
Satu minggu sudah berlalu sejak kedatangan Samuel ke tokonya. Cassandra dan Bimo semakin dekat. Meskipun Cassandra hanya menganggap Bimo sebagai seorang sahabat. Tak tau dengan Bimo yang menganggap apa Cassandra di hidupnya. Cassandra sudah selesai membuat kue pesanan untuk hari ini. Tak lama Kevin datang untuk membuat pesanan untuk anaknya Aura yang akan berulang tahun yang ke 4 tahun. Cassandra saat ini sedang bersantai di salah satu meja sambil memandang hiruk pikuk kota Bandung saat ini.
"Halo Nona." Ujar Kevin
"Eh.. Kevin. Ada apa? Tumben kesini. Mau beli sesuatu?" Tanya Cassandra.
"Iya. Aku mau pesen kue ulang tahun untuk anak ku."
"Oh. Bentar ya aku ambil dulu daftar menu. Disana banyak contoh desain kue."
"Iya Nona. Aku tunggu disini."
Cassandra pergi mengambil daftar menu untuk memperlihatkan desain kue ulang tahun dengan beberapa tema.
"Nih liat aja dulu."
Kevin membuka buku menu tersebut dan pilihannya jatuh pada kue dengan tema 'Frozen'
"Ini Nona. Kebetulan anak ku suka Frozen."
"Aku catat ya. Namanya siapa? Buat tulisan di atas kue ulang tahunnya."
"Namanya Aura. Untuk hari Minggu bisa kan?"
"Bisa. Mau di ambil Minggu pagi atau Sabtu sore?"
"Kayaknya Minggu pagi aja deh. Kalo Sabtu sore bisa bisa habis kue nya di acak acak dia."
"Berapa tahun umurnya?"
"4 tahun. Ya udah lusa aku balik kesini lagi buat ambil kue nya. Oia pembayarannya gimana? Sekarang atau nanti?"
"Terserah kamu aja. Nanti juga ga apa apa kok."
"Ok kalo gitu. Nanti aja sekalian aku ambil. Aku pergi dulu Nona."
"Iya. Hati hati ya."
Cassandra mencatat pesanan Kevin. Hari ini ia berencana pergi ke supermarket untuk membeli kebutuhan ia sehari hari. Setelah pamit kepada para pegawainya ia pergi menuju supermarket dengan sebelumnya mampir ke rumah Nindi untuk mengajak pergi bersama.
"Assalamualaikum." Ujar Cassandra sambil memasuki rumah karena pintu rumah Nindi terbuka
"Wa'alaikum salam. San sini gue baru selesai mandiin Salsa."
"Lo tuh ya. teledor banget sih. Pintu rumah di biarin terbuka. Kalau ada yang masuk gimana coba"
"Hehe.. Gue kelupaan. Tumben kesini. Ada angin apa nih."
"Gitu banget sih. Nge mall yuk. Gue mau beli beberapa keperluan gue di super market."
"Boleh deh. Kebetulan gue juga mau belanja bulanan. Udah pada abis soalnya."
"Asik dong kalo gitu. Gue pesen taksi dulu."
"Gak usah. Pake mobil aja. Ada yang pegangin Salsa juga."
__ADS_1
"Ok. kalo gitu."
Setelah bersiap Cassandra dan Nindi pergi. Cassandra yang membawa mobil Nindi. Karena Salsa gak mau beralih pangkuan dari sang Ibu. Setelah itu mereka berbelanja dari a sampai z. Sampai masing masing membawa 1 troli penuh. Setelah selesai membayar Cassandra dan Nindi menyimpan barang belanjaan mereka ke dalam mobil. Lalu lanjut berkeliling mall untuk membeli hadiah ulang tahun untuk anak Kevin.
"Nin kita keliling dulu yuk. Anaknya mas Kevin ulang tahun hari Minggu besok. Gue mau cari sesuatu untuk dia."
"Boleh deh. Kebetulan gue juga di undang."
"Ayo kalau gitu."
Mereka berkeliling mall untuk mencari hadiah yang pas untuk anak umur 4 tahun. Cassandra memasuki salah satu toko yang berisi boneka dan barang lainnya.
"Gue mau kasih dia boneka ini aja deh. Sama lampu tidur ini." Cassandra mengambil boneka dan lampu tidur frozen.
"Gue ini aja deh." Nindi mengambil tempat minum dan bantal yang juga bergambar frozen.
Setelah membayar Cassandra mengajak Nindi untuk makan siang terlebih dahulu.
"Nin makan siang dulu yuk. Laper gue."
"Ok deh hayu. Mau makan dimana?"
