
Keesokan harinya, Kevin sudah sampai di rumah sakit tempat Aura di rawat. Ia sangat merindukan malaikat kecilnya. Juga tentu saja bidadari hatinya saat ini. Ia di temani oleh mami yang juga ikut dengannya ke Jogja.
"Assalamualaikum." Ucap Kevin dan mami secara bersamaan saat memasuki ruang rawat Aura.
"Wa'alaikum salam." Ucap Cassandra yang sedang membacakan dongeng untuk Aura.
"Ayah... Nenek..." Ucap Aura kegirangan.
Cassandra sedikit takut melihat mami Kevin. Ia teringat akan perlakuan mami terhadap dirinya. Ia takut akan penolakan terhadap dirinya lagi.
"Gimana keadaan kamu sayang?" Tanya mami kepada Aura.
"Baik nek." Jawab Aura.
"Lanjutin lagi bunda dongengnya." Ucap Aura sambil menggoyangkan lengan Cassandra.
"Nanti ya sayang. Nenek mau bicara dulu sama bunda kamu." Ucap mami kepada Aura.
"Ada apa tante?" Tanya Cassandra.
"Panggil mami dong. Kan sebentar lagi kalian menikah."
"Iya mami." Ucap Cassandra ragu ragu.
"Maafkan mami ya sayang. Mami udah salah menilai kamu. Mami bener bener malu sama kamu. Meskipun mami udah jahatin kamu, kamu masih mau menjaga Aura. Kamu juga mau berjalan bersama sama dengan Kevin. Mami mohon maafin mami ya sayang. Tolong tetap bersama Kevin." Ujar mami sambil memegang tangan Cassandra.
"Saya udah maafin mami kok. Mami gak usah ngerasa bersalah. Makasih udah mau nerima saya." Balas Cassandra.
Tiba tiba mami memeluk Cassandra. Kevin merasa sangat bahagia melihat 2 wanita yang berharga di hidupnya bisa saling menerima.
"Bimo kemana sayang?" Tanya Kevin kepada Cassandra.
"Dia lagi ke kantin mas. Ga tau mau beli apa." Balas Cassandra sambil mengurai pelukan mami.
"Bimo? Siapa dia?" Tanya mami.
__ADS_1
"Dia yang jaga Cassandra sama Aura mi. Kevin kan udah cerita." Jawab Kevin.
"Assalamualaikum. Eh banyak orang ternyata." Ucap Bimo saat memasuki ruangan.
"Wa'alaikum salam." Ucap semua serempak.
"Nih sayang, pesenan kamu. Chesse cake plus susu strawbery." Ucap Bimo kepada Aura.
"Asik.. Makasih om." Ucap Aura kegirangan. Aura pun langsung memakannya.
"Udah lama Vin?" Tanya Bimo kepada Kevin.
"Baru kok. Sekitar 15 menit yang lalu." Jawab Kevin.
"Halo tante. Perkenalkan saya Bimo, temennya Kevin dan Cassandra." Ucap Bimo memperkenalkan dirinya kepada mami.
"Makasih ya Bimo. Udah jaga cucu dan calon menantu saya." Balas Mami.
"Iya tante. Saya gak keberatan sama sekali kok." Balas Bimo lagi.
" Tadi pagi Aura sempet di ambil sampel darahnya mas. Dan katanya kalau hasil darahnya bagus, Aura bisa pulang hari ini." Jawab Cassandra.
Mereka pun mengobrol dengan santai. Sedangkan Aura sudah mulai tertidur lagi. Cassandra hanya bisa menahan rasa penasarannya kenapa mami Kevin bisa berubah secepat itu. Ia hanya ingin tahu alasan yang sebenarnya. Tapi ia pun tidak mungkin menanyakan alasan itu secara langsung di hadapan mami. Sedangkan mami, selalu memperhatikan gerak gerik Bimo. Tak berselang lama, dokter pun datang dengan membawa berita bagus. Aura di nyatakan sehat dan sudah bisa meninggalkan rumah sakit. Mereka semua sangat bersyukur akan hal itu.
