Kisah Cassandra

Kisah Cassandra
15


__ADS_3

Keesokan harinya, Seperti biasa Cassandra sedang menyalurkan hobi nya di dapur. Ia membuat cake untuk di pajang di rak penyimpanan di depan. Ratih juga saat ini udah datang dan sedang membantu Cassandra. Saat ia sedang menuju rak untuk menyimpan cake yang sudah jadi, Cassandra melihat Kevin sedang duduk di salah satu meja juga Aura yang sedang asik bermain di pojok bermain di ruangan ini.


"Udah lama mas? Kok gak manggil aku keluar?" Tanya Sandra.


"Lumayan, sekitar 15 menit lah. Aku tadi udah nanya Maya katanya kamu masih bikin cake. Tadinya juga Lisna mau manggil kamu cuma aku larang. Ga apa apa lah. Aura anteng juga. Udah selesai bikin cakenya?" Tanya Kevin.


"Udah. Mau? masih anget loh."


"Boleh deh." Cassandra membawa 3 porsi cake yang berbeda ke meja Kevin. "Anteng banget dia dari tadi. Biasanya kalau kamu dateng suka heboh."


Tak lama setelah itu, Aura melirik kepada Ayahnya dan mendapati Cassandra sedang duduk di meja bersama sang Ayah. Aura langsung berlari sambil berteriak.


"Bunda... Aku kangen.." Aura langsung memeluk Cassandra.


Ada beberapa pelanggan yang melihat tingkah Aura hanya tersenyum.


"Jangan teriak teriak sayang. Dilihatin banyak orang tuh." Ujar Kevin.


"Aku lupa. Kirain gak ada orang.." Ujar Aura sambil cengengesan.


"Bener kan aku bilang. Kalau liat kamu, aku aja yang Ayahnya di lupain." Ujar Kevin


"Bunda juga kangen kamu sayang." Balas Cassandra sambil memeluk Aura dan membawa Aura ke atas pangkuannya.


"Sama anaknya kangen. Sama ayahnya gak kangen?" Tanya Kevin.


"Apa sih mas. Mesti ya aku bilang." Jawab Cassandra.


"Kan kamu bilang juga manusia itu butuh kepastian." Goda Kevin sambil menaik turunkan alisnya.


"Tau ah." Balas Cassandra dan Kevin hanya tertawa melihat ekspresi muka Cassandra.


"Oia sayang, aku kamis sore mau berangkat ke luar kota. terus Aura juga pengen ikut. gimana kalau kamu ikut juga? Masa iya aku jalan sama Nina." Ujar Kevin.


"Mau kemana emangnya?" Tanya Cassandra


"Ke Yogyakarta. Aku harus lihat tanah buat bangun hotel. Aku ada rencana mau bangun hotel di Yogya. Di Bandung sini kan udah ada mall sama hotel juga. Aku rencana nya mau bangun hotel di Yogya. Ikut ya. Temenin aku. Ya sekalian biar kamu bisa pulang." Seru Kevin.


"Ini pasti akal akalan kamu aja kan biar aku pulang." Jawab Cassandra.


"Cuma kebetulan sayang. Serius deh. Emang kenapa kamu gak mau pulang? Masih cemburu liat mantan kamu sama ade kamu?"


"Bukan gitu mas. Cuma rasanya sakit aja tiap liat muka dia. Aku sama dia tuh hubungan udah lama. Wajar kan kalau aku masih ngerasa sakit. Itu tuh saking aku benci sama dia makanya aku gak mau ketemu dia."

__ADS_1


"Ada aku sayang. Aku bakal temenin kamu pas kamu ketemu sama keluarga kamu. Mau ya."


"Iya Bun, aku pingin naik pesawat. Ikut yuk bun." Ajak Aura.


"Gak usah takut sayang. Kamu bisa bersandar sama aku kalau kamu gak kuat. Kalau kamu ngerasa sangat sakit, aku bisa bawa kamu pergi dari hadapan mereka." Jelas Kevin.


"Kok aku kayak wanita jahat banget ya mas. Hati aku masih ngerasa sakit pas ngeliat dia. Padahal aku sekarang lagi jalan sama kamu. Maafin aku ya mas. Aku bakal berusaha buat buang semua perasaan aku sama dia." Ucap Cassandra sambil menundukkan kepalanya.


"Ga apa apa sayang. Asal kamu mau berusaha aku sudah sangat berterima kasih. Kamu udah kasih kesempatan buat aku deket sama kamu aja aku udah bersyukur banget. Aku harap rasa cinta dan sayang aku ke kamu bisa membuang semua perasaan kamu buat dia." Jelas Kevin lagi.


"Makasih mas. Makasih udah ngertiin posisi aku." Ucap Cassandra sambil meneteskan air matanya.


"Gak usah nangis dong sayang." Ucap Kevin sambil menghapus air mata di pipi Cassandra.


