
Satu bulan telah berlalu. Kini ia telah membuka toko kue dengan nama 'CJL cake and bakery'. Bimo selalu berusaha mendekati Cassandra. Namun Cassandra masih terlihat enggan dekat dengan laki laki. Ia masih takut untuk memiliki hubungan. Cassandra merasa harus meyakinkan hati nya terlebih dahulu. Toko kue Cassandra maju begitu pesat karena rasa dari kue dan roti yang ada di toko Cassandra sangat enak dengan tekstur yang lembut. Ia sekarang sedang mencoba beberapa resep baru untuk ia perjualkan di tokonya.
Setelah selesai ia memberikan beberapa potong kue tersebut kepada pegawainya. Pegawai Sandra tidak banyak. Ia sendiri dan di bantu oleh orang kepercayaan nya yang bernama Ratih untuk membuat cake. Ada juga 2 orang pelayan bernama Lisna dan Deni. Dan seorang yang menjaga kasir bernama Maya.
"Gimana enak gak?" Tanya Cassandra.
"Enak Mbak. Enak banget." Ujar Deni.
Cassandra melarang pegawainya memanggilnya ibu. Ia lebih memilih di panggil Mbak di banding Ibu.
"Kalau ini di jual menurut kalian gimana?" Tanya Cassandra lagi.
"Kayaknya bakalan laku keras deh. Di coba aja Mbak." Balas Ratih.
"Ok kalo gitu. Mulai besok menu ini akan mulai di jual." Ujar Cassandra.
"Ya udah yuk kita buka tokonya. udah jam 8 pagi ." Lanjut Cassandra.
"Ayo semua siap di tempat masing masing." Ujar Maya.
Mereka mulai bekerja dengan tugasnya masing masing. Sedangkang Cassandra ia memilih duduk di dekat jendela sambil menuliskan resep kue yang baru saja ia coba buat. Lalu ia merasakan tepukan di bahunya. Saat ia menoleh ternyata Samuel mantan calon suaminya.
"Ngapain lo ke sini?" Ujar Cassandra sambil membentak saat tau yang datang orang pernah menyakiti hatinya. Untung saja di toko belum ada pelanggan yang datang.
"Aku kebetulan lewat. Dan melihat kamu duduk disini. Makanya aku masuk. Aku kangen banget sama kamu."
"Lo gak pantes ngomong gitu sama kakak ipar lo sendiri."
"Tapi aku masih sayang banget sama kamu. Perasaan aku ke kamu gak pernah berubah."
"Najis gue di sayang sama lo."
"Tolong maafin aku. Aku janji nanti kita bakalan bersama lagi."
"Lo gila? Lo pikir gue masih mau sama lo? Gue jijik liat lo."
"Kamu udah gak sayang sama aku?"
__ADS_1
"Perasaan sayang gue udah menguap entah kemana. Sekarang gue gak mau liat lo lagi. gue mohon lo pergi dari sini."
"San dengerin dulu. Aku sungguh sungguh tersiksa setelah kepergian kamu. Aku mohon kembali padaku San."
"Lo aja yang ga di khianatin segitu sakitnya. Apalagi gue. Lo selingkuh sama adik gue sendiri. Lo pikir gimana perasaan gue? Lo ga mikirin kan gimana hancurnya gue saat itu? Orang yang paling gue percaya akan menjadi pemimpin terbaik buat gue dan orang yang gue jaga sedari kecil ngehianatin gue. Lo pikir perasaan gue gimana?" Ujar Cassandra dengan suara sedikit meninggi dan air mata yang mulai membasahi pipinya.
Tepat di pintu masuk, Bimo melihat semua kejadian itu. Ia mendengar semua dari awal. Bimo hanya termenung mendengar perkataan Cassandra.Termasuk semua karyawan yang ikut merasakan sakit melihat bos mereka yang biasanya ceria langsung berubah rapuh. Deni langsung menutup toko karena takut ada pelanggan yang melihat keributan bos nya.
"Aku gak bisa hidup tanpa kamu Sandra."
"Tapi gue gak mau hidup sama lo. Bahkan melihat lo aja gue muak. Gue jijik mengingat semua perbuatan lo sama adik gue di belakang gue." Suara Cassandra semakin meninggi.
