
Hari ini adalah hari Kamis, hari keberangkatan Cassandra, Kevin dan Aura ke Yogyakarta. Mereka akan memakai jasa penerbangan salah satu maskapai dari bandara Husein Sastranegara. Penerbangan akan berangkat pukul 16.25 dan perjalanan akan berlangsung selama kurang lebih 1 jam 15 menit. Jadi diperkirakan mereka akan sampai di Bandara Adi Sujipto sekitar pukul 17.40.
Saat ini mereka sudah sampai di bandara Adi Sujipto. Mereka sedang menunggu Ayah dan Ibu Cassandra yang memaksa akan menjemput mereka. Tak berselang lama, Ayah dan Ibu pun sampai. Cassandra langsung berhambur memeluk Ayah dan ibu secara bergantian. Kevin dan juga Aura langsung menyalami tangan kedua orang tua Cassandra. Setelah perkenalan singkat, mereka kini sedang berada di perjalanan. Dengan posisi Ayah yang menyetir, Kevin di kursi depan mendampingi Ayah Cassandra. Sedangkan Ibu, Cassandra dan Aura duduk di kursi belakang dengan posisi Aura berada di tengah antara Cassandra dan Ibu.
"Yah, ini kan jalan menuju rumah. Aku udah pesan hotel loh." Ujar Cassandra.
"Kalian nginap di rumah aja Mbak. Ga usah tidur di hotel. Ibu udah masak banyak tadi." Jelas Ibu.
"Tapi.. " Cassandra menggantung ucapannya
"Ada Kevin yang pasti jagain kamu Mbak." Sambung Ayah.
"Apa sih Ayah."Ujar Cassandra malu malu.
"Bunda, kita mau ke rumah eyang?"Tanya Aura
"Iya sayang. Eyang maksa tuh kita tidur di rumah eyang. Padahal bunda udah pesen hotel buat kita." Jelas Cassandra.
"Ga apa apa Bunda. Aku jadi bisa main sama eyang putri sama eyang kakong." Ucap Aura sambil bertepuk tangan.
"Cucu eyang lucu sekali. Jadi gemas ingin cubit." Ujar Ayah sambil fokus menyetir dan hanya melirik lewat spion.
"Jangan cubit eyang. Nanti pipi aku sakit. Mending di cium aja." Ucap Aura sambil nyengir.
"Ok. Nanti eyang bakalan cium kamu sepuas eyang." Balas Ayah.
Semua yang berada di dalam mobil tertawa bahagia. Cassandra sangat bersyukur, ternyata kedua orang tuanya bisa menerima Kevin dan sudah menganggap Aura seperti cucu mereka sendiri. Tak berselang lama mobil yang mereka tumpangi memasuki pekarangan rumah kedua orang tua Cassandra. Saat turun, Cassandra melihat Myta dan Samuel berdiri teras depan menyambut kedatangan Cassandra. Myta langsung memeluk erat sang Kakak saat Cassandra menghampiri mereka dengan niatan akan masuk ke dalam rumah. Terlihat pula sinar pancaran rindu di kedua mata Samuel untuk Cassandra.
"Maafin aku Mbak, tolong maafin aku." Ujar Myta sambil memeluk Cassandra dan dengan mata yang mengeluarkan air matanya.
"Gak usah di bahas lagi dek." Ujar Cassandra dingin.
"Aku nyesel Mbak. Aku mohon maafin aku." Ujar Myta sambil sesegukan. Cassandra melepaskan pelukan Myta dan berlalu ke dalam rumah tak lupa mengajak Kevin dan Aura untuk ikut masuk.
"Ayo mas, kita masuk." Ucap Cassandra kepada Kevin. "Ayo kesayangan bunda. Kita masuk ke dalam." Lanjut Cassandra sambil memegang tangan mungil Aura.
Ayah yang berada di belakang Cassandra hanya menepuk pundak Myta sambil berlalu ke dalam rumah.
"Mana cucu eyang. Sini katanya mau di cium sama eyang." ujar Ayah sambil membawa Aura ke dalam gendongannya dan mencium pipi Aura bertubi tubi hingga membuat Aura tertawa karena merasa geli.
__ADS_1
Myta hanya bisa mentap nanar melihat interaksi itu. Karena semenjak kejadian itu, Ayah dan Ibu jadi berbeda kepada Myta. Myta mengakui kesalahannya sangat besar sehingga membuat Ayah dan Ibu yang dulu nya sangat hangat menjadi sedikit dingin kepada Myta. Mereka sekarang sudah berkumpul di ruang keluarga.
"Sayang, mau tidur sama Ayah atau sama Bunda?" Tanya Cassandra kepada Aura.
"Aku mau tidur sama Bunda aja. Boleh?" Tanya Aura.
"Boleh dong sayang." Ujar Cassandra.
"Mentang mentang ada Bunda, Ayah di lupain." Seru Kevin.
"Biarin.. wlee." Balas Aura sambil menjulurkan lidahnya. Membuat Semua tertawa kecuali Myta yang merasa sangat bersalah kepada Cassandra dan Samuel yang merasa cemburu Cassandra di dekat lelaki lain.
"Ayo mas, aku antar ke kamar kamu." Ucap Cassandra sambil berdiri.
