Kisah Cassandra

Kisah Cassandra
14


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu. Seperti biasa, Kevin selalu menunggu Cassandra. Kevin tak pernah lelah untuk bisa bertemu dengan Cassandra. Meskipun kadang ia tidak bisa bertemu dengan pujaan hatinya. Meskipun Sandra hanya terdiam dan tak pernah menanggapi omongan Kevin. Cassandra berlaku seperti itu karena yang Sandra tahu jika Kevin sudah bertunangan dengan Wanda. Padahal, Kevin sengaja membatalkan secara sepihak pertunangan dirinya dengan Wanda.


Saat ini matahari sudah mulai meninggi. Cassandra sedang duduk di meja dekat jendela besar yang bisa memandang langsung ke arah luar. Tiba tiba ponsel Cassandra berdering tandanya ada telfon masuk, yang ternyata panggilan video dengan Ibu dan Ayahnya. Tanpa pikir panjang Cassandra langsung menggeser ikon hijau di layar ponselnya.


"Halo Ibu, Ayah Assalamualaikum." Ujar Cassandra sesaat setelah menerima panggilan tersebut.


"Wa'alaikum salam." Jawab Ayah dan Ibu hampir bersamaan.


"Kamu gak kangen Ibu sama Ayah Mbak?" Tanya Ayah


"Iya Mbak, ini udah lama banget kamu gak pulang ke sini. Kandungan Myta juga udah besar loh Mbak. Tinggal menghitung hari Myta bakalan lahiran." Sambung Ibu.


"Maaf Ayah, Ibu. Mbak belum bisa pulang. Mbak juga gak yakin bisa pulang lagi. Kalau Ibu sama Ayah kangen kenapa gak kalian yang kesini. Kita bisa jalan jalan nanti." Jawab Cassandra


"Kamu masih belum bisa nerima hubungan adik kamu Mbak?" Tanya Ibu. Namun secara tiba tiba Kevin datang dan menghampiri Cassandra.


"Sayang.. Akhirnya aku bisa liat kamu. Beberapa bulan ini kamu menghindari aku sayang. Aku kangen kamu. Aura juga sangat merindukan bundanya." Ujar Kevin yang tiba tiba duduk di sebelah Cassandra dan tidak menyadari jika ponsel Cassandra sedang melakukan panggilan video.


"Mas.." Ucap Cassandra dengan isyarat menunjuk ponsel dengan dagunya.


"Apa Nona pakai isyarat segala." Sesaat Kevin tertegun setelah melihat layar ponsel Casandra yang sedang menampilkan wajah dari orang tua Cassandra.


"Maaf saya sudah mengganggu waktu kalian. Silakan di lanjutkan." ucap Kevin ke layar ponsel. "Aku tunggu kamu sampai selesai berbicara. Ada yang harus kita bicarakan." Lanjutnya sambil menatap Cassandra.


Ibu dan Ayah yang mengerti dengan tatapan Kevin langsung menahan Kevin agar mengikuti kegiatan mereka saat ini.


"Ga apa apa Nak. Kamu ikut gabung saja. Biar kami disini bisa tahu siapa saja teman anak kami selain Nindi." Ucap Ayah.


"Maaf om. Saya sudah lancang sebelumnya. Perkenalkan nama saya Kevin. Saya.." Ucapan Kevin terpotong dengan ucapan Ibu.


"Kami tahu siapa kamu di hidup anak kami. Dengan panggilan kamu yang seperti itu." Ucap Ibu sambil tersenyum. "Perkenalkan Nak, kami orang tua dari Cassandra. Tolong jaga puteri kami dengan baik Nak." Lanjutnya.

__ADS_1


"Bu, Sandra udah gede. Gak perlu di jaga segala. Kayak anak kecil aja." Ucap Cassandra.


"Kamu itu tetap puteri kami walaupun kamu sudah sangat besar." Timpal Ayah.


"Om sama Tante tenang saja. Saya akan menjaga Cassandra dengan sepenuh hati saya." Ucap Kevin.


"Baiklah terimakasih?" Ucap Ibu. "Mbak pulang ya. Ibu mohon." Lanjutnya.


"Bu, aku udah bilang kan. Aku belum bisa pulang. Kalau kalian ingin bertemu, Mbak bisa kirimkan kalian tiket pesawat. Kalian bisa terbang kesini." Jawab Cassandra.


"Kenapa Mbak? Kamu belum bisa nerima hubungan adik kamu?" Ujar Ibu lagi.