"Aku mohon Sandra."
"Gue mohon lo pergi dari sini."
"Aku mohon Sandra." Ujar Samuel sambil menggenggam tangan Cassandra.
"Lepasin Sam. Gue bilang lepasin." Ujar Cassandra sambil berusaha melepas tangan Samuel.
"Siapa kamu? Gak usah ikut campur." Ujar Samuel
"Apapun yang berhubungan dengan Cassandra akan jadi urusan gue." Balas Bimo
"Gue mohon lo pergi dari sini. Jangan sampe lo sakitin hati adik gue sama kaya lo nyakitin gue."
Samuel hanya diam mendengar penuturan Cassandra. Bimo terlihat khawatir dengan keadaan Cassandra. Bimo langsung menarik Cassandra ke dalam pelukannya. Cassandra langsung menangis sesegukan di dada bidang Bimo. Melihat hal tersebut Samuel langsung pergi meninggalkan Sandra. Samuel merasa cemburu melihat Cassandra dalam pelukan lelaki lain.
"Sorry gue lancang meluk lo." Ucap Bimo
"Ga apa apa. Makasih ya. maaf lo harus liat semua."
"Lo ga kenapa napa?"
"Gue ga apa apa kok." Lalu Cassandra menuju para pegawainya. "Maaf ya Mbak udah bikin kegaduhan. Mbak pergi dulu ya. Tolong jaga toko." Lanjutnya sambil keluar dari toko.
Bimo mengikuti Cassandra dari belakang. Bimo menarik Cassandra menuju mobilnya. Samuel yang masih diam di tempat melihat semua interksi antara Cassandra dan Bimo. Saat mobil Bimo melaju diam diam Samuel mengikuti dari belakang. Bimo menyadari jika mobilnya sedang di ikuti oleh mobil seseorang. Bimo terus berusaha melepaskan diri dari penguntit di belakangnya sampai ia tiba di salah satu tempat wisata di daerah Lembang Bandung. Bimo mengajak Sandra turun dan memasuki tempat wisata itu. Disini Cassandra merasa tenang. Karena ia dimanjakan dengan deretan pepohonan hijau yang menyegarkan mata.
__ADS_1
"Makasih ya. Lo jadi repot repot bawa Gue kesini."
"Ga apa apa kok. Tenang aja. kalo lo seneng otomatis gue ikutan seneng."
Bimo sedari tadi menyadari jika lelaki yang tadi di toko dengan Cassandra sedang mengikutinya bahkan sampai ikut masuk ke dalam tempat wisata ini.
"Maaf lo harus liat pemandangan yang ga enak tadi pagi. Gue malu jadinya rahasia gue terbongkar."
"Ga usah malu. Gue sedikit paham apa yang lo alami. Gue tau di khianati itu bener bener sakit."
"Maksih ya udah bawa gue kesini."
"Sama sama. Lo mau pesen makan apa?"
"Apa aja deh terserah lo."
Bimo memanggil salah satu pelayan dan megatakan pesanannya. Tak lama pesanan Bimo sudah terhidang di atas meja. Mereka memakan makanan itu dengan sesekali di selingi obrolan ringan.
"Foto yuk San. Sini deh deketan duduknya."
Mereka berfoto ria dengan berbagai pose. Awalnya Bimo di samping Cassandra sampai Bimo duduk di belakang Cassandra. Bimo refleks memeluk Cassandra dari belakang.
"Bim posenya jangan gini dong."
"Sorry sorry. terlalu terbawa suasana." Ujar Bimo sambil terkekeh.
"Mentang mentang model. posenya bagus bagus."
"lo juga cantik San. Cantik banget malah."
"Dih malah gombal."
"Dari pada gembel. Mending gombal kan?"
"lo ya ada ada aja."
Mereka tertawa bersama. sedangkan di meja lain Samuel yang melihat semua sangat cemburu di buatnya. Namun ia sadar jika ia tidak mungkin bisa mendekati Cassandra lagi. Ia sangat menyesali semua perbuatannya yang telah menyakiti hati wanita yang sangat ia cintai dan sayangi. Namun ia hanya bisa pasrah dengan semua yang telah terjadi.
__ADS_1