Kevin ikut berdiri setelah pamit kepada orang tua Cassandra dan langsung menggandeng tangan Cassandra. Ayah dan Ibu bahagia ada seseorang yang bisa membuat Cassandra bangkit kembali. Sedangkan Samuel terlihat sangat cemburu dengan interaksi Kevin dan Cassandra.
"Istirahat aja dulu mas, nanti aku panggil kalau makan malam sudah siap." Ucap Cassandra.
"Makasih sayang. Aku sangat berterima kasih sama keluarga kamu. Mereka bisa menerima aku. Dan mereka terlihat sangat menyayangi Aura. Padahal Aura bukan siapa siapa mereka." Ucap Kevin.
"Mereka pasti nerima apa yang aku suka mas. Semoga hubungan kita berjalan lancar. Ya udah aku juga mau ajak Aura ke kamar dulu." ucap Cassandra.
Kevin langsung memeluk Cassandra dan mencium kening Cassandra. Cassandra juga membalas pelukan Kevin kepadanya.
"Sama sama sayang." Balas Kevin sambil mencium puncak kepala Cassandra berkali kali. Membuat mereka berdua tertawa.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi mereka. Dan membuat orang itu mengepalkan tangan karena cemburu.
"Aku ke kamar dulu ya mas." Kevin hanya menganggukan kepala dan melepas pelukan mereka.
Tak berselang lama, waktu makan malam pun tiba. Mereka sudah berkumpul di meja makan. Ayah sebagi kepala keluarga duduk di ujung meja. Dihadapan sebelah kanan Ayah ada ibu dan sebelah kiri Ayah ada Kevin. Disamping Ibu ada Myta dan Samuel di ujung. Disebelah Kevin ada Aura dan Cassandra di ujung. Cassandra dan Samuel duduk berhadapan, Samuel tak melepaskan pandangannya dari Cassandra membuat Cassandra risih. Mereka makan dengan khidmat diselingi celotehan Aura. Setelah itu mereka mengobrol santai di meja makan setelah membereskan bekas makan malam mereka.
"Kamu membangun hotel dimana Vin?" Tanya Ayah membuka percakapan.
"Di daerah X Ayah. Kebetulan Kevin mendapatkan tempat yang cukup bagus." Balas Kevin.
"Rencana kalian disini sampai kapan?" Tanya Ibu
"Minggu sore kita pulang ke Bandung lagi Bu." Jawab Cassandra.
__ADS_1
"Sebentar banget disini nya Mbak." Myta ikut bicara.
"Iya, padahal kan kamu udah lama gak pulang." Samuel pun ikut bicara.
"Mas Kevin ada meeting hari Senin pagi. Makanya gak bisa lama lama disini. Aura juga harus sekolah kan." Jelas Cassandra.
"Oia sayang, besok mau ikut ke proyek atau mau nunggu di rumah aja?" Tanya Kevin sambil melihat ke arah Cassandra.
"Ga tau. Kalau ikut kasian Aura pasti panas. Kayaknya di rumah aja deh." Jawab Cassandra dan Kevin hanya menganggukkan kepalanya.
Sesekali Kevin melirik ke arah Samuel yang selalu memperhatikan Cassandra. Jujur saja ada sedikit perasaan kesal di hati Kevin melihat Samuel yang selalu memperhatikan Cassandra. Namun ia juga lega karena Cassandra selalu cuek kepada Samuel. Bahkan kadang jika Samuel mengajaknya mengobrol pun Cassandra akan langsung pergi tak menanggapi.
"Udah punya nama buat hotelnya?" Tanya Ayah.
"Rencana sih namanya 'Ravindra' Ayah. Bagus gak?" Tanya Kevin.
"Ada artinya gak?" Tanya Ayah lagi.
"Singakatan dari nama kita Ayah. Aura Kevin dan Cassandra. Jadi Ravindra." Jelas Kevin enteng.
"Lah nama aku di bawa juga?" Ucap Cassandra tidak menyangka.
"Iya lah. Nama hotel ini sekalian doa aku untuk hubungan kita. Semoga aja nama kita bisa bersatu menjadi keluarga yang bahagia." Jelas Kevin lagi.
"Aamiin.." Ayah dan Ibu mengaminkan doa Kevin.
Sedangkan Cassandra mulai muncul rona di pipi nya. Membuat Ayah dan Ibu tertawa melihat ekspresi Cassandra. Myta juga ikut tersenyum. Myta sangat bersyukur sang kakak bisa mendapatkan lelaki yang sangat menyayanginya. Kalau Samuel, jangan di tanya wajahnya memerah menahan cemburu yang sangat kentara di wajahnya. Ayah yang melihat raut wajah Samuel bisa mengerti jika Samuel belum bisa merelakan Cassandra bersanding dengan orang lain.
"Bunda, aku ngantuk." Ujar Aura.
"Baiklah ayo kita tidur." Ajak Cassandra.
"Sini Ayah gendong dulu." Ucap Kevin sambil membawa Aura ke dalam gendongannya.
"Kamu mau tidur di kamar Cassandra Vin?" Tanya Ayah.
"Emang boleh?" Balas Kevin sambil cengengesan.
"Jangan ngarep kamu, halalin dulu anak Ayah. Baru Ayah izinin kamu tidur sama Cassandra." Jelas Ayah.
__ADS_1
"Bercanda Ayah." Membuat Ayah dan Ibu tertawa.
Setelah itu mereka masuk ke dalam kamar masing masing untuk berselancar di alam mimpi masing masing.