
Hari pun berlalu. Tak terasa, 3 hari sudah Aura di rawat di rumah sakit. Ibu dan Ayah selalu datang setiap harinya. Sedangkan Samuel, tidak pernah terlihat batang hidungnya. Mungkin ia sedang sibuk mengurusi Myta yang baru melahirkan. Jika kondisi Aura semakin membaik, esok mungkin Aura sudah bisa pulang.
Saat ini jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Bimo sudah mulai tertidur di sofa. Sedangkan Cassandra dengan setia menemani Aura dengan tidur di ranjang yang sama dengan Aura. Bimo tidak pernah meninggalkan Aura dan Cassandra begitu saja. Ia selalu setia menemani 2 wanita cantik beda generasi itu.
Tiba tiba saja terdengar suara BRUK.. Ternyata Bimo yang terjatuh dari sofa. Membuat Cassandra tertawa cekikikan. Karena takut mengganggu Aura yang sedang tidur.
"Puas banget lo ngetawain gue." Ucap Bimo sambil mengelus bokongnya yang dengan tidak indahnya mencium tanah air.
"Gak bisa puas gue. Takut Aura kebangun." Balas Cassandra dengan menahan tawanya.
Bimo kembali duduk di sofa. Sedangkan Cassandra masih saja cekikikan mengingat posisi jatuh Bimo.
"Cekikikan mulu lo. Sini gue liat kepala lo. Siapa tau ada paku yang nancep di kepala lo." Ucap Bimo
"Lo fikir gue Kuntilanak." Balas Cassandra.
"Bukan. Lo bukan kuntilanak. Tapi manusia jadi jadian."
"Sssttt. Mas Kevin video call. Jangan berisik lo." Ucap Cassandra saat mendengar dering dari ponselnya.
"Assalamualaikum mas." Ucap Cassandra saat menjawab video call tersebut.
"Wa'alaikum salam cantik. Maaf ya, aku baru bisa ngabarin kamu. Disini sibuk banget soalnya." Jawab Kevin di seberang sana.
"Iya gak apa apa mas. Kenapa mas, tumben video call."
"Aku cuma mau ngabarin. Mami udah setuju sama hubungan kita. Mami udah ngasih restu sama kita. Papi aku juga udah tau rencana mami. Besok aku sama mami bakalan nyusul kalian ke sana. Sekalian mami mau bicarain tentang hubungan kita ke orang tua kamu. Tapi katanya maaf papi gak bisa ikut. Papi belum bisa pulang ke Indonesia. Kerjaan disana lagi banyak. Tapi, papi bilang kalau kita menikah papi pasti hadir."
"Secepat itu? Kok bisa?"
"Ceritanya panjang sayang. Nanti aja aku kasih tau kalau kita ketemu. Aura udah tidur?"
"Iya mas, tadi udah minum obat langsung ketidur."
"Dia gak rewel kan selagi aku tinggal?"
"Gak kok mas. Dia anteng anaknya. Gak pernah rewel sama sekali."
__ADS_1
"Wah. Dia udah mulai lupa sama ayahnya nih. Mentang mentang lagi sama bundanya. Dulu sebelum ketemu kamu, kalau aku lagi keluar kota pasti nelfonin setiap saat. Sekarang dia gak pernah nelfon sama sekali."
Mendengar ucapan Kevin, Cassandra hanya tersenyum.
"Ya udah sayang, aku cuma mau ngabarin itu aja. Aku mau beres beres pakaian yang bakal aku bawa. Kamu istirahat ya. Pasti cape udah jagain Aura beberapa hari ini."
" Gak apa apa mas. Kamu juga istirahat ya."
"Iya sayang, aku gak sabar pengen ketemu kamu. Kangen banget aku sama kamu. Kamu gak kangen sama aku?"
"Apa sih mas. Kaya anak abg aja."
" Emang yang boleh kangen cuma anak abg? Engga kan. Jawab dulu dong. Kangen gak kamu sama aku?"
"Iya deh iya. Aku juga kangen mas sama kamu."
"Jadi ga sabar pengen cepet cepet nikah. Ya udah, aku tutup ya telfon nya. Assalamualaikum sayang."
"Wa'alaikum salam mas"
"Wah jadi berseri seri tuh muka." Celetuk Bimo melihat Cassandra yang tersenyum.
"Gue lagi pengen kopi. Lo mau ga?"
"Boleh deh. Latte ya."
"Siap."
Sepeninggal Bimo ke kantin, Cassandra turun dari ranjang dan duduk di sofa. Ia menghubungi Ratih untuk mengetahui keadaan di toko.
Tiba tiba saja ada yang memeluk Cassandra dari belakang.
"Aku kangen kamu Sandra." Bisik orang itu di telinga Cassandra.
"Lepasin. Jangan macam macam kamu." Ucap Cassandra yang mengetahui siapa orang memeluknya ini. Dia sangat hafal dengan bau parfum yang selalu dipakai oleh orang yang memeluknya.
"Aku sangat tersiksa jauh dari kamu. Aku gak rela kamu deket sama lelaki manapun."
__ADS_1
"Itu bukan urusan ku. Itu masalahmu sendiri. Aku bilang lepaskan." Ucap Cassandra lagi sambil berusaha melepaskan pelukan orang tersebut.
"Aku gak akan melepaskan mu lagi. Aku masih benar benar menyayangi kamu."
"Jangan gila kamu Sam." Ya orang itu adalah Samuel.
"Aku gila karena kamu. Karena kamu meninggalkan aku tepat di hari pernikahan kita.
"Lo lupa apa yang udah kamu perbuat sama gue."
"Itu hanya ke khilafan aku San. Aku mohon kembalilah padaku."
"Lepasin Cassandra." Ujar Bimo yang baru datang ke kamar rawat Aura dan melihat Cassandra yang sedang berusaha melepaskan pelukan Samuel.
" Gak usah ikut campur. Ini urusan gue sama Cassandra."
"Lepas bajingan" Ucap Bimo sambil meninju wajah Samuel.
"Bajingan. Berani lo sama gue." Ucap Samuel yang sudah tersungkur di lantai.
"Gue mohon. Lo pergi dari sini. Sebelum gue panggil security." Ucap Cassandra membuat Samuel pergi.
"Aku gak akan menyerah Sandra." Ucap Samuel sambil berlalu.
"Lo ga apa apa?" Tanya Bimo yang melihat Cassandra terpaku sambil duduk di sofa.
"Gue ga apa apa. Makasih ya udah bantu gue." Balas Cassandra.
"Sialan itu orang. Maaf ya. Gara gara gue pergi lo jadi dapet perlakuan gini dari dia."
"Ga apa apa. Bukan salah lo juga kan."
"Liat aja. Kalo sampe gue liat dia macem macem lagi sama lo. Gue gak akan tinggal diem."
"Ya udah. Gak usah mikirin dia. Gak penting juga. Mending kita ngopi biar rileks."
"Ok deh. Tapi kalo dia ngapa ngapain lo lagi, kabarin gue. Biar gue bejek bejek dia."
__ADS_1
"Ih.... Tatut." Ucap Cassandra dengan muka takut yang di buat buat. Membuat mereka tertawa.