"Aku mohon kalian ngerti. Mbak bukan gak bisa nerima bu. Hanya saja, Mbak gak mau ngerasa sakit lagi. Biar bagaimana pun, hubungan aku sama Samuel bukan hanya terhitung hari. Kami bersama sudah sangat lama. Dari aku masih memakai seragam putih abu abu. Aku mohon Ibu sama Ayah mengerti. Aku juga sudah membuka hati aku saat ini. Ibu sama Ayah jangan terlalu khawatir. Aku sudah jauh lebih baik saat ini." Jelas Cassandra.


"Itu pasti karena Nak Kevin kan?" Goda Ayah.


"Apa sih Ayah." Ucap Cassandra malu malu.


"Mas. Kamu gak malu manggil aku sayang, di depan Ayah sama Ibu loh ini." Ujar Cassandra.


"Eh iya lupa. Maaf om, tante saya sudah lancang." Ucap Kevin


Ayah dan Ibu hanya tersenyum. Tak lama Myta ikut bergabung dengan Ayah dan Ibunya.


"Mbak, Myta kangen. Pulang dong Mbak. Myta sebentar lagi lahiran loh. Ponakan Mbak akan lahir sebentar lagi." Ucap Myta yang tiba tiba merebut ponsel orang tuanya.


"Mas perkenalkan ini Myta adik aku." Ucap Cassandra kepada Kevin.


"Halo, saya Kevin."


"Saya Myta."Jawab Myta. "Mas, tolong bujuk Mbak Sandra buat pulang. Aku sangat merindukan dia."

__ADS_1


"Aku gak mau dek. Gak usah paksa Mbak."


"Mbak belum bisa lepasin Mas Sam ya? Aku minta maaf Mbak. Aku bener bener minta maaf. Aku belum sempet minta maaf sama Mbak karena Mbak keburu pergi."


"Gak usah bahas itu lagi dek. Itu udah lama."


"Kalau Mbak ngerasa itu udah lama kenapa Mbak gak pulang sesekali. Ibu sama Ayah selalu nunggu Mbak."


"Mbak mohon kamu ngerti posisi Mbak dek. Mbak udah maafin kalian tapi bukan berarti kita bisa kayak dulu. Coba kalau posisi kita di balik. Kamu mau gimana dek?"


"Mbak belum bisa ngelepasin mas Samuel kan?"


"Mbak udah punya yang lebih baik yang lebih pengertian dari dia. Gak usah sok tau kamu dek. Meskipun hubungan Mbak sama Mas Kevin baru seumur jagung, tapi Mbak yakin kalau mas Kevin bakalan setia. Dia gak akan pernah nyakitin hati Mbak. Itu yang Mbak yakini. Jadi tolong, kamu jangan bikin asumsi sepihak. Itu bisa bikin salah faham di beberapa pihak."


"Wah.. Aku sangat tersanjung sayang." Ujar Kevin


"Mbak tutup telfonnya. Assalamualaikum."


Cassandra segera menutup telfonnya tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya.


"Kamu ngapain sih mas. Ngapain kamu masih manggil aku sayang. Sayang kamu itu Mbak Wanda bukan aku mas." Ucap Cassandra.


"Sayang aku itu cuma kamu. Kamu kenapa sih selalu menghindari aku? Atau jangan jangan kamu berfikir aku tunangan sama Wanda. Iya karena itu?" Tanya Kevin dan Cassandra hanya terdiam. "Aku gak pernah tunangan dengan Wanda. Aku udah batalin pertunangan itu sayang. Aku tau dia sekarang sedang menjalin hubungan dengan orang lain. Aku sedang mencari bukti itu untuk meyakinkan Mami kalau Wanda itu bukan wanita baik. Sabar sayang. Setelah aku mendapatkan bukti yang pasti, aku yakin mami bisa nerima kamu sayang." Jelas Kevin panjang lebar.


"Aku cuma gak mau sakit hati lagi mas. Aku cape sakit hati terus. Aku cuma ingin bahagia."


"Maaf sayang, Aku janji bakal bikin kamu bahagia."


"Aku gak perlu janji mas, aku butuh bukti."


"Aku akan berusaha membuktikan sayang. Mami juga sudah berjanji tidak akan mengganggu hubungan kita. Mami kasih waktu 2 bulan buat cari bukti. Selama 2 bulan ini mami ngebebasin aku buat ketemu kamu. Sabar ya. Aku bakal cari bukti secepatnya, agar mami segera nerima kamu sayang."

__ADS_1


Cassandra hanya menganggukkan kepalanya.


__ADS_2