cassandra ataupun wanita lain." Ujar Kevin sambil berlalu ke arah Aura dan Cassandra.
Mami yang melihat Kevin seperti itu menjadi geram dan ia akan berusaha memisahkan Kevin dan Cassandra. Dan akan menyatukan Kevin dan Wanda.
"Mih, kok mas Kevin cuek banget sih sama aku. Terus wanita itu siapanya mas Kevin?" Tanya Wanda
"Kamu tenang aja sayang. Apapun bakal Mami lakukan biar kamu dan Kevin bisa bersatu."
"Mami janji?" Ujar Wanda dengan mata berbinar
"Iya sayang."
Saat ini Mami dan Wanda sedang melihat interaksi antara Kevin, Cassandra dan Aura. Mereka terlihat sangat senang.
"Ayah, aku seneng ternyata aku punya Bunda. Bunda aku cantik lagi." Ujar Aura
__ADS_1
"Ini bukan Bunda kamu Aura. Tapi Bunda kamu itu Bunda Wanda." Ujar Mami yang tiba tiba hadir di antara Kevin, Aura dan Cassandra
"Enggak Nek, Bunda aku itu Bunda Cassandra bukan Bunda Wanda." Rengek Aura.
"Kamu harus nurut sama Nenek Aura. Bunda kamu itu Bunda Wanda." Keukeuh Mami. "Mending kamu pulang kalau sudah tak ada kepentingan lagi. Kamu juga sudah memberikan hadiah kamu sama Aura kan. Mending kamu pulang aja. Disini juga sudah ada Nak Wanda yang akan menjadi Bunda dari Aura dan calon isteri Kevin. Kamu itu sudah merusak ketenangan keluarga saya." Sarkas Mami
"Maaf tante." Ucap Cassandra. "Maaf mungkin aku terlalu lama disini mas. Aku pamit pulang dulu. Maaf sudah menganggu ketenangan keluarga mas." Pamit Cassandra sambil berlalu.
"Bunda.. Jangan pergi bunda.. Jangan tinggalin aku." Ujar Aura sambil menangis.
"Maaf sayang tante harus pergi. Tante masih ada keperluan."
"Aku mau sama Bunda. Hiks.. Hiks.."
"Udah Nenek bilang, Bunda kamu itu Bunda Wanda bukan wanita itu." Tegur Mami
"Bukan Nenek, Bunda aku itu Bunda Cassandra bukan bunda Wanda."
"Kamu itu ya, masih kecil aja udah berani membantah nenek."
"Pergi kamu, gak usah berusaha mempengaruhi cucu saya. Kamu pasti sengaja mendekati Kevin karena kekayaan Kevin kan. Dasar wanita murahan." Ujar Mami sambil membawa Aura masuk ke dalam meskipun Aura menangis dan berteriak memanggil Cassandra.
Cassandra yang mendengar perkataan itu segera pergi meninggalkan rumah Kevin. Kevin yang hendak menyusul maminya ke dalam rumah urung karena melihat Cassandra yang berlari meninggalkan kediamannya.
"Nona.. tunggu Nona." Ujar Kevin sambil mengejar Cassandra.
Cassandra terus berlari menuju keluar perumahan. Namun langkah ia kurang cepat karena Kevin sudah memegang tangannya.
"Tunggu Nona.. Tunggu dulu." Ucap Kevin sambil memegang tangan Cassandra.
"Maaf mas, kehadiran aku bikin keluarga kamu seperti ini. Mungkin sedari awal aku memang tidak seharusnya hadir. Maaf aku sungguh sungguh minta maaf sama kamu mas." Ujar Cassandra sambil menunduk.
__ADS_1
"Lihat aku Nona." Ucap Kevin sambil mengangkat dagu Cassandra dengan jarinya untuk melihat ke arah nya. "Jujur saja sejak pertama bertemu kamu aku sudah menyukai kamu. Apalagi saat melihat kamu berinteraksi dengan Aura, aku semakin yakin dengan kamu. Aku juga.." Ucapan Kevin terpotong dengan ucapan Cassandra
"Mas, aku mohon jangan memperkeruh suasana. Tolong ikuti permintaan mami kamu mas. Selagi beliau masih ada, tolong jangan sia siakan beliau."
"Tapi aku mau nya kamu Nona. Aura pun begitu. Jika kamu mau, kita bakal hadapi Mami bersama. Aku akan memperjuangkan kebersamaan kita. Aku sayang sama kamu Nona." Ucap Kevin sambil menghapus air mata Cassandra dengan tangannya. "Jangan menangis Nona. Aku minta maaf." Lanjutnya sambil membawa Cassandra ke dalam pelukannya.
Cassandra menangis di dalam dekapan Kevin. Hatinya sangat sakit saat di katai wanita murahan.
"Udah dong jangan nangis. Hidung kamu merah Nona kalau nangis. Jadi kayak tomat." Ujar Kevin saat melepaskan pelukannya dan melihat wajah Cassandra yang sembab dengan hidung yang memerah.
Cassandra masih menangis meskipun sudah sedikit tenang daripada tadi.
"Kalau masih nangis aku gigit loh hidungnya. Pasti manis tuh. Soalnya udah merah banget. Itu tandanya udah mateng." Ujar Kevin membuat Cassandra tersenyum. "Nah gitu dong. Senyum cantik kan kalau senyum kayak gini. Kita berjuang bareng bareng ya Nona, eh aku PD banget ya. Kayak yang kamu mau aja sama aku." Lanjut Kevin sambil menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.
"Aku gak bakal nangis gini kalau aku juga gak punya perasaan yang sama kayak kamu mas." Ucap Cassandra.
"Jadi kamu mau berjuang sama aku Nona?"
"Iya mas. Kita berjuang bersama. Semoga kedepannya ada jalan terbaik buat kita."
"Makasih Nona. Senyum dong. Jangan cemberut aja." Ucap Kevin membuat Cassandra tersenyum. "Tapi kamu jangan kasih senyuman ini sama orang lain ya. Cukup aku yang lihat senyum manis kamu ini." Lanjutnya.
"Gak usah gombal deh mas." Ucap Cassandra dengan pipi yang memerah.
"Itu pipinya blushing karena nangis atau karena ucapan aku."
"Tau ah." Ucap Cassandra sambil memalingkan wajahnya.
"Gak usah malu gitu deh. Makin lucu aja kalo lagi malu malu."
"Udah ah. Jangan ngegodain terus."
__ADS_1
"Iya iya.. Maaf.." Ucap Kevin sambil memeluk Cassandra, Cassandra pun membalas pelukan Kevin.
Setelah Cassandra mulai tenang, Kevin berlalu ke rumahnya untuk membawa mobilnya dan mengantarkan Cassandra pulang ke rukonya. Untuk masalah maminya, ia akan memikirkan cara agar maminya menyetujui hubungannya dengan Cassandra.