Setelah percakapan itu, Cassandra dan Kevin juga Aura memakan cake yang sudah tersedia di meja mereka. Tak lama dari itu pun Kevin dan Aura pamit pulang karena Kevin ada meeting dengan klien nya.


Saat malam hari, Cassandra pun berniat menelfon ibunya untuk memberitahukan perihal keberangkatannya. Ia pun akan memberitahukan status Kevin kepada ibunya dan berharap ibunya bisa menerima status Kevin.


"Assalamualaikum." Ucap Ibu saat menerima telfon dari Cassandra.


"Wa'alaikum salam. Ibu lagi apa?" Tanya Cassandra


"Ibu lagi nonton. Biasa setelah makan malam kan kita selalu kumpul bareng di ruang tv."


"Oia ya. Mbak mau ngasih tau kalau Mbak mau pulang. Rencana Mbak sama mas Kevin kita berangkat dari sini Kamis sore bu."


"Ini karena mas Kevin yang maksa."


"Jangan gitu dong sayang. Ibu sama Ayah kan masih ada."


"Aku masih harus nyiapin mental aku bu. Aku takut kelepasan marah sama adek."


"Ibu ngerti sayang. Maafin ibu kalau ibu suka maksa kamu."


"Jangan gitu dong bu. Maafin Mbak juga gak ngertiin posisi ibu."


"Iya sayang. Kamu berangkat sama Kevin?"


"Iya bu. Aku berangkat sama mas Kevin karena mas Kevin juga harus meriksa lahan untuk membangun hotel disana. Oia bu, ada yang mau Mbak bicarain sama Ibu sama Ayah."


"Apa sayang? Ibu jadi deg degan."


"Gini bu, ini tentang mas Kevin."

__ADS_1


"Kenapa dengan Nak Kevin?"


"Sebenernya mas Kevin itu seorang duda beranak satu bu. Istrinya dulu meninggal saat melahirkan anak perempuannya, namanya Aura. Aura beberapa bulan lagi akan berumur 5 tahun. Dia udah manggil aku Bunda dari pertama kita ketemu. Dia sudah menganggap aku sebagai ibunya." Tiba tiba Cassandra terdiam bingung harus berbicara apa lagi.


"Terus, lagi cerita kenapa diem Mbak?"


"Aku cuma mau tanya pendapat ibu gimana? jikalau ibu tidak menyetujui, aku bakalan mundur dari hubungan ini."


"Sekarang Ibu yang nanya Mbak duluan. Mbak gimana saat deket dia? Maksud ibu gimana perasaan Mbak sama dia?"


"Jujur bu, aku ngerasa nyaman saat deket dia. Mungkin aku sayang sama dia. Aku juga kayaknya udah sampai tahap cinta sama dia bu. Tapi kalau ibu nolak dia, Mbak bakalan mundur."


"Kenapa Mbak berfikiran ibu bakalan nolak?"


"Ya Mbak fikir ibu mungkin gak nerima status dia bu. Dia seorang duda."


"Gini Mbak, Ibu sama Ayah tidak pernah mempermasalahkan status. Yang terpenting buat kita, Kamu ngerasa nyaman sama dia. Dia juga bisa mengayomi kamu, bisa membimbing kamu menjadi pribadi yang lebih baik, dia juga sayang sama kamu, dia bisa nerima keluarga kamu, yang terpenting dia setia." Ujar Ibu menekan kata setia yang membuat seseorang terbatuk disana.


"Itu siapa yang batuk bu? Ayah?"


"Samuel."


"Kok bisa? Jangan jangan ibu pake loudspeker ya nelfon nya?"


"Mbak tau aja."


"Jadi semua orang denger dong aku bilang apa?"


"Ya denger dong Mbak."


"Yah Ibu, Mbak kan malu. Mana Mbak udah jujur banget lagi."


"Ga apa apa dong sayang. Ayah seneng kamu udah bisa buka hati kamu buat orang lain. Besok kamu kesini berdua aja sama kevin atau bawa anaknya juga?"


"Sama Aura Ayah. Aura yang pingin ikut, jadi mas Kevin maksa aku buat ikut. Mas Kevin gak mau dia berdua sama pengasuh Aura. "


"Nak Kevin yang gak mau atau kamu yang gak bolehin Mbak?"


"Ayah ih. Tau aja. Hahaha.." Cassandra tertawa membuat Ayah dan Ibu juga ikut tertawa.


"Ya udah Ayah, Aku mau nyiapin buat besok dulu. Assalamualaikum Ayah, Ibu sampai ketemu."


"wa'alaikum salam, kalau udah sampai bandara kasih tau ya. Biar Ayah yang jemput kalian."

__ADS_1


"Iya Ayah."


Cassandra pun menutup sambungan telfonnya dan mulai menyiapkan barang bawaannya untuk di bawa ke Yogyakarta nanti.


__ADS_2