
Pagi ini, semua sudah berkumpul di rumah orang tua Cassandra termasuk Samuel. Samuel terlihat sangat menyayangi putra nya. Karena sejak tadi melihat Myta yang sedang sibuk membuat sarapan dengan Cassandra dan ibu ia selalu menemani Vino. Di depan, Kevin, mami, Bimo, Aura dan ayah juga dengan Samuel dan si kecil Vino sedang berbincang. Aura terlihat sangat senang bemain dengan si kecil.
"Ayah, aku juga mau adik kayak Vino." Celetuk Aura kepada Kevin.
"Iya sayang. Nanti kamu bakal punya adik kayak Vino. Kamu sabar ya nak." Jawab Kevin.
"Emang ga bisa besok aja ayah?" Tanya Aura lagi.
"Belum bisa sayang. Nanti ya. Kamu harus sabar."
"Kenapa belum bisa ayah?"
"Belum waktunya kamu punya adik. Kamu juga kan masih kecil. Nanti ya, nunggu kamu siap jadi seorang kakak."
"Aku udah besar kok ayah. Buktinya aku udah tinggi."
"Tapi kamu tuh kalau mau sesuatu masih suka nangis. Berarti kamu belum siap jadi seorang kakak."
"Emang kalau jadi kakak gak boleh nangis ayah?"
"kalau kamu masih suka nangis, gimana nanti kalau adik kecil juga nangis. Kasian bunda harus nenangin 2 anak sekaligus."
"Oh gitu ya ayah. Ya udah mulai sekarang aku bakalan berusaha buat gak gampang nangis."
"Pintarnya cucu eyang." Ucap ayah Cassandra sambil membelai kepala Aura di tanggapi cengiran oleh Aura.
"Mari sarapan dulu." Ajak ibu Cassandra kepada semua yang ada di ruang tamu.
Mereka segera masuk ke ruang makan. Di meja makan sudah tersedia berbagai macam menu. Ada ayam bakar, ikan bakar, perkedel, sayur sop bakso, serta ada juga sambal bawang dan sambal kecap.
__ADS_1
"Maaf ini seadanya. Karena lupa belum belanja lagi." Ucap ibu saat mereka sampai di meja makan.
"Ini udah banyak banget menunya. Makasih loh, maaf jadi merepotkan." Ucap mami.
"Ga apa apa jeng. Malah saya malu hanya bisa menghidangkan ini saja." Balas ibu lagi.
"Lebih baik kita sarapan, takutnya malah nanti ketinggalan pesawat kalian." Ucap ayah memulai sarapan mereka.
Mereka sarapan dengan khidmat. Semua menikmati sarapan kali ini. Seperti biasa, Cassandra akan menyuapi Aura sambil dirinya makan. Aura menjadi sangat manja semenjak ia bertemu dengan Cassandra yang sudah ia anggap sebagai bunda nya. Mami melihat interaksi antara Cassandra dan sang cucu hanya tersenyum. Ia cukup tenang meninggalkan anak dan cucunya. Ia berencana akan ikut dengan suaminya di luar negeri. Sebenarnya, mami sejak lama di ajak papi untuk kembali luar negeri. Karena sebenarnya mami dulu tinggal di luar negeri bersama sang suami. Namun, saat Anita meninggal, mami memutuskan tinggal di indonesia.
Sedangkan di sisi lain, Myta memperhatikan suami nya yang terus memperhatikan Cassandra. Ada sedikit rasa sakit di hatinya. Meskipun ia tidak mencintai Samuel, namun ia telah berkorban segalanya. itu yang membuat rasa sakit di hatinya. Kata kata manis yang dulu keluar dari mulut Samuel, tidak terjadi sama sekali. Tak berselang lama, sarapan mereka pun selesai. Namun. Mereka masih berbincang santai di meja makan. Sambil menunggu waktu keberangkatan.
"Sayang, ada yang minta adik loh tadi. Bikin yuk." Celetuk Kevin yang mendapatkn hadiah pelototan dari Cassandra.
"Nikahi dulu anak ayah. Jangan main bikin aja." Seru ayah sambil bercanda.
