
Hari ini adalah hari Minggu. Pagi pagi sekali Cassandra sudah membuat kue ulang tahun pesanan Kevin. Setelah selesai Cassandra melihat jam yang bertengger di dinding toko. Ia melihat jam baru menunjukkan pukul 8.30 pagi. Sedangkan Kevin bilang akan mengambilnya pukul 9 pagi. Masih ada 30 menit. Ia memilih bersantai di salah satu kursi di tokonya. Ia duduk dengan secangkir teh hangat di meja sambil membaca novel. Tak lama seseorang masuk langsung berdiri di hadapan Cassandra. Cassandra melihat perempuan itu sedang menahan amarahnya. Namun Cassandra yang tidak merasa punya masalah dengan wanita di hadapannya, mengacuhkan keberadaan wanita itu dan tetap membaca novelnya.
"Lo punya hubungan apa sama Bimo?" Tanya perempuan itu.
"Gue gak ada hubungan apa apa sama dia. Kita cuma temen."
"Trus ini apa?" Ucap wanita itu sambil memberikan beberapa foto kehadapan Cassandra. Ia mengingat foto itu saat ia dan Bimo pergi ke Lembang untuk menenangkan dirinya setelah bertemu dengan Samuel.
"Ini foto. Masa lo gak tau."
PLAK
Sebuah tamparan mendarat di pipi Cassandra.
"Jujur sama gue. Lo ada hubungan apa sama Bimo."
"Gue sama dia beneran gak ada hubungan apa apa. Kita cuma temenan. Gak lebih."
"Gue gak percaya sama lo. Sikap lo aja yang sopan. Tapi kelakuannya minus."
"Apa lo bilang?"
"Kelakuan lo minus karena lo udah merebut Bimo dari gue."
"Jangan asal nuduh ya."
"Gue tau lo itu cuma mau numpang tenar kan deket Bimo. Dasar wanita murahan."
"Ada apa ini?" Tanya seseorang saat masuk ke dalam toko Cassandra.
"Eh. Pak Kevin." Ujar wanita itu. Sedangkan Cassandra sudah mulai meneteskan air matanya karena perlakuan dan perkataan Silmi. Ya wanita itu adalah Silmi. Wanita yang sedang menjalin hubungan dengan Bimo
"Ada apa ini Silmi?" Tanya Kevin
"Dia udah berusaha merebut Bimo. Jadi aku kesini buat kasih dia perhitungan. Tapi dia gak ngaku kalau dia deketin Bimo. Dia selalu bilang kalo dia sama Bimo cuma temen."
"Dia memang hanya berteman dengan Bimo."
"Kenapa Pak Kevin bisa seyakin itu?"
"Karena Cassandra adalah calon Bunda dari anak saya. Bahkan hari ini kita akan merayakan ulang tahun Aura. Jangan hanya karena sebuah foto kamu jadi berfikiran sempit Silmi." Ujar Kevin.
__ADS_1
Kevin langsung menghampiri Cassandra yang masih terisak. Ia melihat pipi kiri Cassandra memerah.
"Kamu gak apa apa sayang? Apa yang udah dia perbuat sama kamu? Biar aku yang balas." Mendengar ucapan Kevin, Silmi menjadi diam seribu bahasa.
"Aku gak apa apa mas. Udah gak perlu dipermasalahkan."
"Pipi kamu merah sayang. Dia nampar kamu?" Ujar Kevin sambil mengelus pipi Cassandra yang memerah.
"Ma maafkan sa saya pak." Ucap Silmi dengan terbata.
"Apa perlu saya balas dia?"
"Gak usah mas. Aku baik baik aja kok. Udah ya gak usah di permasalahin lagi."
"Yakin?"
"Aku beneran gak apa apa kok. Oia kue nya udah aku siapin. Mau berangkat sekarang?"
"Ok deh. Ayo berangkat. Aura pasti udah nunggu di rumah."
"Aku ke atas sebentar ya mas."
Cassandra langsung berjalan ke arah kamarnya di lantai 2. Dia segera merapikan riasan wajahnya dan menutupi memar di pipi nya dengan make up. Dan mengambil kado untuk dia berikan kepada Aura.