"Disana aja gimana? Kalo gak salah disitu ada menu buat anak di bawah satu tahun juga. Jadi Salsa juga bisa ikutan makan."
"Boleh deh."
Mereka memasuki restauran tersebut dan memilih duduk di dekat jendela. Mereka memilih menu untuk mereka dan Salsa. Tak lama bahu Cassandra di tepuk oleh seseorang.
"Astagfirullah." Ujar Cassandra sambil menoleh ke arah orang yang menepuk bahunya.
"Ga apa apa kok Bim. Tenang aja." Balas Cassandra.
"Lo ngapain disini?" Lanjut Bimo
"Mau tidur gue." Balas Cassandra. Melihat raut wajah Bimo seperti heran Cassandra langsung menjawab lagi. "Ya mau makan lah. Ya kali mau tidur disini."
Bimo yang baru tersadar dengan ucapan Cassandra langsung tertawa. Nindi yang melihat hanya tersenyum. Karena Bimo merupakan salah satu model idola Nindi.
"Mimpi apa ya gue semalam. Sampe bisa ketemu model pujaan gue." Batin Nindi.
"Oia Bim. Kenalin ni temen gue Nindi." Ujar Cassandra pada Bimo Lalu beralih pada Nindi. "Nin kenalin ini Bimo."
"Nindi."
"Bimo."
"Lo mau makan juga?" Ucap Cassandra
"Udah selesai. Tapi gue tunggu disini deh. Biar gue anterin lo balik." Ujar Bimo
"Gue bawa mobil kok. Kalo lo mau balik balik aja duluan."
"Kebeli juga akhirnya."
"Maksud lo?"
__ADS_1
"Mobil."
"Itu punya Nindi. Gue masih numpang." ujar Cassandra sambil tersenyum
"Makanya beli dong. Masa pemilik toko roti yang terkenal sampe pelanggan nya ngantri gak bisa kebeli mobil."
"Tuh lidah lemes amat ngomongnya. Mentang mentang lidahnya tak bertulang." Ujar Cassandra sambil sedikit cemberut.
"Ya kalo bertulang susah dong. Jangan pasang muka gitu. gemes jadinya. Jadi pengen karungin."
"Emangnya gue beras di karungin." Bimo hanya mengacak rambut Cassandra yang membuat Cassandra makin cemberut. "Kebiasaan deh. Berantakan kan jadinya." Lanjutnya
"Berantakan juga tetep cantik kok. Tenang aja. Eh. Ga apa apa kan gue ikut duduk disini?" Tanya Bimo pada Nindi.
"I.. Iya ga apa apa kok. Duduk aja." Ujar Nindi.
"Ini anak lo San?"
"Bukan ini anak nya Nindi. Namanya Salsa. Ya kali gue punya anak tapi belum nikah."
"Lucu ya. Bikin yuk San."
"Hayu ntar kita bikin. Kebetulan di toko lagi banyak persediaan tepung. Mau yang isi apa?"
"Emang ada isi apa aja?"
"Ada isi cokelat, Keju, strawbery kalo ga salah."
"Kalian lucu ya. Cocok kayaknya kalo berumah tangga. Tingkah kalian juga sweet banget di mata gue. Gue dukung kalian buat bersama." Ujar Nindi melihat tingkah Cassandra dan Bimo
"Sayangnya gue belum rumah ataupun tangga." balas Cassandra
"Yuk San. Temen lo udah dukung loh." Ujar Bimo sambil mengedipkan matanya.
"Kenapa lo? Kelilipan?" Tanya Cassandra sambil terkekeh
"Nindi temen lo kok gini banget ya. Ga mempan gue gombalin." Timpal Bimo
"Gak bakalan mempan sama dia. Hatinya udah beku. Belum ada yang berhasil cairin." Ujar Nindi
"Lo kira gue es balok yang bisa di cairin." Ujar Cassandra.
"Samuel kemarin nanyain lo. Dia masih nyimpen no gue ternyata." Ucap Nindi tiba tiba
"Gak usah bahas dia. Bikin mood gue ancur aja." Balas Cassandra.
"Siapa Samuel?" Tanya Bimo
"Yang waktu pagi itu berantem sama gue. Masih inget?" Ujar Cassandra.
"Oh cowok itu. Pasti gara gara dia juga kan hati lo jadi beku." Balas Bimo
"Bahas yang lain aja deh. Gak usah bahas dia." Ucap Cassandra
"Baiklah baiklah." Jawab Bimo
__ADS_1
Mereka pun larut dalam obrolan mereka. Sampai akhirnya mereka pulang ke tempat masing masing. Mereka tak sadar jika sedari awal mereka berbincang ada sepasang mata yang memperhatikan kebersamaan mereka.