"Meskipun ayah sudah tidak sabar menimang cucu dari Cassandra." Lanjutnya lagi.
"Maunya kamu itu. Tanya sama Cassandra. Mau apa engga." Bimo ikut menimpali. Jika di depan para orang tua, mereka selalu memakai aku kamu bukan lo gue.
"Sayang, mau kan?" Tanya Kevin lagi.
" Gimana ya? Mau atau engga ya?" Ucap Cassandra terlihat berfikir.
"Ayah, sana jauh jauh. Ga boleh deket deket sama bunda aku." ucap Aura sambil menepis tangan ayahnya yang membelai kepala Cassandra. Membuat semua tertawa melihat ekspresi Kevin yang dibuat buat menjadi sedih.
"sudah yuk, kita jalan sekarang. Takutnya terlambat." Ucap mami sambil berdiri dari tepat duduk nya.
Perabotan yang kotor bekas sarapan sudah di bersihkan tadi oleh Myta dan Cassandra. Jadi sekarang mereka tinggal langsung berangkat saja.
__ADS_1
"Mbak berangkat dulu ya. Jangan lupa nanti main ke Bandung. Biar kamu bisa liat toko kue mbak." Ucap Cassandra kepada Myta.
"Iya mbak. Nanti saja pas mbak menikah. Myta pasti ikut ke Bandung." Jawab Myta. Mereka pun berpelukan.
Sekarang mereka sedang dalam perjalanan. Kevin mengemudikan mobil ayah, dan ayah ada di sebelahnya. Di jok tengah ada ibu dan mami. Sedangkan di jok paling belakang, ada Bimo, Cassandra dan Aura.
Setibanya di bandara, mereka kembali berpamitan. Ayah dan ibu memutuskan untuk pulang. Karena ayah ada meeting jam 10 nanti.
Singkat cerita, mereka sudah sampai di Bandung. Kini mereka sedang menunggu jemputan. Sedangkan Bimo langsung memesan taksi online. Karena ia ada pemotretan sore hari nanti. Kini mami, Kevin, Aura dan Cassandra sedang berada di dalam mobil yang menjemputnya. Rencananya, mereka akan mengantarkan Cassandra terlebih dahulu.
"Ayah, boleh engga kalau aku mau ikut sama bunda. Aku mau nginep di rumah bunda. Boleh ya ayah." Ucap Aura sedikit merajuk kepada sang ayah.
"Nanti bunda malah kewalahan sama kamu. Kamu ikut pulang sama nenek aja ya sayang." Ucap mami.
"Gak mau. Aku mau ikut bunda. Kalau tidur sama bunda tuh enak, sebelum tidur pasti aku di ceritain dongeng dulu. Belum lagi pas tidur aku pasti di peluk. Kalau ikut pulang, aku pasti sendirian."Jelas Aura dengan wajah sedihnya.
"Gak apa apa mam, biar Aura sama Sandra. Sandra sams³ sekali gak keberatan kok." Ucap Cassandra yang senang dengan Aura.
"Nanti kamu kerepotan sayang. Kamu juga pasti capek." Ucap kevin.
"Gak apa apa mas. Aku seneng kalau Aura makin nyaman sama aku." Jelas Cassandra.
"Ya sudah. Kamu boleh ikut bunda. Tidur di tempat bunda. Tapi kamu gak boleh rewel ya sayang. Kasian bunda kalau kamu rewel." Jelas Kevin kepada puteri kecil.kesayangannya.
"Siap ayah. Makasih ya ayah udah izinin aku tinggal di tempat bunda." Ucap Aura terlihat sangat senang.
"Sama sama sayang." Balas Kevin.
Tak berselang lama, Aura dan Cassandra sudah sampai di tempat tinggal Cassandra yang menyatu dengan toko miliknya sendiri. Sedangkan mami dan Kevin pulang ke rumah.
__ADS_1
Kini Cassandra dan Aura sedang beristirahat di kamar Cassandra. Ia tidak mau jika Aura kelelahan dan mengakibatkan Aura sakit kembali.