"Kalau saja kamu bukan perempuan aku udah habisi kamu. Jangan sekali kali kamu bikin Cassandra nangis. Jika aku masih melihat kamu yang berani seenaknya sama Cassandra. Aku gak akan segan segan bikin perhitungan sama kamu." Ujar Kevin sambil berlalu ke arah mobilnya di ikuti Deni untuk menyimpan kue ulang tahun yang di pesan Kevin
Tak berselang lama, Cassandra telah menghampiri mobil Kevin sambil membawa kado yang cukup besar untuk Aura. Setelah Cassandra masuk, kevin segera melajukan mobilnya.
"Sorry Nona, tadi aku kurang ajar sama kamu." ujar Kevin memecah keheningan.
"Justru aku makasih. Kalau kamu gak dateng, pasti aku udah abis sama pacarnya Bimo. Aku gak nyangka Bimo punya pacar yang bar bar." Ujar Cassandra sambil terkekeh.
"Kamu tenang aja. Silmi gak bakalan berani buat macem macem lagi sama kamu."
"Kamu kok kenal sama Silmi."
"Dia jadi salah satu model di mall. Makanya aku kenal."
"Mall? Kamu kerja di mall?"
"Kamu tau nama kepanjangan dari AK mall?"
__ADS_1
"Gak tau. Aku baru ya di Bandung."
"A untuk Aura dan K untuk Kevin. Kamu pasti faham. Aku gak usah jelasin secara detail kan."
"Ok aku paham kok. Tapi ini aku ikut mas ke rumah apa isteri mas gak akan marah mas bawa wanita lain?"
"Aku udah duda. Bundanya Aura meninggal saat melahirkan Aura."
"Maaf mas. aku gak bermaksud.."
"Udah ga apa apa." potong Kevin. "Yuk turun udah sampai." Lanjutnya.
Cassandra turun dan mengikuti langkah kaki Kevin. Namun ada yang tak terduga. Seorang anak kecil langsung berlari berhambur memeluk Cassandra walaupun hanya sebatas kaki saja.
"Bunda" Ucap anak itu
"Sayang. Ni kue ulang tahun kamu. Sini nak. Kita mulai acaranya." Ajak Kevin pada Aura.
"Aku mau sama Bunda. Makasih Ayah udah ajak bunda pulang." Ucap Aura.
Aura langsung merentangkan tangannya tanda ia ingin di gendong Cassandra. Cassandra langsung menggendong Aura dan membawanya menuju Kevin. Hampir semua mata tertuju pada Cassandra. Pasalnya setelah meninggalnya Bunda Aura, yang bernama Anita, Kevin tak pernah terlihat bersama dengan seorang wanita. Tapi hari ini seakan dia memberi tahu kepada semua orang bahwa ia sudah memiliki pendamping baru.
"Bunda disini aja temenin aku."
"Iya sayang, Bunda tunggu disini ya." Ujar Cassandra.
Ibu dari Anita menghampiri Cassandra.
"Perkenalkan Nak, Saya orang tua dari almarhum bundanya Aura. Saya senang melihat Aura bisa tersenyum dan tertawa lepas. Terima kasih Nak sudah mau menerima Kevin dan Aura" Ucap ibu mertua Kevin
"Sama sama bu." Ujar Cassandra dengan sedikit bingung.
"Bunda.. Ayo sini bunda.. Foto sama aku sama Ayah juga." Rengek Aura
"Iya sayang. Ayo." Ujar Cassandra. "Aku tinggal sebentar bu." Ibunda Anita hanya menganggukkan kepalanya.
"Maafin Aura ya Nona. Mungkin dia kira kamu itu calon bunda nya. Atau malah dia berfikir kamu bundanya. Karena selama ini dia selalu menanyakan bundanya. Dia juga pernah berharap jika di hari ulang tahunnya, aku akan membawa bundanya. Dan karena aku membawa kamu, Kamu jadi terseret ke dalam sini Nona. Aku bener bener minta maaf Nona."
"Ga apa apa mas. Kebetulan aku seneng dengan anak kecil. Aku gak masalah kok dia panggil aku bunda."
Setelah itu mereka di beri arahan oleh fotografer untuk sesi foto Cassandra, Aura dan Kevin. Namun di sisi ruangan, ada seorang wanita paruh baya dengan seorang wanita muda menatap ke arah Cassandra dengan tatapan tidak suka.
__ADS_1