
Setelah kejadian ia di bentak bahkan direndahkan oleh Mami Kevin, Cassandra mulai menghindar dari Kevin. Bukan karena ia tak mau berjuang untuk kebersamaan mereka. Namun, kata kata dari Mami Kevin sangat membekas di hatinya. Ia hanya berusaha untuk tidak ingin mengalami sakit hati yang mendalam.
Seperti saat ini, Kevin dengan setia menunggu Cassandra di toko di lantai 1. Ia masih duduk di salah satu kursi di toko Cassandra tersebut. Padahal ia sudah menunggu hampir 2 jam di tempat itu. Para pegawai merasa kasihan dengan Kevin yang hampir setiap hari menunggu untuk bertemu dengan Cassandra. Namun Cassandra selalu menolak untuk bertemu. Cassandra juga tidak mau membuat Kevin menjadi seorang anak yang membangkang kepada orang tua. Tiba tiba Kevin menghampiri Maya untuk membayar makanan dan minuman yang ia santap.
"Tagihan saya berapa Maya?" Tanya Kevin.
"Semuanya 66 ribu Pak. Pak Kevin sudah mau pulang?" Tanya Maya.
"Iya May, mungkin bos kamu masih marah sama saya. Saya juga kebetulan sudah ada janji. Ini uangnya. Kembalian nya simpan saja." Ucap Kevin sambil menyodorkan uang 1 lembar seratus ribuan.
"Sudah mau pulang Pak? Gak akan coba buat ke atas dulu?" Tanya Lisna.
"Gak usah Lisna. Saya pulang saja." Jawab Kevin.
"Pak, saya yakin Mbak Sandra juga gak ingin seperti ini. Saya beberapa kali melihat Mbak Sandra melamun. Bahkan kadang sampai meneteskan air matanya." Sambung Deni.
"Iya Den. Semoga saja dia masih mau sama saya." Jawab Kevin.
"Tenang Pak, saya pernah denger Mbak Sandra bergumam sendiri. Kalau saya gak salah dengar, Mbak Sandra bilang kalau dia juga gak ingin seperti ini. Tapi Mbak Sandra juga gak ingin Pak Kevin menjadi anak yang membangkang kepada orang tua. Saya gak tau kelanjutannya. Karena saat itu Mbak Sandra juga sambil berlalu ke kamarnya." Lanjut Deni.
"Iya Pak, Saya yakin kalau Mabk Sandra sudah menetapkan hatinya kepada Bapak." Sambung Ratih yang baru keluar dari dapur untuk menyimpan cake di rak toko.
"Yakin banget kamu Ratih." Ucap Kevin.
__ADS_1
"Gini gini aku temen curhat Mbak Sandra loh Pak. Sedikit banyak aku tau perasaan Mbak Sandra. Aku gak akan kasih tau secara detail. Namun Mbak Sandra sudah membuka hatinya untuk Bapak. Hanya itu yang bisa aku kasih tau ke Bapak." Lanjut Ratih sambil berlalu ke arah dapur kembali.
"Baiklah.. Makasih ya Ratih." Ucap Kevin dengan sedikit tersenyum. "Baiklah kalau begitu, Saya permisi." Lanjutnya.
"Iya Pak." Ujar Deni.
"Hati hati Pak." Ucap Lisna.
Kevin hanya menganggukkan kepalanya sambil berlalu ke arah luar toko. Ia menuju rumah Riki untuk membicarakan sesuatu. Namun kali ini ia tidak menggunakan mobilnya karena sedang bermasalah dan saat ini sedang berada di bengkel. Kevin memilih menaiki taksi online. Saat mengetahui Kevin sudah pergi, Cassandra pun ikut pergi karena sudah ada janji temu dengan Nindi. Tak lama Cassandra sudah sampai di rumah Nindi. Di dalam ruang kerja Riki juga sudah ada Kevin di sana.
"Assalamualaikum. Nin lo dimana?" Ujar Cassandra sambil masuk ke dalam rumah karena kondisi rumah pintunya terbuka.
