
Pagi ini sarapan sudah tersedia di atas meja. Tentu saja Cassandra yang menyiapkan. Setelah selesai ia naik ke atas untuk membersihkan dirinya dan membangunkan Aura. Jika Kevin sudah bangun sejak subuh dan pergi ke mesjid terdekat untuk sembahyang subuh berjamaah. Cassandra segera membersihkan tubuhkan dengan cara mandi. Setelah itu, ia juga tak lupa memandikan Aura sebelum mereka turun untuk makan. Sebelum beranjak ke meja makan, Cassandra mendatangi kamar Kevin untuk mengajaknya sarapan.
Tok.. Tok.. Tok..
"Ayo mas sarapan dulu." Ujar Cassandra.
"Iya Ayah, ayo sarapan dulu." Aura ikut menimpali.
"Iya sebentar, sabar dong sayang. Ayah baru selesai mandi." Balas Kevin saat membuka pintu.
"Ayah hari ini kita main gak ayah?" Tanya Aura
"Maaf sayang, Ayah gak bisa. Kamu sama Bunda aja ya di rumah. Atau mau ikut sama Ayah?" tanya Kevin.
"Semalem katanya mau bikin cake. Jadi gak nih bikin cake nya?" Tanya Cassandra
"Oia Bunda, aku lupa." Balas Aura sambil cengengesan.
Lalu mereka berjalan menuju meja makan untuk sarapan. Disana semua sudah berkumpul. Lalu Cassandra,Kevin dan Aura pun duduk di tempat kemarin mereka makan malam. Mereka memulai makan tanpa ada yang berbicara. Setelah selesai mereka berbincang santai sebentar sebelum mereka memulai aktifitas hari ini.
"Vin, kamu berangkat pakai apa?" Tanya Ayah.
"Kayaknya pakai taksi Ayah, soalnya supir juga lagi jemput klien." Jawab Kevin.
"Pakai mobil aja Vin." Lanjut Ayah.
"Gak usah Ayah, nanti kalau ayah mau pergi gimana?" Sambung Kevin lagi.
"Ini mobil Cassandra kok. Mobil dia emang udah gak pernah di pake. Paling sekali kali Ayah pake. Itung itung manasin mesin biar gak rusak." Jelas Ayah.
"Boleh deh ayah kalau mobilnya gak di pake." Balas Kevin.
Mereka pun berbincang ringan di meja makan. Ayah dan Kevin bersiap untuk pergi. Ayah yang memang sudah pensiun dari mengajarnya kini membuka sebuah restoran untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari harinya. Kevin sudah pasti akan pergi ke proyek tempat nanti hotel miliknya berdiri. Sedangkan Samuel sudah mengambil cuti atas permintaan Ibu, karena Ibu khawatir jika nanti Myta kontraksi tidak ada satu lelaki pun di rumah.
__ADS_1
Saat ini Cassandra dan Aura sedang mengantar Ayah dan Kevin yang akan pergi ke teras depan. Ibu juga Myta dan Samuel ikut untuk mengantar Ayah. Mereka menyalami tangan Ayah. Terakhir Cassandra yang mencium punggung tangan Ayah diikuti Aura. Lalu Aura memeluk Kevin, Kevin pun berjongkok mengimbangi tinggi badan Aura.
"Ayah hati hati ya. Nanti pulangnya bawa makanan ya Ayah. hehe." Ucap Aura sambil cengengesan.
Kevin dan yang lainnya pun tertawa sambil satu persatu masuk ke dalam rumah, termasuk Aura yang setia menggandeng tangan Ibu. Kecuali Samuel yang sedang membuka laptopnya di ruang tamu. Lalu Cassandra mencium punggung tangan Kevin.
"Hati hati mas." Ucap Cassandra.
"Iya sayang, kamu gak akan titip sesuatu kaya Aura?" Tanya Kevin.
"Aku cuma minta mas pulang dengan selamat. Di proyek itu bahaya loh mas."
"Iya sayang. Mas bakal pulang dengan selamat."
CUP.. Kevin mencium kening Cassandra.
"Mas ih.. kalau ada yang liat gimana?"
"Dih gombal."
"Ya udah mas pergi dulu ya sayang." Cassandra hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah mobil yang di kendarai Kevin menghilang di ujung jalan, Cassandra mulai masuk ke dalam rumah. Namun, langkah Cassandra terhenti saat Samuel berkata sesuatu.
"Semudah itu ya kamu bisa lupain aku. Sekarang malah bermesraan dengan pria lain di depan aku. Kamu tega ya." Ucap Samuel dengan lirih namun masih terdengar oleh Cassandra.
"Seharusnya lo ngaca sebelum ngomong tega sama orang lain. Lo udah hancurin hidup gue sehancur hancurnya. Siapa yang tega disini? Gue ngejalin hubungan dengan mas Kevin saat status gue single. Sedangkan lo, lo main api di belakang gue. Mungkin ini balasan dari Allah atas penghianatan lo."Ucap Cassandra tenang namun penuh penekanan.