Setelah selesai berkemas, mereka segera meninggalkan rumah sakit dan menuju kediaman Cassandra. Karena ada hal penting yang akan mami sampaikan.
Sesampainya di rumah Cassandra.
"Assalamualaikum." Ucap Cassandra sambil memasuki rumah dan mempersilahkan mami serta yang lainnya untuk masuk dan duduk sebari menunggu Cassandra memanggil orang tuanya.
"Wah, ada tamu ternyata." Ucap ibu sambil menyalami mami Kevin.
"Sayang, istirahat dulu di kamar bunda yuk." Ajak Cassandra kepada Aura dan mereka pun menuju kamar Cassandra.
"Ini ada apa ya." Ucap Ayah yang baru datang.
__ADS_1
"Ibu Ayah, perkenalkan ini mami saya.Mami ini Ayah dan Ibu Cassandra." Ucap Kevin.
"Kok kamu gak bilang sama ibu kalau mami kamu datang. Mungkin ibu bisa siapkan sesuatu terlebih dulu." Ucap ibu yang merasa malu karena hanya bisa memberi suguhan seadanya.
"Tidak apa apa ibu. Sengaja saya larang Kevin agar tidak bilang. Saya gak mau merepotkan. Maaf mengganggu dengan datang kesini secara tiba tiba. Saya kesini dengan maksud akan melamar Cassandra untuk putra saya, Kevin. Apakah Bapak dan Ibu menerima lamaran ini?" Tanya mami to the point.
"Kalau saya terserah mereka saja. Toh mereka yang akan menjalani rumah tangga nantinya." Ucap Ayah.
"Kalau menurut ibu bagaimana?" Tanya mami kepada ibu.
"Saya juga terserah anak anak saja." Ucap ibu.
Tak berselang lama, Cassandra sudah kembali tanpa adanya Aura.
"Aura nya mana? Dia tidur lagi?" Tanya Kevin.
"Engga mas. Dia cuma tiduran aja. Tapi kayaknya sebentar lagi dia tidur. Soalnya keliatannya masih ngantuk." Jawab Cassandra.
"Nih, berhubung Cassandra sudah ada. Kita tanya saja langsung kepada yang bersangkutan." Ujar Ayah.
"Tanya apa yah?" Ucap Cassandra sambil melirik ke arah Kevin dan meminta penjelasan.
"Begini nak, mami datang kesini dengan maksud melamar kamu. Kamu mau kan jadi pemdamping hidup Kevin sekaligus bunda dari Aura?" Tanya mami kepada Cassandra.
Cassandra hanya diam. Dia melihat ke arah ayah dan ibu seolah minta persetujuan. Sedangkan ayah dan ibu hanya menganggukkan kepalanya tanda mereka setuju.
"Bismillah. Baiklah mami. saya bersedia menjadi pendamping hidup mas Kevin dan juga bunda untuk Aura." Ucap Cassandra setelah menimbang nimbang segala hal. Ia takut disakiti lagi.
"Makasih sayang." Ucap Kevin sambil refleks memeluk Cassandra yang kebetulan duduk di samping dirinya
"Vin. Belum mukhrim. Main peluk peluk aja." Ujar mami.
"Kelepasan mih." Ucap Kevin yang terlihat malu malu membuat semua tertawa.
Obrolan mereka pun lanjut mengenai pernikahan Cassandra dan Kevin. Setelah obrolan selesai, Mami di antar Bimo kembali ke hotel. Sekalian Bimo pun akan check in di hotel yang sama mami Kevin.
__ADS_1
Sedangkan Aura, ia merengek ingin tidur dengan Cassandra. Yang akhirnya di setujui ileh Kevin. Dan Kevin pun di paksa ikut tidur di rumah Cassandra oleh Aura.