"Wa'alaikum salam. Lama bener. Lo telat sampe 2 jam loh San." ujar Nindi
"Sorry.. Gue telat karena gue ngehindari dia. Gue juga gak tau kenapa gue jadi selalu ngehindar dari dia." Ucap Cassandra.
"Kak Kevin maksud lo?" Cassandra hanya mengangguk. "Kenapa lo malah ngehindar kalo muka lo galau kayak gini." lanjut Nindi.
"Gue cuma gak mau dia jadi ngebantah sama tante Rida. Gue juga gak mau mas Kevin jadi anak pembangkang gara gara gue."
"Gue ngerti gimana perasaan lo."
"So tau lo."
__ADS_1
"Gue tau lo tuh orangnya susah buat buka hati. Makanya gue tau gimana perasaan lo sekarang. Pasti lo lagi berusaha menekan rasa itu buat Kak Kevin kan?"
Cassandra hanya terdiam sambil sedikit menunduk. Kevin masih setia merekam Cassandra. Sengaja untuk koleksi di dalam ponselnya. Dan bisa ia putar ketika ia sedang rindu pada sang pujaan hatinya.
"Gue rasa, gue gak pantes buat mas Kevin Nin. Gue gak punya apa apa sedangkan dia punya segalanya. Dia ganteng sedangkan gue buruk rupa. Dia punya keluarga yang utuh sedangkan gue, keluarga aja berantakan. Gue ngerasa mungkin wanita yang di pilih sama Tante Rida adalah pilihan terbaik untuk mas Kevin. Gue lagi berusaha buat lupain perasaan ini. Tapi... " Ucapan Cassandra menggantung.
"Tapi apa? Tapi lo gak bisa?" Tanya Nindi.
"Iya Nin, gue gak bisa menekan rasa ini." Tiba tiba setetes air mata lolos dari mata Cassandra.
"Bener kan apa kata gue."
"Gue sayang Nin sama dia. Gue juga pengen miliki dia. Tapi gue gak bisa bikin dia jadi jauhan dari maminya. Gue gak mau itu terjadi. Gue gak mau dia jadi pembangkang. Gue mau dia menuruti apa pun perkataan maminy. Tapi disini sakit Nin. Hiks.. Hiks.." Ujar Cassandra di sela sela tangisnya sambil menunjuk dada sebelah kiri.
"Sabar sayang ku. Jangan nangis dong. Kenapa gak coba berusaha mempertahankan dia?"
"Gue gak bisa Nin. Gue gak sanggup kalau harus terus menerus melihat dia bertengkar dengan maminya hanya gara gara dia mepertahankan gue.Gue yakin, tante Rida pasti sudah memilih wanita terbaik untuk pendamping anaknya. Gue yakin bakal bisa melupakan dia. Gue harus berusaha meskipun gue merasa sakit. Makanya gue selalu menghindari dia."
"Kenapa takut iman lo runtuh?" Cassandra hanya terkekeh. "Takut gue lama lama sama lo. Baru aja nangis, sekarang tiba tiba ketawa. Lo gak gila kan San?"
"Sialan lo." Mereka berdua tertawa.
Di dalam ruangan kerja Riki, Kevin pun ikut tersenyum dan menyudahi acara rekan merekam yang sedari tadi dia kerjakan. Hati dia menghangat mendapati fakta bahwa Cassandra menyayangi dan menginginkan dirinya. Awalnya Kevin selalu beranggapan jika cinta dia bertepuk sebelah tangan. Ia menganggap jika Cassandra hanya merasa kasihan terhadap Aura yang menganggapnya seperti ibu kandungnya. Tapi setelah mendengar curhatan Cassandra kepada Nindi barusan, ia menjadi sangat yakin untuk memperjuangkan Cassandra. Ia akan berusaha berjuang untuk cintanya. Ia akan memikirkan cara agar maminya mau menerima Cassandra tanpa harus berdebat. Karena Cassandra tidak menginginkan hal tersebut.
__ADS_1
"Tunggu aku sayang. Aku akan berjuang untuk kisah kita." Ujar Kevin lirih, meskipun masih bisa di tangkap oleh telinga Riki.