"Aku gak bahagia San, aku cuma mau kamu."
"Sayangnya gue gak mau sama lo. Ngerti?" Ucap Cassandra sambil berlalu.
Tanpa mereka sadari, Myta mendengar semua percakapan antara Samuel dan Cassandra. Myta hanya diam sambil menundukan kepalanya. Myta akui jika Samuel berubah setelah mereka menikah. Samuel jadi dingin kepada Myta. Samuel sering marah kepada Myta tanpa sebab. Malah Samuel pernah berkata jika ia bisa mendapatkan Cassandra kembali, maka ia akan memilih Cassandra daripada Myta.
__ADS_1
Saat ini, Cassandra sedang membuat cake di dapur dengan Aura yang merecokinya. Ibu juga di sana membantu Cassandra. Sedangkan Myta hanya duduk di kursi sambil memandang rindu ke arah sang kakak. Biasanya mereka akan saling bercanda jika bersama. Jika di rumah ada Myta dan Cassandra, keadaan rumah akan ramai karena mereka berdua. Namun kini Cassandra menjadi dingin kepada Myta. Meskipun Cassandra selalu menjawab apapun yang Myta tanyakan, namun Cassandra hanya akan menjawab singkat tanpa ada niatan melanjutkan obrolan. Baik Myta maupun Cassandra sebenarnya rindu dengan suasana yang dahulu. Namun karena rasa sakit di hati Cassandra masih sangat membekas, Cassandra belum bisa bersikap biasa saja kepada Myta. Bukan karena ia masih menginginkan Samuel, hanya saja... entahlah hanya Cassandra yang tau bagaimana rasanya dihianati seperti itu.
Hari pun beranjak sore, Aura yang baru bangun tidur langsung di mandikan oleh Cassandra. Lalu mereka duduk di kursi ruang tv untuk sekedar menonton film kartun kesukaan Aura dan menyicipi cake buatan mereka tadi pagi. Lalu tiba tiba Samuel datang mendekati. Sedangkan Myta sedang istirahat di kamarnya.
"Enak nih makan cake. Om boleh minta gak?" tanya Samuel kepada Aura.
"Boleh om. Ambil aja di kulkas. Iya kan Bun?" Tanya Aura dan Cassandra hanya menganggukkan kepalanya.
Samuel masih saja gencar mendekati Cassandra. Dengan segala cara ia berusaha untuk bisa mengobrol seperti dulu dengan Cassandra. Namun Cassandra tidak pernah menanggapi ucapan Samuel. Tak lama kemudian terdengar suara mobil memasuki halaman rumah. Itu pasti Kevin karena Ayah Cassandra sudah pulang dari tadi siang.
"Sayang, kayaknya Ayah pulang deh. Ayo kita lihat kedepan sayang." Ajak Cassandra yang langsung menggendong Aura dan tak menghiraukan Samuel yang sedang mengajaknya bicara.
"Assalamualaikum." Ucap Kevin sambil memasuki rumah.
"Wa'alaikum salam." Jawab Cassandra dan Aura bersamaan.
"Wah anak Ayah udah wangi." Ucap Kevin setelah mencium Aura. "Bundanya juga wangi banget." Lanjut Kevin setelah mencium kening Cassandra.
"Ayah gak boleh cium cium Bunda. Ini kan Bundanya aku." Rengek Aura dan Kevin hanya tertawa.
"Sini Ayah gendong kamu. Kasian Bunda pasti keberatan gendong kamu." Ucap Kevin sambil akan mengambil Aura ke dalam gendongannya.
"Gak mau, Ayah bau. Ayah kan belum mandi." Ucap Aura sambil menutup hidungnya dengan telapak tangan.
"Iya ya sayang, Ayah masih bau." Ujar Cassandra sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
"Awas kamu ya sayang, bilang aku bau. Aku gak bau kok. Aku masih wangi." Rengek Kevin.
"Ayah bau kan sayang?" Tanya Cassandra kepada Aura dan Aura hanya mengangguk kepalanya.
Kevin langsung mendekati Aura dan memeluk Aura yang berada di dalam gendongan Cassandra yang secara otomatis membuat Kevin memeluk Cassandra juga. Mereka tertawa bahagia. Ayah dan Ibu yang melihat hanya tersenyum melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Cassandra. Sedangkan dari ruang tv, seseorang melihat dengan tangan yang mengepal dan rahang yang mengeras. Ia sangat cemburu dengan kebersamaan mereka. Orang itu tak lain adalah Samuel.
"Seharusnya aku yang berada di posisi itu. Bukan dia. Seharusnya kita tertawa bersama saat ini, bukan malah kamu tertawa dengan dia. Bagaimanapun caranya, aku gak akan biarin kamu jadi milik orang lain. Kamu hanya milik aku sampai kapanpun." Batin Samuel.
__ADS_1